facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

 Ibu Profesional Karawang




29 Juli 2018

Narasumber : Nisa Nurarifah 
Moderator : Sugih


Assalamu'alaikum wr wb..

Salam kenal pada semua Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga..❤

Sebagai awwalan, terima kasih banyak pada IP Karawang yang telah berkenan memberikan kesempatan pada saya untuk berbagi.. Semoga memberikan manfaat..

Bunda sekalian, saya bukanlah pakar tentang minat & bakat, apalagi  tentang Misi Hidup.. Namun alhamdulullah laa haula wa laa quwwata illaa billah, saya merasa bahwa saya  telah menemukan misi hidup saya yang juga telah menjadi misi keluarga. Karenanya dalam kesempatan kali ini, perkenankan saya untuk sedikit bebagi pengalaman yang belum banyak ini..

Misi hidup saya yang kini telah menjadi Misi Hidup Keluarga adalah adalah Berkontribusi di Ranah Pendidikan. Wallahu 'alam

Setelah saya renungkan, proses panjang menemukannya melalui 3 tahap, yaitu ACT (lakukan) yang meliputi 3 tahapan, yaitu Accept, Connect, dan Track

1⃣ Accept (Menerima)
Menerima bahwa diri kita tidak sempurna dengan banyak sekali kekurangan,namun tentu punya banyak kelebihan di sisi lainnya...

Menerima perjalanan hidup kita,  yang tentunya tidak sempurna dengan berbagai laku likunya.. Namun tentu memiliki banyak sejarah indahnya yang sangat patut kita syukuri..

Menerima bahwa pasangan kita tidak sempurna, begitupun anak-anak kita.. Namun mereka tentu punya banyak kelebihan yang membuat mereka bersinar..

Jika setiap anak adalah bintang, maka diri kita pun demikian, setiap ibu adalah Bintang..
Begitu pula dengan keluarga kita.. Setiap Keluarga adalah bintang dengan segala keunikannya..

Ya.. Ikhlash.., menerima segala sesuatu sebagai bagaian dari Qadha & Qadar Allah.. Menguatkan iman kita terhadap rukun yang keenam..

Ini tahapan yang sangat penting, karena bagian dari tazkiyatunnafs (penyucian jiwa) untuk memulai segalanya menjadi bermakna..

2⃣ Connect (Menghubungkan)
Setelah mampu menerima segala yang terkait hidup saya hingga pada titik tertentu, maka saya melanjutkannya dengan connect, mencoba menggali hikmah dari setiap takdir yang Allah tetapkan.. Maa kholaqta haadzaa baathilaa (QS. Ali Inran:191 ), tiada sesuatu takdir pun yang sia-sia.. Pasti ada maksud tertentu dibalik semua sejarah ini.. 

Mencoba mengambil hikmah, kenapa saya dulu dilahirkan dari orangtua & keluarga besar A.. Mengapa ditakdirkan belajar di tempat A, kuliah di A dengen jurusan A.. Mengapa saya ditakdirkan menikah dengan A.. Hingga mengapa saya ditakdirkan bergabung di IP Bandung & sempat terpilih menjadi ketuanya..

Ternyata semua memgerucut ke misi tertentu yang baru dengan yakin saya temukan saat melalui tahapan yang ketiga yaitu Track..

3⃣ Track (Menelusuri)
Di fase ini saya mencoba meneluri minat & bakat saya melalui konsep kuadran yang pernah diberikan di IP Bandung, yaitu 4 E (Enjoy, Easy, Excellent & Earn).. 
1⃣Enjoy
Sejak kecil saya senang mengasuh, pulang sekolah seringnya mengasuh anak tetangga & melatihkan mereka banyak hal. Bahkan saya suka merasa bahagia bila berhasil menghentikan tangis, menidurkan, menyuapi, melatihkan do'a & lagu2 anak tetangga yang balita/saudara sejak kecil.
Saya mulai mengajar saat kelas 1 SMP hingga sekarang dan saya merasa berbinar-binar saat mengajar meskipun kadang dengan penghasilan yang tidak sepadan atau tidak dibayar, atau bahkan saya yang mengeluarkan..hihi. Saya merasa bahagia ketika melihat orang lain faham/bisa.

2⃣Easy
Saya merasa mengajar itu mudah bagi saya. Tidak stres saat bertemu murid, saat menjadi guru formal terkadang yang membuat kurang nyaman adalah administrasi..😅

3⃣Excellent
Merasa ada di tahap ini saat mendapat feedback positif berupa:
- Diterima menjadi guru di sekolah islami internasional saat belum lulus sarjana
- Mendapat apresiasi dari dikti untuk program Taman Prestasi (taman pendidikan bagi anak-anak jalanan)
- Mendapat apresiasi dari koran Republika tentang Lulu Smart Bag
- Mendapat banyak undangan untuk menjadi natasumber tema pendidikan

4⃣Earn
- Mendapatkan penawaran investor untuk produk Lulu Smart Bag
- Mendapatkan penawaran investor untuk membuka cabang sekolah Lebah Putih SoL ▶ White Bee SoL

Di fase ini,saya juga mencoba untuk memvalidasi nya dengan suatu alat pemetaan bakat.

Dan masyaAllah semua mengerucut pada 1 aspek, bahwa misi pribafi saya adalah Pendidik dan misi hidup keluarga kami adalah di ranah Pendidikan.. Wallahu'alam Bishhowwab..😇

Mohon do'a dari semuanya, semoga Allah mudahkan & berkahi kami dalam mengemban misi ini..

-----
Tanya Jawab
-----

1⃣
Assalamualaikum teh Nisa yang luar biasa
Nama : Feni, IP karawang
Pertanyaan : Untuk menemukan minat dan bakat anak pakai konsep 4E juga kah teh?

Untuk menemukan minat dan bakat anak pakai konsep 4E juga kah teh?

Betul teh.. Amati kegiatan apa yang sepertinya anak memenuhi 4 unsur tersebut.. Bisa fibantu dengan tools Pandu 45 untuk memetakan.

Untuk bakat, 7 tahun pertama pesan Bu Septi santai aja teh.. Yang terpenting memperkenalkan sebanyak-banyaknya pengalaman & wawasan.. "Kaya wawasan". Dan di tahap ini juga anak diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk banyak mencoba, karena anak bisa memutuskan mana yang "paling" baginya, saat ia telah mencoba banyak hal. Di tahun kedua mulai amati dengan seksama, di tahun ketiga biasanya mulai terlihat mengerucut..

2⃣
Nama: Rahma. teh nisa, bagaimana menjadikan misi hidup istri bisa chatting sejalan dengan misi hidup suami, sehingga punya misi keluarga yang selaras?

Benahi komunikasi produktif dengan pasangan teh.. Mulai banyak ngobrol dari hati kehati... Dari sekian banyak perbedaan dengan suami, pasti kita punya kesamaan. Nah, dalam kesamaan itulah kita bisa mulai meneluuri misi hidup keluarga kita apa..
Dulu saat pertama buat rapat keluarga mingguan atau yg biasa kami sebut FBT (Family Bonding Time), kami mulai dengan sama-sama buat list kelebihan & kekurangan pasangan.. 

Karakter & kekuatan pasti banyak perbedaan, namun bisa kota kolaborasi dalam satu bidang yang sama2 kita suka. Misal, dalam Ranah Pendidikan: Peran suami saya lebih banyak di Arranger & Planner artinya konseptor banget. Sedangkan saya yg bakatnya dominan di komunikasi lebih banyak di ranah eksekutor..


3⃣
Nama : segarnis
Asal : IIP bekasi 2
Pertanyaan :
1. Apakah dengan misi tersebut juga seragam dengan misi suami? Maksudnya apakah suami juga merasakan kalau misi nya adalah sebagai pendidik juga?
2. Untuk exellent apakah harus sebuah penghargaan dr orang lain, kalau kita belum punya penghargaan tsb bagaimana?
3. Bagaimana kalau kesenangan kita tdk hanya 1 hal bagaimana?

1. Betul teh, karena mata kami sama2 berbinar kalau sudah ngobrolin pendidikan. Dan ini akan banyak terasah & teryakini saat semakin banyak melakukan family project, yang akhirnya mengerucut pada ternyata kebanyakan family project kami berbau pendidikan.. Bisa jadi keluarga teteh tentang kuliner, sosial, da'wah, bisnis, dll.. sangat luas kemungkinannya..
2  Tidak harus teh.. IMHO, feedback dari orang2 terdekat juga bisa.. Misal menurut suami, keluarga atau rekan kerja, teteh melakukan hal A dengan sangat baik dan dalam jangka waktu diatas rata2 itu bisa disebut excellent juga teh..
3 . Masukan ke kuadran pemetaan minat & bakat, cari yang paling & fokuslah pada satu bidang.. Saya sertakan setelah ini ya.. Tinggikan gunung, jangan ratakan lembah.. Tak ada orang yang bisa 100% dalam beberapa hal disaat yang sama..
✅

4⃣
Nama : muly
Pertanyaan : 
Assalamualaikm teh nisa,,
Terima kasih sdh mnyempatkN waktu untuk berbagi ilmu dengan kami disini,,teh ada bbrp hal yg ingin saya tnyakan,,
- apakah misi hidup selalu didukung oleh orang2 terdekat teh? Misal kita sdh merasa ini adlh misi hidup kita didunia tp disisi lain orang terdekat (katakan lah suami) tidak mendukung apkh “itu misi hidup” kita atau hnya “keinginan” kita?
Nisa Kulwhap: 
4⃣ Betul teh.. Bika belum mendapat dukungan sekitar, artinya baru pada tahap keinginan/kekuatan kita.. Apa yg harus dilakukan selanjutnya? 
Inside Out.. Tekuni dengan sungguh-sungguh, sampai mendapat feedback yg positif dari orang sekitar.. Be Professional, let others to follow.. Bila kita melakukan dengan sungguh-sungguh, maka dengan sendirinya orang lain akan mengiyakan/mengikuti.. Butuh kesabaran & ketekunan memang untuk meniti KM kita... Tapi.. we'll never know until we've tried.. Kuncinya hanya satu, tekuni & temukan.. Tentu dengan memohon petunjuk Allah SWT.

5⃣
Assalamualaikum Teteh

Nama: Hana Pratiwi
Pertanyaan:
Teh sya punya anak usia 5bln
Sya bekerja d PT 
Sya sempat bimbang teh sebenernya dr bulan kemarin ingin resign biar bsa full mengurus anak
Tp suami lebih mendukung sya untuk tetap bekerja 
Keinginan suami bertolak belakang dg keinginan saya 

Bagaimana cara menyikapinya teh 

Terimakasih

Nisa Kulwhap: 5⃣ Life is all about choices, and every choice has it's consequences.. Saat sudah menikah tak ada lagi AKU, yang ada adalah KITA. Diskusikan bersama, bila resign konsekuensinya apa saja, antisipasinya bagaimana. Kalau lanjut juga bagaimana.. Dari kedua pilihan tersebut, konsekuensi mana yang keduanya lebih siap hadapi.. Dalam urusan pilihan tiap keluarga, tidak ada benar & salah.. karna tiap keluarga punya kondisi & situasi yang berbeda..

Jika keputusannya resign, bisa jadi Misi Hidup nya tetap sama di bidang Pendidikan, namun dengan lahan yang berbeda.. bisa jadi hukan di PT lagi.. tapi di rumah, komunitas, atau tempat lain yang maaih misteri.. Kalau lanjut, mungkin memang disana. Stay positive.

8:06:00 PM No komentar
 
Kulwap HEbAT Matrikulasi 1 ~ Materi Pokok 8 🔊🔊 
  
🍎 Tema : Teknik Pre-Aqil Baligh 11-14 tahun 
🍎 SME : ust Harry Santosa 
🍎 Host : Lala & Rita 
🍎 Notulen: Lala 
 
⏰ Selasa 19 April 2016 
🕣 Pukul 19.30 - 21.00 

Pada rentang usia pre-aqil baligh 8-14 tahun, orang tua memandu anak untuk "kaya akan gagasan", setelah kaya akan wawasan (0-7 tahun). Orang tua menjadi teman bermain bagi anak, dan anak mulai bisa mempunyai peran dalam keluarga besar dan komunitas. Pada masa ini, anak boleh bergonta-ganti ide.

Pada masa usia pre-aqil baligh 8-14 tahun, adalah saat untuk menularkan value/nilai dan karakter, karena di usia 7 tahun merupakan masa pembentukan karakter. 

Perlu dipahami, bahwa value/nilai keluarga dan karakter tidak bisa diajarkan, namun ditularkan melaui keteladanan.

Pada usia 8-14 tahun, umumnya anak sudah mulai tidak ego sentris. Pada masa ini anak mulai melihat nilai-nilai sosial, etika-etika dasar dalam ajaran Islam. Pada usia sebelumnya (0-7 tahun) anak sudah mulai diperintahkan shalat.

Rentang usia pendidikan anak usia 8-14 tahun, terbagi pada 2 tahap :

*Usia 8-10 tahun : mengenal potensi diri, magang/club untuk membuka wawasan sehingga melahirkan gagasan, dan mulai menjalani ibadah syariah.

*Usia 10-14 tahun : belajar bersama Maestro, magang project, menghebatkan potensi diri, kemandirian, kepemimpinan dan sebagainya.

Anak-anak di jenjang usia 8-14 tahun mulai mengenal “MIMPI apa yang akan dia BANGUN”. 

Ada beberapa tahapan yang ditempuh pada fase ini:

🍃I. Pandu anak untuk memahami misi hidupnya dengan cara:

1.Mengajak akan untuk paham “Who am I?”
2.Mengajak anak untuk memahami alam sekitarnya/lingkungannya (kearifan lokal)
3.Mengajak anak untuk memahami zaman saat dia dibesarkan dan prediksi zaman saat anak ‘aqil baligh nanti.
4.Kuatkan aqidah anak akan keberadaan Allah swt.

🍃II. Pandu anak untuk memahami potensi dan bakatnya.

Di bawah ini adalah tahapan yang sudah dipraktekkan oleh Ibu Septi Peni Wulandani dan Pak Dodik Maryanto kepada anak-anak beliau, dengan tahapan sebagai berikut:
1. Memperbanyak aktifitas anak yang NON-Pelajaran, agar anak cepat menemukan potensi dirinya.
2. Memasukkan anak ke club Talent sesuai dengan potensi yang ditemukan dan diulang terus menerus.
3. Ajak anak menuangkan mimpinya dalam VISION BOARD
4. Memperkenalkan anak kepada beberapa learning model yang berkaitan dengan mimpi anak.
5. Memandu anak-anak untuk membuat Talent based Individual Project.
6. Menularkan Leadership dengan benar. 

🍃 Tanya - Jawab 🍃 

Alhamdulillah, apakabar ayah bunda HEbAT 🙏😊 semoga Allah Ta'ala memudahkan langkah kita untuk menyambut panggilanNya kembali kepada fitrah kita sebagai pendidik sejati untuk mendidik fitrah anak anak kita. Allahumma aamiiin 

Ayah Bunda yang baik, sebagai pembuka kuliah malam ini, saya ingin menyampaikan bahwa usia 11-14 adalah masa paling berat bagi anak anak selama masa anak anak mereka. 

JIka kita tidak menggunakan masa ini sebaik baiknya untuk menyempurnakan fitrah mereka menuju aqil baligh maka banyak faktor luar yang akan memanfaatkan masa ini untuk menyimpangkan mereka. 

Mengapa berat, karena inilah fase terakhir anak-anak menuju aqil baligh atau menuju mukalaf atau kewajiban memikul beban syariah. 

Barangkali anak anak kita saat ini masih balita, namun kita harus memiliki pandangan komprehensif mendidik sampai aqil baligh agar kita tidak lebay dan juga tidak lalai. Mari berdiskusi malam ini dengan rileks ya, jangan ragu jika ingin menyampaikan pengalaman atau pertanyaan ✅ 

1⃣ bunda Wiwik, Klaten

Putra saya 11 th pengen banget jadi arsitek. Langkah langkah apa saja yang saya lakukan sebagai orang tua Pak Harry? Dari  pengamatan saya dia sudah berhasil membuat proyek2 kecil2, misal berhasil membuat beberapa robot kecil yang punya fungsi menggerakan, seperti kipas listrik, mobil kecil, lampu senter, robot dinosaurus, dan lain-lain masih banyak. Dia juga suka gambar-gambar apapun sebelum dibuat projek. 
Tapi saya belum ada gambaran mau saya ikutkan ke maestro siapa....gt Pak Harry. Anak sy kls 5sd. Mohon bimbingannya ustad.

Jawab: 
1⃣bunda Wiwik yang baik di Klaten, 
Saya kira yang bunda lakukan sudah bagus dan relevan. Ananda berarti suka merancang atau membuat prototype utk menuangkan ideanya. Setidaknya 2 bakat yg dibutuhkan peran arsitek sudah punya yaitu suka membuat idea (ideator) dan suka merancang (designer). Ditambah eksekusi prototype nya, ini level engineer, beberapa arsitek biasanya tdk sampai eksekusi.

Mencari Maestro ini urusan rezqi juga, maka banyaklah berdoa agar diberi kemudahan. 

Maestro ini bisa online atau offline. Sebaiknya bunda riset dulu, bidang arsitek spt apa dan lingkup skill n knowledge yg diperlukan bagaimana. 

Untuk yg offline, kalau tdk punya teman yg bisa dijadikan maestro, syaratnya "jangan minder" atau berani demi anak. Toh tidak haram. Di Klaten kan banyak rumah atau gedung bagus lagi dibangun, datangi saja pimpro nya dan minta bertemu arsiteknya. Lalu sampaikan saja maksud bunda untuk magang. 

Nanti akan berkembang diskusi, akan terpetakan skill n knowledge apa yg diperlukan sebelum magang  dsbnya. 
JIka ada waktu dan kelapangan rizqi bisa mengunjungi tempat Maestro yang ada di luar kota ✅ 
catatan: Mulai saja, nanti jalan jalan akan terbuka. Begitu pengalaman saya dengan anak anak.
Mohon doanya dan dukungan agar group HEbAT bisa memfasilitasi database maestro dan pemagangan segera ya.

2⃣ bunda Ratna , Solo. 
Anak sya umur 14 tahun, sekarang sekolah di SMP islam dan tdk dpt mengikuti pelajaran dg baik. Di sekolah dpt gelar trouble maker oleh ustadznya. Apa yang harus sy lakukan? 

Ketika saya tanyakan cita² nya dia ingin punya peternakan sapi dan jd offroader. 
Sdh 2 kali ini ikut even offroad. Anak saya ini bisa nyetir mobil dg belajar sendiri dr mengamati ayahnya..
Mhn pencerahannya...
Terimakasih 

Jawab: 
2⃣bunda Ratna yang baik di Solo,
Ada 2 hal penting di usia 14 tahun,  yang pertama ananda sudah menjelang pemuda atau bahkan sudah pemuda yg wajib memikul beban syariah dan punya peran sosial, dan yang kedua sebagai pemuda maka dia harus eksis atau punya peran atas bakatnya yg didukung dan dihargai. 

Sebagai pemuda, tentu dia sudah menjadi orang dewasa yg tdk mau lagi diatur, krn tdk ada orang dewasa yg suka di atur. Di sisi lain, sebagai pemuda, ananda sudah harus diberi kesempatan menjadi dirinya sendiri dengan mengambil peran di sosialnya. 

Mengapa Trouble Maker? Sesungguhnya, tidak boleh seorang ustadz menyebut atau menstigma seorang anak dengan sebutan yg buruk, tetapi mencari dan menggali akar masalah mengapa ananda nampak trouble maker. 

Saya kira masalahnya adalah : 
1. Ananda masih dianggap anak anak oleh sekolahnya, tdk pernah diakui eksistensinya dan tdk punya peran sosial sbg pemuda
2. Ananda tidak mendapat dukungan untuk mengembangkan bakatnya. Sekolahnya tdk relevan dengan bakatnya sbgmn kebanyakan sekolah.

Saran saya, minta sekolah untuk menghentikan stigma penyebutan trouble maker, nanti bisa jadi konsep diri. Yang kedua beri jalan utk pengembangan bakatnya, dengan offroadnya. Yang ketiga, libatkan dalam peran2 sosial yg sejalan dengan bakatnya, misalnya menjadi relawan bencana di ACT dll✅ 

3⃣ bunda Feby - semarang 
1. Tertarik pada lawan jenis (alhamdulillah lawan jenis, bukan sesama jenis 😂) masuk di fitrah apa ya??
2. Bagaimana membentuk dan mengarahkan fitrah tersebut pada anak umur 10-14?? 

Jawab: 
3⃣bunda Feby yang baik,
1. Ini fitrah seksualitas
2. Di usia 10-14, dekatkan anak perempuan ke ayahnya, dan dekatkan anak lelaki ke ibunya. Agar keduanya memperoleh sosok ideal lawan jenisnya dan agae anak lelaki tahu bagaimana memandang wanita dari kacamata wanita (ibunya), dan anak perempuan tahu bagaimana memandang lelaki dari kacamata lelaki (ayahnya). 

Anak perempuan yg tdk dekat ayahnya pd rentang usia tsb, berpeluang menyerahkan tubuhnya pd lelaki yg dianggap sosok ayahnya ketika dewasa, dan ketika menikah cenderung tdk setia. 

Anak lelaki yg tdk dekat dengan ibunya pd rentang usia tersebut, cenderung suka berpacaran dan melecehkan perempuan, dan ketika menikah cenderung kasar thd istrinya. ✅ 

4⃣ Bunda Tyas , Solo.  
* Ustad minta tolong dijelaskan maksud no 5.Memandu anak-anak untuk membuat Talent based Individual Project. 
* usia anak saya 9th, yg terlihat jelas dia suka ngomong sendiri bgtu. Apakah dari situ bisa digali bakatnya lbh jauh? 
Terima kasih ust harry. 

Jawab: 
4⃣bunda Tyas yang baik di Solo,
1. Talent based individual project ini adalah proyek2 yg berisi kegiatan2 yg relevan dengan bakat anak. Misalnya jika anak suka menulis, maka proyeknya bisa menerbitkan buku, atau magang dengan penulis atau bikin blog dengan 100 artikel dalam setahun dstnya. Atau jika anaknya suka travel, maka proyeknya bisa mendaki Semeru, backpaker Umroh, jelajah hutan bersama mapala UI dll.

Dalam proyek tentu harus dibuat 4 hal, yaitu: scope of works, activity n time schedule, cost, quality atau indikator keberhasilan atau indikator fitrah yg bisa meningkat setelah proyek.

2. Kalau suka bicara sendiri, sepanjang bukan halusinasi atau ada suara2 aneh yang didengar, berarti anak bunda kemungkinan suka mengkhayal atau berimajinasi kuat. 

Banyak pakar menyarankan anak anak yg punya imajinasi kuat untuk menuangkannya dalam karya tulisan atau karya seni. Jika tidak, dia bisa hanyut dalam dunianya sendiri dan bisa jadi unsocial atau berpotensi menjadi depresi atau bipolar dsbnya. Saran saya untuk meyakinkan coba ajak ke psikolog utk diskusi santai✅

5⃣ bunda Lala , jepara 
Saya blm memahami yg no.4 , mohon penjelasan ttg: 
4. Memperkenalkan anak kepada beberapa learning model yang berkaitan dengan mimpi anak.
Learning model itu  contoh2nya sperti apa ya pak harry? 
Terima kasih

Jawab:  
5⃣bunda Lala yang baik,
Learning model adalah model pembelajaran yang disesuaikan dengan keunikan anak dan juga mimpi anak. Yang disebut mimpi itu adalah vision atau cita2 jangka pendek yg selaras dengan bakat atau keunikan. 

Vision itu bukan desires dan bukan keinginan materi, tetapi aktifitas bermakna yang meoahirkan karya atau memberi manfaat bagi sesama. 

Model pembelajaran itu bisa project based learning, inquiry based learning (dulu problem based learning) atau strength based learning dsbnya ✅ 

6⃣ Bunda Fitri, jogja 
Anak saya perempuan 11th, diceritain sama sepupunya yg SMPnya boarding school, kalo di sekolah boarding menyenangkan, kegiatan banyak, dan teman2nya jg banyak...menyenangkan. 

Sdh saya tanyain nanti disana gimana kalo pagi bangun harus pagi2 sholat tahajjud & hafalin surat? Kuat tidak? Praktek bhs arab juga,  gimana?
Jawabnya: pokoknya seneng semua...

Smntr ayahnya masik mikir2, kalo boarding kan jadinya gak serumah sama anak, gak bisa lihat anaknya tiap hari... 
Anak saya cita2nya pengen jadi guru/dosen. Kebetulan lingkungan banyak yg guru.   
Sebaiknya bagaimana ya ust Harry? 
Terima kasih 

Jawab: 
6⃣bunda Fitri yang baik di Jogja,
Banyak pakar menyarankan agar anak tidak diboarding school sampai aqilbaligh atau usia 14-15 tahun. 
Alasannya adalah terkait dengan fitrah seksualitas yang memerlukan kehadiran ayah ibu secara dekat. Kasus2 LGBT juga banyak terjadi di boarding school jika fitrah seksualitas ini belum utuh. 

Misalnya anak perempuan belum punya gambaran sosok pria ideal dari ayahnya, belum memahami bagaimana lelaki dari cara pandang lelaki, belum terpuaskan kedekatannya pada ayahnya dstnya. 

Beberapa pesantren saya lihat cukup bijak dengan tidak mengasramakan tetapi menghomestaykan santrinya di rumah atau keluarga di sekitar pesantren dengan sosok ayah dan ibu utuh. 

Saran saya sebaiknya dipertimbangkan hal fitrah seksualitas ini, bukan hanya fitrah sosial dan fitrah keimanan ✅ 

🍃7⃣ Bunda Rina , jepara 
Kami ada rencana utk HE/HS, tp msh mengukur kemampuan dan kesiapan diri.  
Anak saya skrg kls 4 SD rencananya nunggu SMP skalian.. 
Sementara kami pengenalan lagi,  sambil cari info tentang tes tallent mapping dulu... 
Maksud hati kalo sdh TM, nanti didiskusikan sama anaknya maunya kemana...baru kita nyusun kurikulum dsb. 
Mohon petunjuknya ustad. Jazakumullah. 

Jawab: 
7⃣bunda Rina yang baik,
HE sesungguhnya tdk mempermasalahkan sekolah atau tidak sepanjang fitrah anak anak kita tumbuh paripurna. Sekolah hanyalah pendukung di sisi skill n knowledge, bukan pendidikan dalam arti yang luas dan bermakna. 

Jika sekolah mengganggu atau tdk membantu tumbuh kembang fitrah maka pertimbangkan utk memenuhi skill n knowledge dari tempat lain, misalnya dunia maya dan klub sains. 

Banyak anak tidak berbakat dalam 1 bidangpun dalam akademis, maka sayang jika mendapat sekolah yg hanya fokus pd wacana prestasi akademis. 
Jika hanya prestasi akademis yg jadi orientasi sekolah, maka anak yg tdk berbakat akademis akan dicap bodoh. Hal ini akan membuat konsep diri dan fitrah bakatnya terancam rusak. Sebagian anak yg tdk berbakat akademis menjadi nakal dan divonis trouble maker atau tdk punya masa depan.

Saran saya, jika harus bersekolah, pilihlah sekolah yg mendukung perkembangan semua fitrah, terutama fitrah bakat  utk anak di atas 10 tahun. 

Jika anak berbakat akademis, pilihlah sekolah yg memang bagus dalam sains, jika tidak ada, maka klub sains lebih bagus dan paket kesetaraan bisa menjadi pertimbangan.  

Jika anak tdk berbakat akademis maka saran saya fokus saja pada akhlak dan bakat. Bisa jalur professional atau jalur entrepreneur.

Personalized curriculum harus dibuat dimana semua potensi fitrah terpetakan dan terencanakan pengembangannya dengan baik✅

9:37:00 AM No komentar
Older Posts

Follow Us

Kita

Kita

Banyak Dibaca Bulan Ini

  • Kulwhapp : Tanya Jawab Seputar ASI
    Peresume : Neneng  Kuliah dan Diskusi Whatsapp (Rabu, 16 Agustus 2017) Oleh: dr. Hany Handayany (Konselor Menyusui)  SELUK B...
  • KOPDAR AKBAR -26 FEBRUARI 2017
    "Membangun peradaban itu dimulai dari ibunya, kalau perempuan tidak bangga menjadi Ibu, maka tidak akan lahir generasi hebat dari ...
  • KULWHAPP BISNIS : DIAN PERWITASARI (FREEZY BROWNIEZZ)
    Hari / tanggal : Jum'at, 21 Oktober 2016  Pukul : 20.00-21.30  Narasumber : Dian Perwitasari  Peresume : Ummi Haajiroh Must...
  • Tutorial Upload File ke Google Docs
    Temen-temen peserta perkuliahan Matrikulasi IIP Batch#2, Metode belajar kita adalah dengan menyimak materi yang diposting setiap senin p...
  • Pengumuman Kelas Matrikulasi Batch 4
  • Misi Hidup Keluarga (Minat-Bakat)
    29 Juli 2018 Narasumber : Nisa Nurarifah  Moderator : Sugih Assalamu'alaikum wr wb.. Salam kenal pada semua Ibu Pr...
  • KULWHAPP : HARI PERTAMA SEKOLAH
    Resume kuliah whatsapp IIP Karawang Jumat, 14 Juli 2017  Pukul 20.00-21.30 " Hari pertama ku Sekolah!"  Narasumber : Pra...

Labels

Anak Ayah Bisnis Bullying Craft Dapur Diswhapp FBE Home Education Hukum Jahit Kebudayaan Kecantikan Keluarga Kesehatan Kopdar Kulwhapp Mancanegara Mastermind Matrikulasi Menulis Psikologi Review Rumbel Storytelling Tutorial

Blog Archive

  • ▼  2018 (31)
    • ▼  Desember (1)
      • Berbahasa Cinta dengan Pasangan dalam Mahligai Rum...
    • ►  Agustus (17)
    • ►  Maret (13)
  • ►  2017 (26)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (21)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Mei (8)
  • ►  2015 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates