facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

 Ibu Profesional Karawang




17 Mei 2018
Narsum : Dede Karyati
Moderator : Ai

Assalamu'alaikum, bunda pembelajar..

Ahhh, ditodong bu Korwil dan mbak ninis (Admin Online) buat berbagi disini "oleh oleh" belajar bareng ibu septi.
Jadi tanggal 12 - 13 Mei kemarin, alhamdulillah diberi kesempatan ikut belajar di sanggar riset lebah putih padepokan margosari, Ngobrol Pendidikan, 24 Jam Lebih Dekat Bersama Septi Peni

Sesi istimewa hanya untuk 15 orang perempuan indonesia. Ya, 15 peserta terpilih yang hadir dari segala pelosok penjuru indonesia. Mulai dari Kalimantan selatan, Kalimantan utara, Lampung, Karawang, Purwodadi, Jogja, Solo, Semarang, Purwokerto dan Salatiga..

Acara ini terbuka untuk semua ibu, bukan hanya member IIP. malah ada yang dari kalimantan selatan dan dari tarakan tidak tau siapa itu ibu septi, mereka hanya diberi tahu oleh temanya yang sudah menjadi member IIP perjalanan hidup ibu septi.

lengkap nya bisa lihat disini yaaa..
http://bit.ly/2L60DEZ

Demikian sedikit oleh2 dari hasil belajar bareng ibu septi, mohon maaf bila ada kekurangan.
Terimakasih,
DeKa

Tanya jawab:

1. Dhani
Pertanyaan : Ngobrolin apa aja ya?

Jawab :
ngonbrolin apa yaaa.... banyaaakkk.. mulai dari pertama bapak nembak ibu, sampe ke pendidikan anak2. hihihihi

2. Ummi
Pertanyaan : 
Mbak DeKa, apa kesan pertama saat bertemu Ibu ?

Jawab:
pertama kali ketemu ibu yang acara IP jakarta itu mbak umm, jadi kemaren itu ketemu yg ke dua hehehe.
masih sama kayak yang ketemu di jakarta, ramah, asyik diajak ngobrol. bedanya mungkin ini kita ngobrol dari yang berat sampe yang printil2 gak penting hahahaha

3. Susi
Pertanyaan :
Tertarik sesi makan malamnya? Dapat resep apa mbak?

Jawab:
makanan nya, soto apa ya lupa nama nya, ayam bakar, jamu, es selasih. banyak mbak..

resep nya gak aku catet. hahaha.. mungkin klo aku jd bu susi begitu denger resep langsung aku catet yaa 🙈🙈. aku cuma dengerin aja teh..

4. Suci
Pertanyaan :
kepo...ttg pndidikan anak2 ?

Jawab: 
klo pendidikan anak2 nya bu septi itu beda2 teh.
enes & ara pernah ikut sekolah formal. klo elan  bener2 HS

5. Ummi
Pertanyaan :
Uwooooow cerita cerita (lanjutan jawaban no 2)

Jawab :
ibu ketemu pak dodik itu, waktu ibu SMA dan pak dodik ngajar. jd awal nya sering surat2n tentang kegiatan OSIS kebetulan ibu ketua osis. ibu lulus kuliah & udah keterima jd PNS, dilamar bpk. yg lucu nya itu bpk cuma ngasih waktu ibu hitungan ke 5. dgn syarat klo diterima, bpk mau nya yg didik anak2 nya itu ibu. jd dgn kata lain ibu harus lepasin SK pns nya

6. Rini
Pertanyaan:
Kalo malem, keluarga margosari kegiatannya pada ngapain mba De ?

Jawab:
klo lg ada project biasa nya ngobrolin project nya mbak. bagi2 tugas dan tanggung jawab. kayak acara kemaren pimpro nya kan mbak enes, jd utk bpk, mbak ara & mas elan ambil peran masing.
kadang di isi presentasi Mastermind.

7. Hevy
Pertanyaan :
Jamune apa, mbak? Beras kencur kah?

Jawab:
iya mbak hev, beras kencur & kunyit

8. Miftah
Pertanyaan :
Iya ni...jg kepo bingits, sapa tau qta bisa menirunya walaupun g plek sama..

Jawab:
iya betul mbak mif, aku pun niat awal ikut acara ini untuk bisa meniru kebaikan2 keluarga ibu. inspiratif banget pokok nya.

9. Ai
Pertanyaan :
Eh wkt mb deka di acara zhafran berarti sm ayah ya y?

Jawab :
iyaa betul, zhafran sama ayah nya. sama mbah n tante nya juga deng. cz kemaren sekalian mudik ke rumah mbah nya zhafran

10. Depi
Pertanyaan :
Mbak deka
Mau nanya jg donk, Bu septi cerita masa kecil anak2nya gk? Kegiatan apa za membersamai anak2nya

Jawab :
Cerita teh, masa kecil mbak enes yang babat libas karena jadi ibu muda semua nya jadi bahan percobaan untuk mbak enes. mbak enes usia 15 bulan lahir mbak ara. masa kecil mbak enes dan mbak ara di habiskan di depok. ibu pernah jualan baju di depan sekolahan. yang ibu butuhkan itu adalah lapangan luas untuk anak2, jadi anak2 bisa lari2 di halaman sekolah. nah dari situ juga awal nya lahir jarimatika. ibu mengajarkan matematika lewat jari, terus banyak ibu2 yang melihat. terus dibukukan lah jarimatika itu.

11. Yunning
Maka sebelum acara ini berakhir,  sy mau minta sesuatu nh....  *sambil nunggu Th Ai yaaa

" coba ungkapkan 1 kalimat tentang Padepokannya keluarga bu Septi 

Stlh td mengenai bu Septi

Jawab:
Padepokan margosari ----> 

Inspiratif
Keren

ya, banyak hal yang bisa diambil dari keluarga ibu. home based education, school of life.

Closing statement nya di kutip dari tulisan ibu, bapak & mbak enes

"Don't teach me,  I love to learn" 
Dodik

"Allah sudah menjamin rizki kita, mengurangi ketaatan padanya, mengorbankan amanahNya, Demi mengejar sesuatu yang sudah dijaminNya Adalah Kekeliruan besar"
Septi Peni Wulandani

"Welcome to the jungle of life"
Enes

makasih ya teman2 sudah denger cerita aku.

mohon maaf bila ada kekurangan.

terimakasih, wassalamualaikum 

7:49:00 PM No komentar

"Membangun peradaban itu dimulai dari ibunya, kalau perempuan tidak bangga menjadi Ibu, maka tidak akan lahir generasi hebat dari rumahmu " - Septi Peni Wulandani (founder Ibu Profesional)
Yuk, duduk bareng belajar jadi IBU Keren bersama :
*Komunitas Ibu Profesional Karawang*
Menghadirkan :
Sesi 1 :
*Ibu Agen Perubahan*
✅ *Ummu Balqis* (@babyhijaber)
Sosmed Parenting influencer, pebisnis fashion
Sesi 2
*Yuk, bikin portfolio anak*
✅ *Lina Prihatin* (Lina ibune Azzam)
Trainer IIP Nasional, pemilik Aisyah Daycare Karawang
Catat!!
🗓 Minggu, *26 Februari 2017*
⏰ 10.00-15.00
🏚 D'Jaka Resto (Jl. Husni Hamid 5A sebrang mie xp)
Daftar langsung, dengan klik :
Bit.ly/SeminarIIP
🍎HTM :
Early s.d. 5 Februari 2017
Member& alumni matriks iip : 75
Member WA IIP : 85
Umum :100
Normal :
Member & alumni matriks iip : 85
Member WA IIP : 95
Umum :110
Langsung transfer ke :
1091603336 BCA an.nina rokayah
Fasilitas : snack, lunch, goodiebag
‼️Full doorprize !!! Bazar!!!
👩‍👧‍👦 Kids corner (08.00-15.00)
Fasilitas : full permainan, bunda pendamping, snack , souvenir
50.000- anak (min. Usia 2 tahun)
Cp peserta :
Neneng : 0852 1678 9586
Kenny : 0812 8598 3665
🍃🍃🍃
6:50:00 PM No komentar
ibu ibu IIP Karawang yang hadir di lokasi
Resume Kopdar IIP 
Ahad, 7 Agustus 2016
@ Sekolah Alam Amani Karawang

⚖Tema Menimbang HS⏳

Selalu menarik dan serasa kekurangan waktu setiap membahas tentang homeschooling. Alhamdulillah hari ahad 7 Agustus 2016 di tempat yang nyaman beberapa bunda2 profesional duduk bersama "mengosongkan gelas" guna menerima sharing tentang ke-homeschoolingan ini bersama 2 (dua) tamu istimewa kita, yaitu miss Yuna Tresna dan Ummu Hani', beliau berdua adalah praktisi HS yang telah menjalankan pola pendidikan berbasis rumah (baca: keluarga). 

Kita mulai dari miss Yuna aja yah,

🍒Miss Yuna ini backgroundnya seorang praktisi pendidikan, beliau seorang akademisi dan berprofesi sebagai Dosen di UNSIKA. Miss Yuna demikian panggilan akrabnya, mengenal gagasan homeschooling (hs) sejak tahun 2008, kala itu masih single, namun sudah sangat interest dengan segala bertema hs ini. Miss Yuna tambah naksir dengan hs setelah gabung dengan bbrp komunitas hs. Yang membuatnya gelisah juga, tatkala mempertanyakan "apakah saya bisa mendidik anak sendiri?" maka tentu jawaban simpel namun mengena "tentu saja bisa, mendidik mahasiswa bisa, pasti mendidik anak sendiri lebih bisa".

Berbekal sebuah keyakinan bahwa al-umm madrasatu ula (pendidik pertama adalah ibu) maka Miss Yuna memantapkan hati untuk menhgambil jalur hs sebagai pendidikan anaknya. Pilihan yang tentunya berat karena secara personal beliau seorang Dosen, namun anaknya sendiri saat ini berada dalam fase unschooling (tidak bersekolah). 

Miss Yuna tetap pede sebab "tak bersekolah bukan berarti tak belajar", si kecil Kiral mempunyai fasilitator hebat yang akan mendampingi proses belajar nya. 

Banyak sekali catatan berharga dari sharing Miss Yuna, saya coba tulis per point agar lebih mudah dicerna:

1. Sebelum menentukan pilihan hs, miss Yuna menawarkan 3 alternatif sarana belajar Kiral (sekolah A, sekolah B atau belajar di rumah bersama ibu). Dari sini beliau amat menghargai pilihan anak, sehingga anak akan belajar / distimulasi menjadi "decision maker" sejak dini.

2. Mengawali proses hs dengan menggali minat Kiral, setelah mulai nampak, kemudian difasilitasi sembari merancang goalnya ke arah mana. 

3. Metode hs Kiral yang masih usia 6-7th lebih memakai pendekatan unschooling, tidak struktur, tidak ada jadwal dan target yang ketat. Membebaskan anak untuk mengeksplor potensinya sendiri (baca : di abur) tentu dibawah supervisi orang tuanya.

4. Di usia Kiral yang belum masuk usia tamyiz, miss Yuna masih memberikan tolerasi yang luas atas kekurang sempurnaan anak karena sejatinya anak masih terus berproses, termasuk pula kompetisi dalam aspek kognitif. Miss Yuna lebih memprioritaskan pembangunan keimanan, kemandirian dan moral baik terlebih dahulu.




🍒Next, Ummu Hani', senada dengan miss Yuna, Ummu Hani' juga berlatar belakang pendidikan, menyukai dunia pendidikan sejak bangku kuliah, hingga kemudian pernah terlibat dalam perumus konsep-konsep pendidikan di sebuah institusi, hingga akhirnya mengambil jalur mandiri dengan mendirikan Rumah Belajar. Beliau dikenal sebagai Founder DEF (Daar El Fiqr), Rumah Belajar yang menjadi surganya para anak homeschooler.Ummu Hani' diamanahi 5 orang anak, dengan dinamika perkembangan yang seru banget pastinya ( dari anak balita, thufulah -kanak kanak-, tamyiz, baligh) semua komplit dan penuh warna pastinya.

Warna hs keluarga Ummu Hani' lebih ke tahfidzul quran, sehingga beliau mendamba anak2nya menjadi hafidz dan hafidza, setelah itu baru membekali diri dengan ilmu dunia sebagai sarana penunjang kehidupan mereka kelak.

Pemaparan Ummu Hani' tentang hs seolah-olah ingin menguatkan para orang tua yang "galau" dengan sertifikat/ijazah anak hs. Apa bisa anak hs punya ijazah, sehingga secara administratif lembaran berharga itu bisa dipakai untuk mendaftar anak pada dunia perkuliahan.
buat yang masih dilema, Hs insyaAllah legal dan ada undang-undangnya. 

Hs adalah pendidikan berbasis keluarga yang masuk dalam jalur pendidikan informal. UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 telah mnejamin eksistensi dan legalitas pendidikan informal sebagai bagian integral dalam sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia. 

So... nggak perlu kuatir tentang kelegalan HS, kemudian atas kebaikan Ummu Hani' pula bagi para homeschooler yang membutuhkan ijazah maka bisa mengusahakannya melalui jalur Ujian Kesetaraan yang diselenggarakan oleh PKBM dalam hal ini DEF ummu hani' bersedia memfasilitasinya.

Nah, ini nampaknya akan menjadi kabar yang membahagiakan, sehingga jika diantara kita membutuhkan ijazah melalui ujian kesetaraan bolehlah kontak-kontak Ummu Hani terkait mekanisme dan hal-hal lainnya.



⚖⏳Menimbang HS, saya pribadi mengenal gagasan homeschooling ini pada tahun 2009, melewati masa galau sekitar 2-3 tahun untuk memantapkan hati mengambil jalur pendidikan berbasis keluarga. Dengan asumsi dasar bahwa saya dan suami sangat menjunjung sebuah kemerdekaan. Kemerdekaan dalam mennentukan dan merancang mimpi keluarga, termasuk pada point pendidikan. Kami berdua ingin ikut terlibat langsung secara aktif dalam proses pendidikan anak-anak kami. Bahwa anak-anak adalah sebaik-baiknya usaha orang tuanya. Hanya bermodal itulah saya dan suami memantabkan hati walaupun terkadang merasa belum pantas mengemban amanah pendidikan ini, namun indahnya homeschool itu semua lini keluarga menjadi pelaku pembelajar
tidak perlu menunggu sempurna baru "memegang kendali pendidikan anak", karena kita tak akan pernah menjadi sempurna. Galau yang kelewat panjang itu lebih disebabkan karena tidak pahamnya akan misi spesifik penciptaan diri, kalau kata mas Aar Sumardiono (Founder Rumah Inspirasi) kita itu mirip seperti gerombolan, mengikuti tren dan arus utama yang berjalan di sekitar kita. apa yang ada di masyarakat umum, kita menerimanya tanpa melewati sebuah proses analisis berpikir seolaholah sebagai sebuah kebenaran (taken for granted).

HS ini seperti mengajak kita untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda saja, memahami bagaimana semestinya belajar itu (learn how to learn).

Mendidik anak ini sudah semestinya pula kita lakukan, karena ini adalah kewajiban.

Mendidik anak ini bukanlah sesuatu yang baru, bukan gaya hidup baru, tapi memang sudah semestinya begitu. Jadi terima saja apaadanya.... siap nggak siap ya musti siap.
 
Ganbatte ne!💪🏽💪🏽

Menurut penelusuran saya, sebagai peminat hs pemula terkadang 2 point dibawah ini yang menjadi pertanyaan umum :
1. Kurikulum
2. Ijazah

Well saya coba jelaskan sependek pemahaman saya ya...

1. Kurikulum

Esensinya kurikulum adalah panduan atau janji pendidik ke anak didik. Karena homeskul ini pendidikan berbasis keluarga, dan karena setiap keluarga itu unik serta beragam maka model pendidikannya pun beraneka warna sesuai karakteristik keluarga tersebut.

HS itu berangkatnnya  dari visi misi pendidikan sebuah keluarga dan harapan-harapan yang diinginkan oleh sebuah keluarga.

HS tidak harus menggunakan  kurikulum, boleh pake' kurikulum boleh nggak. Umumnya para homeschooler banyak yang menganut mahdzab unshooling ( *children lead learning*), unschooling ini bercirikan sangat tidak terstruktur. 

Lalu apa pegangannya?

Kembali ke value sebuah keluarga, nilai-nilai apa yang ingin dibangun oleh keluarga, contoh : ingin menjadikan anak-anak sebagai penerus bisnis keluarga, maka pegangannya adalah pengetahuan tentang business skill, enterpreneurship. Triknya lihat ujungnya/goal settingnya dulu, baru merancang kurikulumnya.

 Asyiknya homeschool itu, kita bisa merancang sendiri kurikulum pendidikan anak kita sesuai dengan karakter dan keminataan anak ( *customized curriculum*)

2. Ijazah

Gimana dengan ijazah anak-anak HS, bisa nggak sih kelak masuk PTN? bisa gak besok kalo kuliah di LN?

Jawabannya, BISA! anak2 HS bisa melanjutkan kuliah ke PTN ataupun Universitas LN, tidak ada masalah insyaAllah.

~ Mekanisme di Indonesia adalah:

memasukkan kurikulum nasional dalam proses pembelajaran anak, anak2 hs akan mengikuti ujian kesetaraan atau ujian paket; ini adalah sebuauh proses yang disediakan oleh negara untuk memfasilitasi proses penyetaraan di dalam pendidikan informal dan nonformal diluar sekolah, agar secara hukum/legal SETARA dengan sekolah. Ada 3 paket ujian, paket A (SD), paket B (SMP), paket C (SMA).

Proses ujian setiap tahun aturannya berubah-ubah, maka setahun atau 2 tahun sebelumnya sudah mulai persiapan; mencari dan mengumpulkan informasi sedetail mungkin, mulai awaspada dan menyiapkan mental, psikis serta pengetahuan anak menghadapi ujian tersebut. biasanya penyelenggaranya oleh PKBM, lembaga swasta ataupun negeri. 

Kalo di Ummu Hani, namanya DEF (Daar El Fiqr). InsyaAllah di setiap kota ada, boleh tanya ke Diknas setempat.

~ Mekanisme di Luar Negeri adalah:

1. Bisa ikut ujian paket seperti diatas, atau...

2. Mengambil ujian sertifikasi international (misal nya Cambridge A Level, diselenggarakan oleh CIE Cambridge International Examination berpusat di Inggris)
di Cambridge ini ijazahnya per mata pelajaran (per subject), belajarnya spesifik sesuai jurusan yang dipilih, tidak mengulang semua ujian pada ujian sebelumnya, tidak ada syarat usia.

Demikian kurang lebih resume kopdar kemarin, semoga makin menambah wawasan kita tentang dunia pendidikan yang sekarang ini disempitkan dengan kata SEKOLAH, seolah-olah kalau nggak SEKOLAH berarti nggak BERPENDIDIKAN.

Mari lapangkan hati, luaskan cakrawala berpikir bahwa BELAJAR itu sejatinya adalah KEHIDUPAN.

Salam sayang,
💞Lina Ibune Azzam


8:55:00 PM No komentar
Pada hari Minggu 9 Agustus 2015 lalu, IIP Karawang mengadakan kopdar yang bertepatan dengan arisan ke-2. Acaranya berjalan sukses dan menyenangkan. 

Acara kemarin dilaksanakan di Aisyah Daycare, yang merupakan milik dari Ibu LIna, koordinator IIP Karawang. Acara ini di hadiri sekitar lebih dari 20 ibu-ibu yang sangat antusias dan aktif. 

Acara kopdar kali ini, diisi dengan arisan rutin anggota IIP, sharing ide kegiatan IIP Karawang yang akan datang, tausiyah singkat dari Ibu Fini, anggota IIP yang juga merupakan pengajar di salah satu pondok di Karawang. Yang terakhir, ada juga sharing bisnis dari Ibu Utami Dewi, salah satu anggota IIP yang juga mempunyai bisnis kecantikan. 

Beberapa hal yang di sampaikan Ibu Fini diantaranya adalah : 

" Kita baru saja melewati bulan Ramadhan, yang hanya datang sekali dalam setahun. Bulan yang penuh berkah, baru saja berlalu. Saat kita ada di bulan tersebut, kita sangat semangat sekali melakukan ibadah dan berbagai amalan. Namun, begitu bulan Ramadhan berlalu, konsistensi dalam beribadah juga ikutan menurun. Padahal harusnya, setelah bulan Ramadhan, ibadah kita semakin meningkat. 

Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah, sebaiknya kita juga memiliki target untuk urusan akhirat kita, seperti kita memiliki target untuk bisnis kita. misalnya, dalam 3 bulan pertama, bisa menghafal 1 juz . Target ini penting, untuk membantu kita fokus dalam beribadah. " 

bu Tami sedang bercerita
Sementara itu, Ibu Tami dalam sharing bisnisnya menyampaikan beberapa tips dalam berbisnis, diantaranya adalah : 
1. Tulis impian kita 
2. Pilih dan pilah impian kita, bedakan antara needs dan wants
3. Bicarakan dengan pasangan 
4. Be Realistis, ukur dengan SMART 
   S  : Specific 
   M : Measurable 
   A : Achievable 
   R : Reasonable 
   T : Timely 
5. Visualisasikan dengan gambar dan letakan pada tempat yang mudah terlihat 
6. Action 

Seru, kan? Selama kopdar, ketika ibu- ibu asyik menimba ilmu, bapak-bapak juga mengambil peran, dengan mengawasi anak-anak bermain. 
Anak-anak sibuk bermain di Aisyah daycare

Bapak-bapak mengawasi anak-anak bermain





 Nah, jangan sampai ketinggalan kopdar selanjutnya ya, biar bisa berkumpul dengan ibu-ibu profesional Karawang, juga mendapatkan ilmu yang berlimpah. 
sebagian ibu-ibu IIP Karawang yang hadir saat kopdar


Di tunggu kehadirannya ya... 

Resume by : Ibu Lina 

-admin- 
9:55:00 PM 1 komentar
source : line deco


RESUME Workshop Keuangan Syariah
Tanggal : 7 Juni 2015
"Mari rencanakan masa depan sejahtera"

Narsum mbak kiki (kaukabus)

Zaman dulu finansial planner sangat tabu untuk d brg carakan dlm kluarga trutama pasangan suami istri, finansial planer muncul dipicu oleh munculnya generasi SANDWICH🍔 yaitu generasi yg harus membiayai 2 generasi d atasnya(ortu, kakek, nenek, paman, etc) dan generasi d bawahnya (anak, ponakan, etc) shg mereka tidak bisa menambah kekayaan pribadi.💷

Dari siklus hidup manusia Tiga titik kritis keuangan terjadi ketika:
1. Menikah
2. Memiliki anak yang mau sekolah
3. Pensiun karena kemampuan fisik kita berkurang

BEGAL yang  tidak bisa ditangkap dan dihentikan adalah INFLASI (kenaikan harga) yang terjadi tiap tahun, maka kita harus:
1⃣. Memiliki pola fikir untuk berubah

🔥 Kita harus mulai memikirkan untuk berinvestasi apalagi skarang sudah ada lembaga2 keuangan yg bersifat syariah
🔥 kita tidak harus pandai mengatur uang, kita cuma perlu pandai mengatur diri sendiri dg membedakan antara NEED/kebutuhan dan WANT/keinginan
🔥 kita tdk bisa mengatur harga bahan makanan tp kita bisa mengatur menu d meja makan, seperti mengajarkan pola makan anak yg baik
🔥kita tidak bisa mengatur harga listrik dan BBM, tapi kita bisa mengatur pemakaiannya.
🔥kita tidak bisa mengatur biaya pendidikan tapi kita bisa menyiapkan dananya sedini mungkin.

2⃣. Mengatur arus kas
💥Kita harus tahu "penerimaan arus kas kita(gaji, keuntungan usaha, bonus, honor, etc) dan prioritas pengeluaran kita. Semua itu ✅wajib dan kudu diCATAT✅supaya tidak menyalahkan hal/pihak lain. Ampe uang parkirPUN/pengeluaran ato pemasukan sekecil apapun catat.
💥 Komposisi arus kas keluar yg sehat:
😈 sedekah 2,5-10%
😈 cicilan hutang maksimal 35%
👿tabungan & invesatasi minimal 10%
👿biaya hidup 40-60%
😈hiburan maksimal 10%

3⃣. Menyiasati masalah keuangan
😁kita harus bisa mengatur pengeluaran bukan penghasilan
😭 bagaimana kalo defisit???
👉 kita harus MENGURANGI pos pengeluaran atau MENAMBAH pemasukan keluarga.
😐 sediakan dana cadangan dan disimpan dalam bentuk aset liquit seperti emas, tabungan, etc.
😱cermat sebelum berhutang, hitung dulu spy cicilannya tidak memberatkan🔫
😤antisipasi pengeluaran darurat.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


💐SUCCES STORY💐
👨Pak Rahmat ?, seorang pengusaha BUBUT, sukses yg sudah memiliki lebih dari 100 karyawan di daerah warung bambu.
Awal beliau seorang karyawan tp prihatin dg kondisi saudara2nya yg menganggur lalu sambil bekerja beliau berbisnis dan jatuh bangun serta berdarah darah membangun bisnisnya  sampai beromzet ratusan juta, tips dari beliau:
💧 jangan lupakan sedekah ato berbagi
💧 fokus untuk menekuni bidang tersebut waloupun jatuh bangun.

😱Yang paling membuat iri semua peserta adalah, setiap bulan beliau menggaji istrinya💏 Rp. 6jt/bulan (diluar biaya hidup). 😍

Semoga bermanfaat😉
Maaf masih berantakan.


Penulis : Yanie_iip Karawang


11:20:00 PM No komentar
Hari Minggu, 10 Mei 2015 adalah hari yang berkesan bagi ibu-ibu di Karawang. Sejak pagi suasana Sindang Reret Karawang sudah dipadati ibu-ibu Karawang yang siap menimba ilmu dari Ibu Septi, founder Institut Ibu Profesional. 

Seminar hari itu seputar "Menjadi Ibu dan Anak Kebanggaan Keluarga" yang langsung di sampaikan oleh duet ibu dan anak, Ibu Septi Peni Wulandari dan si sulung, Enes Kusuma. 

Di awali dengan cerita seru dari Mba Enes yang bercerita seputar serunya menjadi anak sulung, serunya dididik Ibu. Enes pun berbagi cerita mengenai bangganya ia terhadap kedua adiknya, kegiatan mereka bertiga yang juga menarik untuk di simak. Waktu satu setengah jam rasanya tak cukup mendengar mba Enes berbagi cerita serunya, di tambah lagi partisipasi peserta yang seolah tak ingin waktu berakhir. 
Peserta seru menikmati penjelasan Ibu Septi
Sesi selanjutnya di lanjutkan dengan Ibu Septi, Ibu Septi bercerita banyak mengenai aktivitas sehari-hari dalam mendidik ketiga anaknya. Kemudian berbagi kisah mengenai pentingnya menjadi Ibu Profesional, bagaimana menikmati peran Ibu dalam keluarga. Di tengah-tengah sesi pun, bu Septi memberikan kejutan yang membuat peserta makin bersemangat.
Rasanya dua jam bersama bu Septi rasanya kurang sekali, di tambah peserta yang sangat antusias sekali bertanya pada bu Septi. 
Peserta yang bersemangat ingin berfoto bersama Bu Septi dan mba Enes


Setelah selasai berdiskusi, peserta seminar pun masih di manjakan dengan berbagai doorprize dari pihak pendukung acara. Seruu deeh 
Peserta senang menerima doorprize 
Seru, ya! Nantikan lagi event-event iip Karawang selanjutnya yaa 


-momski-
11:52:00 PM No komentar

Follow Us

Kita

Kita

Banyak Dibaca Bulan Ini

  • Kulwhapp : Tanya Jawab Seputar ASI
    Peresume : Neneng  Kuliah dan Diskusi Whatsapp (Rabu, 16 Agustus 2017) Oleh: dr. Hany Handayany (Konselor Menyusui)  SELUK B...
  • KOPDAR AKBAR -26 FEBRUARI 2017
    "Membangun peradaban itu dimulai dari ibunya, kalau perempuan tidak bangga menjadi Ibu, maka tidak akan lahir generasi hebat dari ...
  • KULWHAPP BISNIS : DIAN PERWITASARI (FREEZY BROWNIEZZ)
    Hari / tanggal : Jum'at, 21 Oktober 2016  Pukul : 20.00-21.30  Narasumber : Dian Perwitasari  Peresume : Ummi Haajiroh Must...
  • Tutorial Upload File ke Google Docs
    Temen-temen peserta perkuliahan Matrikulasi IIP Batch#2, Metode belajar kita adalah dengan menyimak materi yang diposting setiap senin p...
  • Pengumuman Kelas Matrikulasi Batch 4
  • Misi Hidup Keluarga (Minat-Bakat)
    29 Juli 2018 Narasumber : Nisa Nurarifah  Moderator : Sugih Assalamu'alaikum wr wb.. Salam kenal pada semua Ibu Pr...
  • KULWHAPP : HARI PERTAMA SEKOLAH
    Resume kuliah whatsapp IIP Karawang Jumat, 14 Juli 2017  Pukul 20.00-21.30 " Hari pertama ku Sekolah!"  Narasumber : Pra...

Labels

Anak Ayah Bisnis Bullying Craft Dapur Diswhapp FBE Home Education Hukum Jahit Kebudayaan Kecantikan Keluarga Kesehatan Kopdar Kulwhapp Mancanegara Mastermind Matrikulasi Menulis Psikologi Review Rumbel Storytelling Tutorial

Blog Archive

  • ▼  2018 (31)
    • ▼  Desember (1)
      • Berbahasa Cinta dengan Pasangan dalam Mahligai Rum...
    • ►  Agustus (17)
    • ►  Maret (13)
  • ►  2017 (26)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (21)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Mei (8)
  • ►  2015 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates