facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

 Ibu Profesional Karawang

source : line deco


KULWAAP SOLO RAYA #2 - TAHUN 2016

✏ MATERI : Raising A Reader - Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini

📅 Selasa, 17 Mei 2016

⏲20.00 - 21.00

Narasumber : Thasya Sugito S.Pd, S.Kom
Moderator : Wahyu Mardhatillah
Notulen : Chika K Rachma 


BIODATA
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
🎓 Narasumber : Thasya Sugito S.Pd, S.Kom

CV Singkat :
- Ketua Islamic Parenting Community
- Founder dan Owner Smart Talent Indonesia
- Parenting &Academic Advisor "Prime Smart Islamic Montessori School"

Thasya Sugito, adalah seorang Ibu dari empat orang anak. Anak pertamanya, Ai Nurmalativah (21thn), adalah anak yang diasuhnya sejak kelas satu smp hingga sekarang telah duduk di bangku semester 4 Jurusan Manajemen. Pengalaman mengasuh Ai ini menjadi pengalaman berharga untuknya mengasuh tiga anak kandungnya (M. Rayshan Fikri (11 thn); Ayesha Rayhana(5 thn); dan M.Razzan Abdurrahman(3 thn)). 

Suaminya (Alek Kuswandi) adalah partner sejatinya yang sejak tahun 1996 hingga sekarang, mewakafkan diri untuk mengelola dan mengembangkan asset umat di bilangan gegerkalong, Bandung. (Pondok Daarut Tauhid)

Berlatar belakang pendidikan, ilmu komunikasi, dan psikologi, ia pernah menekuni berbagai profesi, mulai dari pedagang, pemandu wisata, humas di sebuah lembaga dakwah dan pendidikan, guru, dosen, hingga akhirnya menetapkan hati untuk menjalani keseharian sebagai IRT sekaligus konselor di Smart Talent –sebuah lembaga yang berfokus di bidang pengembangan diri, konsultansi pendidikan, dan juga evaluasi psikologis. 

Hal ini didasari oleh cintanya pada dunia psikologi pendidikan. Disinilah, ia berkesempatan berbagi ilmu dan bertemu dengan banyak orangtua di Indonesia (di Jawa, Sumatra, Kalimantan). Berbagi dengan mereka adalah hal yang membahagiakan baginya. 

Dari sini juga, ia semakin meyakini bahwa anak-anak adalah anugerah terbesar yang dimiliki setiap orangtua, dan betapa setiap anak adalah bintang di kehidupannya sendiri.

Cita-citanya adalah menjadi pribadi yang penuh manfaat untuk orang lain, serta dapat berkontribusi positif di dunia pendidikan dan parenting. 

Pin BB: 53b40a88
WA : 0813 9454 1030
Email: sthasya@gmail.com
FB: Thasya Sugito
IG: @thasya_sugito   @ensiklotoko📝 


MATERI
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

🎓 Raising A Reader 
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Membaca adalah kebiasaan orang2 sukses. Bagi seorang muslim, membaca juga adalah perintah pertama yang Allah turunkan. IQRA'. Membaca dalam perintah Allah SWT tersebut bukan hanya membaca kertas-buku...namun juga membaca lingkungan, alam sekitar, perilaku orang lain, dll. 
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Untuk meyakinkan kita betapa pentingnya menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini, mari kita lihat pointers berikut: 

‼️Mengapa Membaca Itu Penting‼️
1. Membaca mengembangkan otak. Otak butuh 'latihan'. Memahami bahasa tulisan, adalah salah satu cara untuk melatih otak😉
2. Kita hidup di era 'banjir informasi', sehingga bila kita tidak memiliki keterampilan membaca yang baik, akan sulit untuk memilah informasi serta mengedukasi diri
3. Membaca meningkatkan imajinasi
4. Membaca dapat meningkatkan kemampuan fokus dan konsentrasi
5. Membaca membantu diri mengembangkan self image yang baik
6. Membaca meningkatkan kosakata, sehingga dapat membantu juga meningkatkan kemampuan verbal
7. Meningkatkan daya ingat
8. Membaca itu MENCERDASKAN! 
😉😉

Karenanya tentu yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah: "HOW TO RAISE A READER?"

Ceritanya, anak pertama saya (12thn), memiliki hobi membaca ensiklopedi, siroh nabawiyah, dll. Buku2 teks setebal 700-900 halaman dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari saja. Secara sadar saya sadari bahwa hobi ini tidak serta merta hadir begitu saja. Maka izinkan saya berbagi dengan sahabat2 disini.

Apa saja ikhtiar saya dalam mengasuh anak menjadi pencinta buku:
1⃣ Jadilah TELADAN! MEMBACALAH! 😊😊
2⃣ Sisihkan waktu setiap hari untuk membacakan buku/membaca bersama anak2 meski hanya 10-15mnt/hari
3⃣ Penuhi lingkungan anak dengan bahan bacaan bergizi dan bervariasi
4⃣ Jadwalkan 'Family Reading Time'
5⃣ Jadikan membaca sebagai bagian integral aktivitas anak2 (misal: saat berjalan2, saat belanja, saat memasak, dll)
6⃣ Kembangkan kebiasaan 'cinta perpustakaan', bawa mereka mengunjungi perpustakaan lokal secara berkala. Ajarkan 'library skill' pada mereka 😊
7⃣ Perhatikan perkembangan kemampuan membaca anak (pastikan buku yang dibacanya sesuai dengan perkembangan kemampuan membaca mereka) 
8⃣ Pastikan anak tidak memiliki kesulitan/hambatan belajar membaca, bila ada, segera lakukan intervensi dini. Segera bantu ia mengatasi kesulitannya, agar membaca tidak menjadi momok baginya. 😊
9⃣ Minta anak menceritakan bacaannya, dan bersikaplah antusias-positif saat anak menceritakan bacaannya. 

Hasan al-Bashri berkata, “Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa orang, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham.” (Syarhus Sunnah, juz: 14).

Hammam bin al-Haris berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan sedikit tidur dan anugerahkan kepadaku bangun malam dalam ketaatan.” (Sifatus Shafwah, 3:22). Mungkin doa yang dipanjatkan Hammam ini tidak pernah terpikirkan di benak kita, bagaimana seseorang bisa terpikir berdoa kepada Allah agar dicukupi dengan sedikit tidur demi memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah. Kita lebih sering meminta agar tidur kita pulas dan nyenyak dan tidak jarang tertinggal shalat subuh di masjid.

Ibnu Aqil al-Hanbali mengisahkan perjalanannya menuntut ilmu dan fokus terhadap apa yang ia cita-citakan sehingga ia menjadi seorang ulama yang terpandang. Beliau mengatakan, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, tatkala lisanku telah membaca dan berdiskusi, mataku lelah membaca, maka aku menggunakan pikiranku dalam keadaan beristirahat dan berbaring. Sehingga aku berdiri dalam keadaan ide-ide yang banyak dalam benakku lalu, aku tuangkan ide tersebut dalam tulisan. Aku dapati kesungguhanku dalam belajar lebih kuat saat aku berusia 80 tahun dibanding waktu aku berumur 20 tahun.” (al-Muntadzim fi Tarikhil Umam, juz: 9).


🖋🖋🖋🖋🖋🖋🖋


Buibu...pasti pengen punya putra putri seperti ulama shalih terdahulu dong ya?
Rata-rata mereka menguasai banyak cabang ilmu dan unggul pada bbrp bidang sekaligus.

Kalau bahasa sundanya mah: kabita 😁

Nah sepakat kan kl sumber ilmu itu salah satu nya buku?

Gimana sih bikin anak cinta ilmu, cinta buku?

Mari berbagi ^^

Konon, M.Hatta sang proklamator mulai mengoleksi buku sejak berusia 17thn, dan pada saat menikah, maharnya adalah 17 peti buku 😍😍😍

Seorang Hasan Al Banna lain lagi.. Putra putrinya diberikan 3 jenis uang saku:

3 qirsy utk harian
10 ma'dain uang pekanan
50 qirsy utk bulanan

Yang paling banyak ini dialokasikan untuk apa?

Yaitu untuk beli buku dan mengisi perpustakaan pribadi anak2nya 😍😍

Yg pertama dan paling efektif tentu saja adalah: KETELADANAN. 
Dari siapa? Tentu dari kita, orangtuanya. 
Kenapa? Karena bila anak terbiasa melihat, akan lebih mudah menumbuhkan ketertarikannya pada bahan bacaan 😉

TANYA JAWAB✨✨

Wahyu: 1⃣ Ika Yogya 

Bunda...metode apa yg digunakan untuk mengajari anak membaca? Anak saya Mirza *4th suka sekali dengan buku tapi blm bisa membaca. Adakah tips khusus?

1⃣ bunda Ika yang baik, anak usia 4 tahun belum wajib bisa membaca 😉, cukup dengan sering mengajaknya membaca dengan metode:
- follow the line➡saat membaca bersama anak, gunakan jari kita untuk menunjuk baris2 yang kita baca.
- story telling/mendongeng. Gunakan intonasi menarik untuk memancing ketertarikan anak pada apa yg kita bacakan 

Karena, yang terpenting untuk anak usia 4 tahun adalah membangun kecintaannya pada aktivitas membaca dulu. 

Nanti di usia 6.8 atau 7 tahun, barulah kita boleh 'pusing' bila anak belum juga tertarik untuk belajar membaca 😊

2⃣ Fera - Kartasura

🙋 tanya bunda, anak sy perempuan 4th dan laki2 2th. Utk teladan baca sy baca buku, suami baca koran. Tp ya blm tentu setiap hari sih. Anak2 sudah disediakan buku sendiri, tp ujung2nya lebih tertarik dg buku ortunya 😅
Gmn ya bund, agar anak mjd lebih tertarik dg buku? Terutama anak sy yg 4th klo buka buku malah nyanyi2 yg tidak nyambung dg buku bacaannya? 😁
Terima kasih.

2⃣ bunda Fera sholihah, agar anak lebih tertarik pada buku, caranya adalah lebih sering beraktivitas dengan buku, agendakan secara khusus setiap hari untuk membacakan buku. Bila belum bisa menyediakan waktu yg panjang, minimal sediakan 10menit setiap hari 😊
Pastikan saat kita membaca bersama anak, hati-pikiran kita fokus kepada aktivitas tsb. Sehingga, kita akan mempersiapkan proses membaca bersama itu dengan sebaik mungkin, karena kita akan berusaha memikat klien utama kita (anak) 😉

3⃣ Chika - Solo (Shaw 3th)

Buku apa yg menarik utk anak 3th cowok.. apakah ada waktu yg baik utk membaca? Misal pagi hari jam brp atau sblm tidur gt

3⃣ Bunda Chika...great questions! 😘
Buku yang menarik utk anak usia 3thn adalah buku yang lebih dominan gambarnya, dan berisi kurang dari 100 kata. Sebisa mungkin, cari buku2 yg bergambar mendekati bentuk aslinya. 
Waktu terbaik? Saat anak sedang bahagia dan nyaman...😉
Selamat membaca bersama Shaw ya bund...

4⃣ Nares - Yogya

Ibu thasya yang baik,
Terkait raising a reader, anak saya (3tahun) lagi senang2nya pada buku. Sejak 6bln sy kenalkan soft book hingga sekarang hardbook yang semua halaman hardpaper. Tiap dikamar jelang tidur minta dibacakan.
Buku genre apa untuk anak balita?

4⃣bunda Nares tersayang, langkahnya sudah luar biasa ya...mulai dari buku bertekstur, hingga board book. 
Saya pribadi meyakini, bahwa momen sebelum tidur sangat efektif untuk menanamkan nilai2 positif dan menguatkan karakternya melalui kisah. Maka saya memilih buku yang menguatkan hal tersebut. Biasanya buku yang saya pilih adalah buku2 yang berkisah tentang rasul dan para sahabatnya. Pilihan kembali pada bunda 😊

5⃣ Rini - Solo ( anak 1 usia 3,5 thun)

anak sy saat ini lg seneng2 nya diceritaain abinya karena memang blm bisa membaca, saat ini saya amati dia lbh intens membaca huruf hijaiyah dan kurang tertarik dengan huruf latin kecuali membaca namanya sendiri. 
Jadi klo ada huruf yg sama kyk namanya dia menganggapnya itu namanya. 

Apakah memang demikian anak usia segitu?bgmana sebaiknya mengenalkan membaca di usia 3th dg huruf atau lgsg kosakata

5⃣ bunda Rini, untuk anak usia 3 thn, target itamanya bukan mengajarkan membaca huruf per huruf atau kata per kata, namun bagaimana memantik ketertarikannya pada aktivitas membaca. 'Cinta membaca', jauh lebih penting dari 'bisa membaca'. 
Nanti, setelah ia 'membaca' pancing ia untuk menceritakan apa yang sudah dibacanya 'versi dirinya' 😘

6⃣ Esti - Sukoharjo

#Prioritas mana antara mengenalkan membaca huruf hijayyah atau membaca latin ?

#bagaimana menyeimbangkan antara suka baca buku/komik/koran dll, dengan baca Quran ?

trimkasih

6⃣ Bunda Esti, untuk pertanyaan pertama, ada dua pendapat. Ada yg memilih mengajarkan huruf hijaiyah terlebih dahulu karena mengutamakan pahala mengajarkan membaca al qur'an. Ada yg memilih mengajarkan huruf latin dahulu karena di Indonesia, sebagian besar bacaan yang ada di sekitar kita berhuruf latin (kiri ke kanan). Mangga dipilih saja bun 😊

Bagaimana menyeimbangkannya? Saya pribadi cenderung mengarahkan anak untuk membaca hanya yg bermanfaat. Dan Al Qur'an mendapat porsi utama. Sedikit sekali porsi untuk komik, karena kami hanya menemukan sedikit sekali komik yang bermanfaat dan meningkatkan kualitas iman anak2. Sehingga, saya pikir....pilihan bacaan akan sangat bergantung pada visi misi keluarga kita 😀

7⃣ Lovi - Jaten

Library skill itu apa?
Mulai usia brp anak dikenalkan ensiklopedi? Baiknya ensiklopedi yg bergambar asli ato kartun?
Minta saran tema bacaan untuk anak balita bun. 
Terima kasih

7⃣ library skill itu kemampuan 'menggunakan' perpustakaan bunda Lovi. Mulai dari menyiapkan tema yang akan kita cari, bagaimana cara mencari buku di perpustakaan untuk tema tersebut, hingga proses pengembaliannya. 

Ensiklopedi visual (yg didominasi gambar, boleh2 saja dikenalkan sejak usia 3 tahun sekalipun. Saran saya, pilih yang gambarnya bukan kartun. 
Tema bacaan untuk balita, baiknya yang mendekati kehidupan nyatanya, contoh: buku belajar menyikat gigi sendiri, tini membantu ibu, dll. 😉

 8⃣ Wiwik - Klaten
Anak sy udah hoby baca, pertanyaannya, bgmn ya crnya menambah kecepatan baca? dia emang masih kelas dua sd dan sudah keliat suka bc d tulis apapun yg diliatnya.

8⃣Bunda Wiwik shalihah, kecepatan membaca akan meningkat secara otomatis seiring 'jam terbangnya'. Nanti di usia 15 tahun'an, boleh saja bila ingin diajarkan sistem speed reading, tapi untuk sekarang, saran saya perbanyak saja jam terbangnya😊


9⃣ Tyas - Skh
Mbak kalau untuk buku bacaan anak, Apakah Kita harus membaca dulu baru mereka baca?

9⃣ Bunda Tyas, semua buku untuk anak, wajib kita baca terlebih dahulu untuk menghindari anak terpapar konten yang tidak sesuai untuk usianya. 😊


🔟 Rahma - Solo

Bunda kaka
Saat ini banyak buku2 bagus utk anak yg harganya jutaan sampai ada arisan segala utk memperingan angsuran biayanya. Perlukah kita memilikinya? Ada rekomen bgs buku utk balita seperti apa

🔟Bunda Rahma...tentang perlu atau tidaknya, lagi2 harus dikembalikan pada visi misi keluarga. Bila kontennya dianggap mendukung proses pendidikan dalam keluarga, maka buku2 tersebut dapat menjadi pilihan. Namun bila sekiranya harganya malah memberatkan, tentu kembali ke prioritas keluarga. Jangan terpaku pada harga. Untuk urusan buku, saya termasuk yang sering berburu buku di pasar murah atau pasar buku bekas. Karena, ensiklopedi yang harganya jutaan itu, di pasar buku bekas rata2 dijual hanya 50-200ribu saja/paket 😁. Selain itu, buku2 lainnya pun masih banyak yg tak kalah bagus dari buku2 yang harganya jutaan itu lho.. 😉

12:18:00 AM No komentar



Kulwapp IIP Malang Raya🌟

📆Hari/Tgl: Kamis/26-05-2016
🎀Thema: Penanaman Pendidikan Karakter Positif
👳🏻Pemateri: kak Acun
👭Petugas:
-Host : Maya O. Rismala
-Notulen: Andita A. Aryoko

🌟MATERI🌟

🎀 Penanaman Pendidikan Karakter Positif 🎀

Menumbuhkan rasa aman dan nyaman adalah dasar yang utama dalam membentuk karakter anak, yang kemudian dapat menumbuhkan rasa ”berarti”, ”berharga” atau ”bernilai” pada anak.
Karakter bangsa merupakan aspek penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya (SDM). Oleh karena itu, karakter yang berkualitas perlu dibina sejak usia dini agar anak terbiasa berperilaku positif. Kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak.
KARAKTER adalah watak, sifat, atau hal-hal yang sangat mendasar yang ada pada diri seseorang sehingga membedakan seseorang daripada yang lain. Sering orang menyebutnya dengan ”tabiat” atau ”perangai”. Apa pun sebutannya, karakter adalah sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran, perasaan, dan perbuatannya.
Karakter ibarat pisau bermata dua. Karakter memiliki kemungkinan akan membuahkan dua sifat yang berbeda atau saling bertolak belakang. Contoh, anak yang memiliki keyakinan tinggi. Hal ini akan menumbuhkan sifat berani sebagai buah keyakinan yang dimilikinya atau justru sebaliknya memunculkan sifat sembrono, kurang perhitungan karena terlalu yakin akan kemampuannya.
Begitu besar pengaruh karakter dalam kehidupan seseorang. Maka itulah pembentukan karakter harus dilakukan sejak usia dini.

Taburlah satu pikiran positif, maka akan menuai tindakan.
Taburlah satu tindakan, maka akan menuai kebiasaan.
Taburlah satu kebiasaan, maka akan menuai karakter.
Taburlah satu karakter, maka akan menuai nasib.
(anonim)

Membangun karakter ibarat mengukir. Sifat ukiran adalah melekat kuat di atas benda yang diukir, tidak mudah usang tertelan waktu atau aus karena gesekan. Menghilangkan ukiran sama saja dengan menghilangkan benda yang diukir itu, karena ukiran melekat dan menyatu dengan bendanya. Demikian juga dengan karakter yang merupakan sebuah pola, baik itu pikiran, perasaan, sikap, maupun tindakan, yang melekat pada diri seseorang dengan sangat kuat dan sulit dihilangkan.
Proses membangun karakter pada anak juga ibarat mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga ”berbentuk” unik, menarik, dan berbeda antara satu dengan yang lain. Setiap orang memiliki karakter berbeda-beda. Ada orang yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai, ada juga yang berperilaku negatif atau tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam budaya setempat (tidak/belum berkarakter atau “berkarakter” tercela).
Dengan demikian, dalam pendidikan karakter, setiap anak memiliki potensi untuk berperilaku positif atau negatif. Jika ibu-ayah membentuk karakter positif sejak anak usia dini, maka yang berkembang adalah perilaku positif tersebut. Jika tidak, tentu yang akan terjadi sebaliknya. Nah, bagaimana cara membangun karakter anak, berikut ini diuraikan beberapa hal yang perlu diketahui ibu-ayah.

A. PEMBENTUKAN KARAKTER DIPENGARUHI FAKTOR BAWAAN DAN LINGKUNGAN
Ada dua faktor yang memengaruhi pembantukan karakter, yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan dan interaksi (hubungan) orangtua-anak. Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif pula pada anak. Salah satu contoh kisah nyata, seorang anak laki-laki dibesarkan dalam lingkungan binatang. Si anak berjalan dengan merangkak, makan, bertingkah laku, dan bersuara seperti binatang karena ia tidak bisa bicara. Orang yang menemukan si anak berusaha mendidiknya kembali seperti halnya anak-anak pada umumnya. Hasilnya, si anak tetap memiliki pribadi seperti binatang karena sebagian besar hidupnya dilalui bersama binatang sejak usia dini. Tampak di sini betapa besar pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter. Dari contoh tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh bawaan, tetapi juga lingkungan (terutama, dalam keluarga) memiliki pengaruh yang sangat besar.
Karakter berhubungan dengan perilaku positif yang berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti kejujuran, percaya diri, bertanggung jawab, penolong, dapat dipercaya, menghargai, menghormati, menyayangi, dan sebagainya. Pada dasarnya, setiap anak memiliki semua perilaku positif tersebut, sebagaimana telah ditanamkan oleh Sang Pencipta di dalam kodratnya. Masalahnya, kemampuan dasar yang terdapat di dalam diri anak itu tidak bisa berkembang dengan sendirinya, melainkan harus dikembangkan dengan sungguh-sungguh melalui pengasuhan dan bimbingan yang positif dari ibu-ayah. Jika setiap anak dan keluarga memiliki karakter positif, maka akan tercipta masyarakat dengan moral yang baik, sehingga akan tercipta pula bangsa yang dapat hidup rukun sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

B. ORANGTUA YANG BERKARAKTER MENUMBUHKAN ANAK YANG BERKARAKTER
Seseorang tidak dapat membantu orang lain jika ia tidak dapat membantu dirinya sendiri. Begitu juga dengan orangtua yang ingin menumbuhkan karakter positif dalam diri anak. Jika ibu-ayah ingin anaknya memiliki karakter positif, maka ibu-ayah harus memiliki karakter positif pula. Ini berarti, ibu-ayah dituntut menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut. Jadi, tidak hanya sekadar memberi tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan anak. Lagi pula, pada dasarnya anak memang lebih mudah belajar sesuatu melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain atau lingkungan sekitarya, bukan sekadar mendengarkan kata-kata saja.
Salah satu contohnya, jika ibu-ayah ingin mengembangkan sifat peduli pada anak, maka ibu-ayah juga menerapkan perilaku peduli, baik kepada anak maupun lingkungan sekitarnya. Sikap peduli tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan perhatian kepada anak, mendengarkan keluh-kesah anak, membantu orang lain yang sedang mengalami masalah, dan sebagainya. Ketika ibu-ayah peduli dengan anak, anak akan merasa nyaman. Anak pun belajar, bersikap peduli adalah perilaku yang tepat karena menimbulkan rasa nyaman dan bermanfaat bagi setiap orang, sehingga anak kemudian akan menerapkan sikap peduli dalam kehidupan sehari-harinya. Itulah mengapa, agar anak memiliki karakter positif, ibu-ayah dituntut memiliki perilaku positif pula sehinga dapat menjadi teladan bagi anak.

C. PEMBENTUKAN KARAKTER DIMULAI SEJAK DINI
Masa usia dini adalah masa keemasan, artinya masa tersebut merupakan masa terbaik dalam proses belajar yang hanya sekali dan tidak pernah akan terulang kembali. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat cepat dan akan menjadi penentu bagi sifat-sifat atau karakter anak di masa dewasa. Peran ibu-ayah sebagai pendidik pertama dan utama sangat penting untuk memaksimalkan dan memanfaatkan masa ini, tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Bila masa ini gagal dimanfaatkan secara baik, sama artinya menyia-nyiakan kesempatan masa keemasan tersebut. Pembentukan karakter juga akan sulit dilakukan, jika ibu-ayah baru melaksanakannya ketika anak sudah memasuki usia remaja. Ibarat sebatang pohon bambu yang semakin tua semakin sulit dibengkokkan, begitu pula dengan membentuk karakter, akan lebih mudah membentuk karakter seseorang ketika masih di usia dini dan akan semakin sulit membentuk karakter seseorang jika sudah semakin dewasa.
Peran ibu-ayah menjadi sangat penting dalam pembentukan karakter anak untuk siap menghadapi dunia di masa yang akan datang. Pada awalnya anak akan meniru perilaku ibu-ayah, karena ibu-ayah adalah orang pertama yang dekat dan dikagumi oleh anak. Setelah itu, lingkungan rumah juga berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Hal ini dapat terlihat dari cara berpakaian, bersikap, dan berperilaku sehari-hari seorang anak yang biasanya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang ada dalam lingkungan rumahnya. Ibarat pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Kesuksesan ibu-ayah membimbing anaknya di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak. Mereka akan tampil sebagai orang-orang yang senang belajar, terampil menyelesaikan masalah, berkomunikasi dengan baik dan berhasil guna, berani, jujur, dapat dipercaya dan diandalkan, penuh perhatian, toleransi, luwes, serta bisa bersaing dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak. Mengingat pentingnya penanaman karakter di usia dini dan mengingat usia tersebut merupakan masa persiapan untuk sekolah, maka pembentukan karakter positif di usia dini dalam keluarga menjadi sangat penting.
D. PEMBENTUKAN KARAKTER BERLANGSUNG SEUMUR HIDUP
Proses pembentukan karakter diawali dengan kondisi pribadi ibu-ayah sebagai figur yang berpengaruh untuk menjadi panutan, keteladanan, dan diidolakan atau ditiru anak-anak. Anak lebih mudah meniru perilaku daripada menuruti nasihat yang diberikan ibu-ayahnya. Mereka belajar melalui mengamati apa yang ada dan terjadi di sekitarnya, bukan lewat nasihat semata-mata. Nilai yang diajarkan melalui kata-kata, hanya sedikit yang akan mereka lakukan, sedangkan nilai yang diajarkan melalui perbuatan, akan banyak mereka lakukan. Sikap dan perilaku ibu-ayah sehari-hari merupakan pendidikan watak yang terjadi secara berkelanjutan, terus-menerus dalam perjalanan umur anak.
Proses selanjutnya adalah memberikan pemahaman dan contoh perilaku kepada anak tentang baik dan buruk, benar atau salah, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Anak juga perlu diajarkan untuk dapat memilah dan memilih sesuatu yang baik, sehingga ia bisa mengerti tindakan apa yang harus diambil, serta mampu mengutamakan hal-hal positif untuk dirinya. Untuk itu diperlukan suasana pendidikan yang menganut prinsip 3A, yaikni asih (kasih), asah (memahirkan), dan asuh (bimbingan). Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian, serta dalam situasi yang dirasakan nyaman dan damai.
E.MENCINTAI ANAK TANPA SYARAT
Anak akan mengembangkan pergaulan sosialnya secara sehat, jika dalam diri mereka ada perasaan berharga, berkemampuan, dan pantas untuk dicintai. Setiap anak membutuhkan perhatian, sapaan, penghargaan positif, dan cinta tanpa syarat sehingga anak dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang ada dalam dirinya dengan baik. Berdasarkan pengalaman ini anak juga akan memperlakukan orang lain dengan cinta dan perhatian, memperlakukan orang lain secara positif sesuai dengan nilai-nilai moral yang diperoleh. Anak pun akan memahami, teman-temannya juga pantas dihargai, dicintai, dan diperhatikan seperti dirinya.
Menunjukkan cinta tanpa syarat tidak berarti ibu-ayah tak boleh menegur perbuatan negatif anak. Ibu-ayah tetap harus menegur dan memberikan sanksi atas pelanggaran atau perbuatan negatif tersebut. Perlu pemahaman ibu-ayah untuk membedakan antara ”perbuatan yang dilakukan” dengan “pribadi” anak itu sendiri. Bukan “pribadi” anak itu yang membuat ibu-ayah marah, tetapi salah satu perbuatannya. Tunjukkan kesalahan sikap atau perbuatannya sekaligus tetap menghargainya sebagai anak. Cinta tanpa syarat berpusat pada “pribadi” anak, sedangkan pendisiplinan berfokus pada perilaku atau sikap tertentu anak.        F. Sifat-sifat Rasulullah.                    :

1. Asyidda-u 'alal-kuffar (keras terhadap orang-orang “kafir”), maksudnya bahwa pengikut Muhammad itu adalah orang orang yang senantiasa keras pendirian dan tegas kebijakannya terhadap orang-orang kafir. Ungkapan kata KAFIR adalah melekat pada sifat, yang sama halnya dengan kata mukmin dan munafik - bukan pada benda atau simbol suatu keyakinan seperti agama. Jadi bisa saja ada orang yang beragama Islam tetapi memiliki sifat kafir atau munafik.

2. Ruhama-u bainahum (Berkasih sayang bersama mereka), maksudnya bahwa pengikut Muhammad itu saling mengasihi. Dalam teks ayat-ayat al-Quran, Allah Swt. menyebutkan untuk hubungan yang baik itu dengan kata RAHIMA yang artinya kasih sayang, bukan dengan kata HUBBUN yang berarti cinta, karena cinta itu pasti pilih hati dan dapat saja ditinggalkan. Akan tetapi kasih sayang harus senantiasa dipelihara dan wajib hukumnya bagi setiap makhluk Allah. Sungguh, cinta itu hanya sampai pada hubungan persahabatan saja, sedangkan kasih sayang sampai pada hubungan persaudaraan. Cinta lebih dekat dengan nafsu, sedangkan kasih sayang sangat dekat dengan pengabdian, kepedulian, dan toleransi.4

3. Tara-hum rukka'an sujjada (Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud), maksudnya bahwa pengikut Muhammad itu senantiasa ruku’ dan sujud dalam artian tunduk dan taat terhadap aturan Allah Swt. Dengan menyembah kepadaNya. Perbuatan tunduk, taat dan menyembah itu dilakukan oleh pengikut Muhammad untuk mengharapkan ridha Allah Swt. semata.

4. Siima-hum fi-wuju-hihim min atsaris-sujuud( tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud), maksudnya bahwa nampak pada  muka orang-orang yang mengikuti Nabi Muhammad SAW itu adalah keteguhan iman, kesucian hati dan kearifan berfikir.

Keempat ciri sifat pengikut Nabi Muhammad SAW tersebut di atas dapatlah di kategorikan sebagai karakter yang baik karena ada kaitannya dengan hablumminannas dan hablumminallah. Namu apabila kita pandang dengan kondisi kita saat ini, maka kita dapat merenungkan kembali akan diri kita masing-masing. Dalam hal bersikap  tegas terhadap orang-orang kafir bukan diwujudkan dalam bentuk perang atau tindakan anarkis dan merusak kehidupan mereka. Sikap keras ini haruslah kembali pada hakekatnya, yaitu mengikuti sifat dan suri tauladan yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW sehingga pendidikan karakter benar-benar terlaksana di dalam dan luar sekolah dengan sesama muslim ataupun dengan non-muslim. Sikap kasih sayang terhadap sesama makhlukpun senantiasa harus kita membiasakan diri sehingga akan selalu tercipta suasana damai, rukun, saling menghargai dan saling menghormati dengan sesama manusia maupun makhluk Tuhan lainnya.

🌟DISKUSI🌟

1⃣ 🙋Maya
Assalamualaikum
Bagaimana jika lingkungan tidak mendukung pembetukan karakter positif anak?apa yang harus di dilakukan sebagai orang tua?
1⃣Wa alaikumsalam bunda Maya yang Budiman...kekuatan doa dan bahasa bunda sangatlah melekat dalam pembentukan karakter anak,proses 9 bln dlm kandungan dn bimbingan Allah SWT,buah hati sangat terjaga di masa golden agenya..jika dimasa itu anak mdapatkan installing memory yg positif maka akan terjaga memory otaknya dg baik diusia berikutnya✅

2⃣ Reny
Saya reny ingin bertanya 
1. Bagaimana cara memunculkan pembentukan karakter positif anak jika dalam pengasuhan masih ada campur tangan nenek/saudara yg lain yg terkadang berseberangan dengan pola asuh ayah ibu,agar anak tumbuh tidak menjadi pribadi yg galau
2. Bagaimana cara memperbaiki karakter anak (remaja) yg sudah terlanjur negatif menjadi ke arah positif tanpa terkesan memaksa/menggurui si anak
2⃣ Bunda Reny yang dirahmati Allah...
1.Jika dalam rumah ad dualisme kepemimpinan,itu akan sangat berefek di pembentukan karakter anak yaa,kebetulan di Jkt ,kak acun mjalani sbg family consultant,kami menyarankan ada edukasi jg utk nenek yaa utk paham bgmn sbnrnya pola asuh yg tepat dn benar utk anak kita,mhn bs dipahamkan efeknya yg sbnrnya dg bantuan pihak lain ya,bs jd diajak diforum parenting class yaa,kalau kita yg menyampaikan seringkali pasti jd salah paham yaa
2.remaja skrg harga dirinya tinggi,mudah sekali tersinggung dn sgt sensitif,mhn bunda punya waktu khusus yg bicara sbg teman atau sahabat ya,mhn maaf baiknya tdk dlm suasana rumah,mhn dicari suasana lain yg lbh nyaman dn atmosfernya sgt nyaman,ajaklah bicara dr hati ke hati,mhn belajar lebih mdengar yaa bunda,krm remaja lbh ingin dianggap lebih dewasa dn ingin lbh dimengerti✅

3⃣ Lenti
Assalaamu 'alaikum...
Saya ingin bertanya:
1. Terkadang saking aktifnya anak-anak, bisa saja mereka membuat kotor, onar, atau bahkan merusakkan barang yang tidak hanya di rumah sendiri tapi bisa juga di rumah orang lain (misal: tetangga). Dari yang saya pahami, kita tidak boleh dengan mudahnya memberi label 'nakal' kepada mereka. Lalu bagaimana kita menanggapinya dan menanamkan pemahaman yang benar sesuai usianya? Apakah kita diperbolehkan begitu saja membiarkan mereka dengan alasan mereka masih anak-anak?
2. Terkait pro-kontra boleh tidaknya penggunaan kata 'jangan' pada anak-anak, terus terang sampai saat ini saya pribadi juga masih mengalami kebingungan. Orang yang paham psikologi mengatakan untuk usia 0-4 tahun (kalau tidak salah) sebaiknya kata 'jangan' dihindari dengan alasan anak belum bisa mengingat penuh sehingga dikhawatirkan ketika orang tua mengatakan 'jangan memukul' maka yang diingat adalah memukul. Namun demikian, para pendidik Islam banyak yang memandang ini adalah pengabaian kata 'jangan' yang ada di Alquran atau hadits. Bahkan ada yg mengatakan ini adalah propaganda yahudi dsb. Terkait hal tersebut, bagaimana seharusnya kita bersikap?

Terima kasih atas jawaban yang diberikan
3⃣ Wa alaikumsalam bunda Lenti,sblmnya kak acun mhn maaf dn mhn ijin,jika diperkenankan kak acun boleh mjwb dr sisi kami yg selama ini mjalani di lapangan sbg praktisi karakter yaaa...bismillah,smg jwban kak acun bs mbantu bunda ya 
1.sejak usia dini disaat anak sudah paham berkomunikasi yg baik,buah hati dg ijin Allah dibantu para penghuni langit utk berusaha memahami bahasa ayahbundanya dg baik,kita hrs bisa mngjari anak dg cara yg bijak dn penuh pemaknaan ketauladanan yaa...krn anak usia keemasan hanya bisa meniru,sel milyaran otaknya mampu merefesh hanya sampe usia 7 thn sj,akn terjadi pengendapan dlm memory otaknya disaat menginstal ilmu yg tdk baik,kbetuln kak acun mengalami bullying disaat kecil,sampai skrg tdk bs lupa,kita harus tegas bukan keras yaa...anak mudah paham dg bahasa ayahbunda jika disampaikan dg nyaman di hatinya...menyampaikan kebaikan,tidak terasa menyakitkan di hati malaikat kecil kita...yakin anak pasti paham jika disampaikan dg hati tulus dn penuh kasihsayang
2.diusia keemasan sampai 7 tahun ,buah hati butuh senantiasa merefresh kondisi otaknya,dlm kondisi tdk nyaman ,otak akn mengalmi penyusutan dn syaraf tdk berfungsi dg baik,bahasa Al Qur an adalah bahasa yg indah,trbukti anak kecil sj bs sanggup menghafalnya dg baik,namun hrs kita pahami fase perkembangan otak anak,pengalaman kak acun selama 15 thn ini mdampingi anak dlm semua kondisi,kami lbh nyaman jika memilih kata yg lebih bijak disaat berinteraksi dg anak,bukan berarti kita tdk menggunakan kata jangan,kata itu hrs dipakai dikondisi yg sgt dimengerti oleh anak...diusia setelah baligh otaknya syarafnya lebih membentuk,disaat itu anak sdh siap diajak bicara lebih detail ttg pemaknaan hidup,jika bunda diminta kak acun jangan bayangkan gajah ....otomatis spontanitas otak kita akan mbyangkan gajah,itu lebih memudahkan utk memahamkn yaaa..knp kata jangan harus digunakan di moment yg sangat tepat✅

4⃣ Henny
Saya dengar ceramah ada yg menyebutkan begini, perlakukan anak pada 7th pertama sbg raja, 7th berikutnya sbg tawanan, 7th selanjutnya sbg sahabat. Menurut bang acun perlakuan spt raja ini yg spt apa? Apakah dg memanjakan, melayani setiap apa yg jd keinginannya, menyediakan apa yg dia minta. Bagaimana pengaruhnya thd karakternya di masa depan? Bolehkah memberlakukan kedisiplinan thd anak di 7th pertamanya?
Adakah patokan usia, pada usia brp seharusnya si anak sdh bs bsikap dewasa? Laki2 dan perempuan.
4⃣ Bunda Henny yang sangat baik...smg kita semua diberi Allah SWT kekuatan utk mdampingi buah hati dengan baik yaa,baiti jannati....bunda pasti merasakan disaat anak blm bisa berjalan ,berbicara ,msih hrs dibantu oleh kita...buah hati mampu mengenal alam semesta dn jutaan pembendaraan kata,apa Kuta semua yg mengatakannya?? Kita hanya berperan sedikit sekali...penghuni langit dg ijin Allah yg mengajari buah hati di usia keemasan,diperlakukan sbg raja itu hanya bahasa kiasan yaa bunda...di usia itu anak msih byk mbutuhkn kita ,utk dilayani dn dimengerti lebih,masa tumbuh kembang,usia 7 thn sampe baligh,masa anak hrs byk dipahamkan dg hati2 di jaga memory otaknya dg baik,setelah baligh anak ingin dianggap dewasa,dia lbh ingin didengar drpd kita nasehati,memanjakan anak itu bukan cara yg bijak yaa,yg benar ajari anak utk paham bgmn bersikap dn bertanggungjawab dg baik,kita sampaikan dg bahasa yg mudah mereka pahami,jika anak kita Didik dg rasa marah, dia akan semakin marah nantinya ke ayahbunda,dst...
Mengajarkan kedisiplinan sangat boleh yaaa,apalagi anak dipahamkan dg smartdiscipline yaaa...sgt bagus efeknya ke anak,disiplin tanpa paksaan dn kekerasan yaaa,anak bersikap dewasa idealnya disaat dia sdh mulai baligh yaa..Maaf jaman skrg fenomenanya anak putri byk yg mengalami balighnya lebih awal dn anak putra lbh lambat balighnya✅

©IIP Malang Raya-1🌻🐝
12:07:00 AM No komentar
source : freepik



Resume Kulwap Grup IIP Lampung.

🗓 Kamis, 26 Mei 2016
⏰ 20.00 - 21.00 WIB
🎙 Narsum : Teh Patra

📓📕📗📘📙📔

Mengelola keuangan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri

Landasan
• “Sebaik-baik harta yang shalih (baik) adalah dikelola oleh orang yang berkepribadian shalih (amanah dan profesional).” 
•  “Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan beranjak dari tempat kebangkitannya di hari kiamat sebelum ia ditanya tentang empat hal, di antaranya tentang hartanya; dari mana dia memperoleh dan bagaimana ia membelanjakan.” (HR. Tirmidzi).

Beberapa prinsip :

1. HARTA MILIK ALLAH
•  (QS. Al-Hadid:7). 
•  (QS. Maryam: 40).

2. Harta harus Diperlakukan sesuai kehendak Allah- Al Baqarah 262
Harta yang dititipkan Allah harus diperoleh dan dikeluarkan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Manusia tidak berhak menentukan aturan halal haram sendiri. 

3.  Pendapatan Keluarga
• Penanggung jawab pencari nafkah adalah SUAMI
• Harus halal. Rasulullah bersabda: “Barang siapa berusaha dari yang haram kemudian menyedekahkannya, maka ia tidak mempunyai pahala dan dosa tetap di atasnya.”
• Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menikahkan putrinya, Fatimah dengan Ali radhiyallahu 'anhuma beliau berwasiat kepada menantunya: “Engkau berkewajiban bekerja dan berusaha sedangkan ia berkewajiban mengurus (memenej) rumah tangga.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)
• Istri boleh membantu ekonomi keluarga (4:2)
Menjelang ramadhan dan idul fitri biasanya banyak peluang berpendapatan. Banyak pula godaan untuk mendapatkan harta dengan cara yang syubhat dan haram. Oleh karenanya kita perlu memiliki ilmu mengenai transaksi yang diperbolehkan dan dilarang dalam Islam. Di dalam buku yang saya tulis, ada rangkuman berbagai jenis transaksi tersebut. 

4.  Menabung 
• Menabung dilakukan di awal sebelum melakukan pengeluaran
• Jumlah tabungan disarankan sebesar 6 bulan pengeluaran
• Tabungan yang melebihi jumlah yang disarankan bisa digunakan untuk melakukan investasi

5.  Pengeluaran Keluarga
Di bulan Ramadhan dan syawal banyak pengeluaran yang seringkali tidak terkontrol. Oleh karenanya diperlukan suatu upaya pengelolaan yang lebih terstruktur untuk menghidari kemubadziran dan penyesalan.
• Mengutamakan kebutuhan primer dari kebutuhan sekunder dan tersier
• Tidak boros (QS. Al-Isra’:16) 
• Tidak bermewahan (QS. Al-Mu’minun:33). 
• Pertengahan (QS. Al-Isra:29) , (QS. Al-Furqan:67)
• Upayakan membuat rencana anggaran selama bulan Ramadhan dan Syawal agar pengeluaran tetap terkendali, namun tetap realistis
• Pada dasarnya kebutuhan anggaran ramadhan dan syawal seharusnya telah direncakan dalam rencana anggaran tahunan. Sehingga pengeluaran dan pendapatan dapat dikendalikan dengan cermat. 
Standar bulanan yang disarankan para ahli manajemen keuangan
• Zakat/shodaqah  : 2% - 10%
• Tabungan : 10% - 15%
• Hutang/cicilan : 0% - 30%
• Kebutuhan rutin : 10% - 20%
• Konsumsi : 20% - 30%
• Pendidikan : 10% - 20%
• Kesehatan : 5 - 10%
• Lain-lain : 5 - 10%

📝📝📝📝📝

Tanya jawab. 

1. Assalamu'alaikum.. teh patra, bagaimana menyiasati pengeluaran untuk sehari2 di bulan ramadhan yg biasanya bisa membengkak berkali2 lipat?

Jawab :
1. Secara umum sudah disampaikan di materi prolog ya. Sebetulnya sejak jauh hari sebelum Ramadhan kita sudah harus memiliki budaya untuk selalu bisa mengendalikan atau mengelola keuangan. Sehingga saat Ramadhan tiba, kita tidak terlalu terpengaruh dengan euforia pengeluaran yang pada dasarnya tidak terlalu diperlukan.

Coba kita susun rencana anggaran ramadhan sesuai dengan standar pengeluaran yang disampaikan di materi awal tersebut. Dari budget yang tersedia, barulah dibagi menjadi anggaran pekanan atau harian.

Kita juga perlu memperhatikan berdasarkan pengalaman selama ini, dimanakah letak kebocoran anggaran itu. Misalnya kebocoran terjadi di pos pakaian, maka kita bisa membuat rencana yang tepat menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia untuk mencegah terulangnya kebocoran tersebut. 

Jika kebocoran terjadi di pos makanan, mungkin kita perlu mengevaluasi perlu atau tidaknya pengeluaran tersebut dilakukan. Karena pada dasarnya Ramadhan seharusnya menjadi bulan kita berlatih hidup sederhana dan meningkatkan ruhiyah, bukan sebaliknya menjadi saat berpesta dan hidup berlebihan.

Untuk pengeluaran seperti mudik, semestinya sudah dianggarkan dalam anggaran tahunan
✅

2. Tanya narsum

Bila baru terfikir buat perencanaan keuangan mendekati ramdhan😁. Apa yg utama harus dilakukan teh? Pos pos apa saja yg wajib ada diluar kebiasaan dibulan yang lain?

Evi

2. Jawab:

Setiap keluarga punya kebiasaan yang berbeda ya dalam pengeluaran ramadhan. Ada yang perlu mudik jauh, ada yang tidak. Ada yang punya balita, remaja, dll. 

Yang paling mudah dilakukan adalah mengenali dengan tepat kebiasaan yang telah terjadi tahun2 sebelumnya, dan menentukan dimana letak kebocoran anggaran seperti di sampaikan di pertanyaan pertama tadi.

Jika setelah dibuat rencana anggaran ternyata ada pos-pos yang terlalu 'dipaksakan', secara realistis kita perlu melatih diri kita untuk membuat prioritas. 

Misalnya jika ternyata dana untuk mudik itu tidak ada, maka kita perlu membuat upaya untuk bisa menghindari mudik dengan tetap bermain cantik. 
Atau jika anggaran untuk pakaian lebaran itu tidak mencukupi, kita tidak perlu memaksakan diri. Toh itu tidak wajib

Yang wajib hanya zakat fitrah dan fidyah saja :D
✅


3. Assalamualaikum, Mbk Patra saya Naqi, mau nanya, bagaimana mengatur keuangan sedangkan uang banyak dipegang suami? Hanya keuangan sehari2 saja yang dipegang. Lalu, pas Ramadhan soal makanan, anak2 kadang suka pengen ini itu pas berbuka, pengeluaran jadi membengkak.

Jawab.
3.  wah, paling enak kalau pengeluaran dipegang suami, kita jadi ga perlu ribet ngatur..hehehe..tinggal minta aja 😁

Sebetulnya kuncinya kembali ke komunikasi suami istri ya, bagaimana istri bisa menyampaikan kebutuhannya pada suami dan suami merasa nyaman. 
Keuangan sehari-hari juga seringkali berbeda. Ada yang hanya diberi uang makan saja, ada yang diberi lengkap dengan uang pulsa, transport, dll.

Walaupun keuangan dipegang suami, kita bisa merancang anggaran pengeluaran pekanan atau bulanan. Karena yang diberi suami itu kan bagian pendapatan, bukan pengeluarannya. Jadi bisa saja kita buat rencana terpisah antara pengeluaran dan pendapatan. 

Nantinya kasus seperti ini akan sangat bermanfaat bagi keluarga dengan penghasilan yang tidak tetap. 

Rancangan pengeluaran diusahakan dibuat tetap dan terprogram walaupun pendapatan mungkin tidak tetap.

Kalau rajin, kita bisa gunakan rekening yang berbeda untuk pendapatan dan pengeluaran. Jadi uang dari suami setiap hari masuk ke dalam rekening pendapatan, lalu kita pindahkan ke rekening pengeluaran sesuai kebutuhan harian. Mirip seperti penampungan air di atap (toren) ya. Jadi air masuk banyak sekaligus atau lagi seret sedikit demi sedikit, pengeluaran tetap seperlunya saja. 

Mungkin di akhir bulan kita bisa melihat ada sisa yang bisa dimanfaatkan untuk anggara bulan berikutnya.
✅

4. Teh saya ratna, 
Bagaimana menyatukan pandangan dengan suami bahwa menu ramadhan tidak perlu berlebihan, karena kadang dirumah saya inginnya sederhana saja tapi suami pengin ini pengin itu apalagi selama ini kami bermasalah soal selera makanan teh, dan sampai 7 tahun menikah belum cocok juga hehe.

Jawab.
4. Waah..kalau saya sih ikut suami ajaa..kata suami makan enak ya makan enak 😁😁

Kan istri harus taat suami 😊. 
Jangan sampai sudahlah makan ga enak, berdosa karena durhaka..na'udzubillah.

Tinggal kita membuat catatan anggaran setiap bulan, untuk bisa makan enak itu kita butuh berapa setiap bulan. Agar suami juga paham dimana kedudukan pendapatannya atas pengeluaran yang dikehendaki itu. Asalkan jangan sampai istri jadi harus menafkahi kebiasaan makan suami seperti itu ☺

Saya biasa membuat anggaran makan setiap bulan. Misalnya dalam 1 bulan 30 hari itu berapa kali makan ayam, daging, telur, tahu, tempe, ikan, dll. Berapa kebutuhan setiap hari untuk masakan tersebut. Dengan begitu kita tidak perlu mengeluarkan dana yang sama setiap hari.

Bisa juga kita siasati untuk membeli makanan yang dikehendaki suami saat suami makan bersama saja. Kalau suami di luar, kita bisa makan sesuai dengan yang kita kehendaki.

Misalnya kita sukanya makan nasi anget dengan taburan terasi saja waktu makan siang, ya tidak apa-apa. Tidak usah juga bilang sama suami. 

Nanti malam kalau suami pulang kita makan ayam bersamanya. Jadi kan pengelurannya juga bisa diatur.

Terkadang saya juga mensiasati dengan membuat masakan campuran. Misalnya campuran tahu, udang dan sayuran. Kalau kita lebih suka makan sayur, suami bisa makan udangnya. Atau membuat sup ayam, kita makan lebih banyak, suami makan dengan ayamnya lebih banyak. Jadi tidak perlu sampai pusing 😄
✅

5. Assalamu'alaikum Teh Patra, mau minta bocoran dong Teh (garis besarnya) ttg ilmu mengenai transaksi yg diperbolehkan dan dilarang dalam islam. Nuhun Teh🙏

By Umminya Al Fatih

Jawab.
5. Pada dasarnya hukum asal muamalah itu mubah (boleh) kecuali ada dalil yang melarangnya.

Di dalam Islam, transaksi yang terlarang dikelompokkan menjadi tiga bagian besar, yaitu maisir (judi), gharar (ketidakjelasan) dan riba.

Gharar bisa terjadi dalam hal kualitas, kuantitas, harga, kepemilikan, kondisi barang, motif transaksi.
Selama ghararnya tidak terjadi, maka transaksi dropship itu tidak terlarang.

Nah disini kita perlu mempelajari lebih detail, tidak cukup hanya dengan selingan pertanyaan. 

Di dalam pelatihan yang saya sampaikan secara offline, pembahasan ini biasanya diringkas menjadi satu pertemuan sendiri untuk menerangkan masing-masing bentuk dan contohnya di kehidupan modern.

Lalu diringkas lagi di dalam buku yang saya tulis. Tapi untuk gambaran umum kiranya cukup, in syaa Allah 
✅

6.Assalamualaikum..teh patra, tlg dishare transaksi yg dilarang n diperbolehkan dlm islam..jazakillah. penanya: lia afida

Jawaban seperti no 5. ✅

7.Teh patra, pengeluaran seperti apa yang bisa dikategorikan berlebihan? Karena biasanya kan klo di bulan ramadhan kita selalu ingin menyajikan makanan yg lebih baik dibanding hari biasa, dengan alasan memberi semangat untuk yg sedang berpuasa. Baik menu sahur maupun berbuka. Nah yg demikian itu yg kadang bikin pengeluaran juga membengkak. Apa itu termasuk dalam bermewah-mewahan dan berlebihan?

Jawab. 
7. Kalau ikut sunnah Rasul sih, berbukanya dengan kurma dan air saja ya..hehe

Mungkin bisa disiasati dengan mengalihkan porsi dan biaya makan. Misalnya biasanya makan 3x dengan menu sederhana, diubah menjadi 2x dengan biaya yang sama dan tambahan menu.

Untuk beberapa jenis makanan, kita bisa membuat variasi dengan menyimpan bahan yang sama agar tidak berlebihan. 
Misalnya, kita menyimpan stok gula merah cair untuk dibuat berbagai kolak dengan jumlah secukupnya. Jangan karena kita membeli kacang hijau setengah kilo lalu kita masak semuanya, sehingga tidak termakan. 
Kita bisa rebus kacang lalu menyimpannya di kulkas, juga gula. Dan kita campur untuk membuat bubur beberapa sendok saja sesuai porsi tajil yang wajar.

Demikian juga dengan bahan masakan. teknik menyimpan bahan yang baik efektif sekali untuk menghemat anggaran memasak. Terkadang sisa bahan makanan yang dicampur bisa menjadi hidangan yang mengasyikkan dan unik. 

Misalnya sisa beberapa lembar selada dan buncis beberapa ruas saja sudah cukup untuk membuat beberapa potong gorengan yang unik.

Saya sering sengaja menyisakan sedikit bahan untuk membuat masakan campuran itu. Misalnya ayam, daging, disisakan sepotong, telur disisakan sebutir. Lalu dibuat nasi goreng dan mie goreng special. Seolah itu makanan mewah, padahal sebetulnya hanya sisa bahan makanan

Pahamkan pada anak2 bahwa bulan ramadhan ini adalah bulan suci, bulan ruhiyah dan bulan sosial. Menarik minat anak2 untuk shaum tidak mesti dengan membuat makanan berlebihan. Justru kita ingin mengajari mereka agar lebih mendekati tujuan shaum seperti di dalam al Qur'an : la'allakum tattaquun ✅

alhamdulillah..segala puji milik Allah yang sudah memberi kita rizqi untuk bersilaturahim saat ini. Semoga Allah juga memberi kita rizqi untuk bisa menyambut dan memaknai Ramadhan kali ini dengan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

Mengelola keuangan hanya salah satu bentuk ikhtiar kita, agar kita tidak terjerumus pada hal-hal yang justru dilarang dalam Islam. 

Semoga Allah memberkahi segala ikhtiar kita, memudahkan segala urusan kita dan memberi kelimpahan dan keberkahan rizqi pada kita semua.

Wallahu a'lam. Mohon maaf atas segala yang kurang berkenan. Saya mohon pamit ya.. Wassalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu

11:37:00 PM No komentar
Newer Posts
Older Posts

Follow Us

Kita

Kita

Banyak Dibaca Bulan Ini

  • Kulwhapp : Tanya Jawab Seputar ASI
    Peresume : Neneng  Kuliah dan Diskusi Whatsapp (Rabu, 16 Agustus 2017) Oleh: dr. Hany Handayany (Konselor Menyusui)  SELUK B...
  • KOPDAR AKBAR -26 FEBRUARI 2017
    "Membangun peradaban itu dimulai dari ibunya, kalau perempuan tidak bangga menjadi Ibu, maka tidak akan lahir generasi hebat dari ...
  • KULWHAPP BISNIS : DIAN PERWITASARI (FREEZY BROWNIEZZ)
    Hari / tanggal : Jum'at, 21 Oktober 2016  Pukul : 20.00-21.30  Narasumber : Dian Perwitasari  Peresume : Ummi Haajiroh Must...
  • Tutorial Upload File ke Google Docs
    Temen-temen peserta perkuliahan Matrikulasi IIP Batch#2, Metode belajar kita adalah dengan menyimak materi yang diposting setiap senin p...
  • Pengumuman Kelas Matrikulasi Batch 4
  • Misi Hidup Keluarga (Minat-Bakat)
    29 Juli 2018 Narasumber : Nisa Nurarifah  Moderator : Sugih Assalamu'alaikum wr wb.. Salam kenal pada semua Ibu Pr...
  • KULWHAPP : HARI PERTAMA SEKOLAH
    Resume kuliah whatsapp IIP Karawang Jumat, 14 Juli 2017  Pukul 20.00-21.30 " Hari pertama ku Sekolah!"  Narasumber : Pra...

Labels

Anak Ayah Bisnis Bullying Craft Dapur Diswhapp FBE Home Education Hukum Jahit Kebudayaan Kecantikan Keluarga Kesehatan Kopdar Kulwhapp Mancanegara Mastermind Matrikulasi Menulis Psikologi Review Rumbel Storytelling Tutorial

Blog Archive

  • ▼  2018 (31)
    • ▼  Desember (1)
      • Berbahasa Cinta dengan Pasangan dalam Mahligai Rum...
    • ►  Agustus (17)
    • ►  Maret (13)
  • ►  2017 (26)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (21)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Mei (8)
  • ►  2015 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates