facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download

 Ibu Profesional Karawang

 
Kulwap HEbAT Matrikulasi 1 ~ Materi Pokok 8 🔊🔊 
  
🍎 Tema : Teknik Pre-Aqil Baligh 11-14 tahun 
🍎 SME : ust Harry Santosa 
🍎 Host : Lala & Rita 
🍎 Notulen: Lala 
 
⏰ Selasa 19 April 2016 
🕣 Pukul 19.30 - 21.00 

Pada rentang usia pre-aqil baligh 8-14 tahun, orang tua memandu anak untuk "kaya akan gagasan", setelah kaya akan wawasan (0-7 tahun). Orang tua menjadi teman bermain bagi anak, dan anak mulai bisa mempunyai peran dalam keluarga besar dan komunitas. Pada masa ini, anak boleh bergonta-ganti ide.

Pada masa usia pre-aqil baligh 8-14 tahun, adalah saat untuk menularkan value/nilai dan karakter, karena di usia 7 tahun merupakan masa pembentukan karakter. 

Perlu dipahami, bahwa value/nilai keluarga dan karakter tidak bisa diajarkan, namun ditularkan melaui keteladanan.

Pada usia 8-14 tahun, umumnya anak sudah mulai tidak ego sentris. Pada masa ini anak mulai melihat nilai-nilai sosial, etika-etika dasar dalam ajaran Islam. Pada usia sebelumnya (0-7 tahun) anak sudah mulai diperintahkan shalat.

Rentang usia pendidikan anak usia 8-14 tahun, terbagi pada 2 tahap :

*Usia 8-10 tahun : mengenal potensi diri, magang/club untuk membuka wawasan sehingga melahirkan gagasan, dan mulai menjalani ibadah syariah.

*Usia 10-14 tahun : belajar bersama Maestro, magang project, menghebatkan potensi diri, kemandirian, kepemimpinan dan sebagainya.

Anak-anak di jenjang usia 8-14 tahun mulai mengenal “MIMPI apa yang akan dia BANGUN”. 

Ada beberapa tahapan yang ditempuh pada fase ini:

🍃I. Pandu anak untuk memahami misi hidupnya dengan cara:

1.Mengajak akan untuk paham “Who am I?”
2.Mengajak anak untuk memahami alam sekitarnya/lingkungannya (kearifan lokal)
3.Mengajak anak untuk memahami zaman saat dia dibesarkan dan prediksi zaman saat anak ‘aqil baligh nanti.
4.Kuatkan aqidah anak akan keberadaan Allah swt.

🍃II. Pandu anak untuk memahami potensi dan bakatnya.

Di bawah ini adalah tahapan yang sudah dipraktekkan oleh Ibu Septi Peni Wulandani dan Pak Dodik Maryanto kepada anak-anak beliau, dengan tahapan sebagai berikut:
1. Memperbanyak aktifitas anak yang NON-Pelajaran, agar anak cepat menemukan potensi dirinya.
2. Memasukkan anak ke club Talent sesuai dengan potensi yang ditemukan dan diulang terus menerus.
3. Ajak anak menuangkan mimpinya dalam VISION BOARD
4. Memperkenalkan anak kepada beberapa learning model yang berkaitan dengan mimpi anak.
5. Memandu anak-anak untuk membuat Talent based Individual Project.
6. Menularkan Leadership dengan benar. 

🍃 Tanya - Jawab 🍃 

Alhamdulillah, apakabar ayah bunda HEbAT 🙏😊 semoga Allah Ta'ala memudahkan langkah kita untuk menyambut panggilanNya kembali kepada fitrah kita sebagai pendidik sejati untuk mendidik fitrah anak anak kita. Allahumma aamiiin 

Ayah Bunda yang baik, sebagai pembuka kuliah malam ini, saya ingin menyampaikan bahwa usia 11-14 adalah masa paling berat bagi anak anak selama masa anak anak mereka. 

JIka kita tidak menggunakan masa ini sebaik baiknya untuk menyempurnakan fitrah mereka menuju aqil baligh maka banyak faktor luar yang akan memanfaatkan masa ini untuk menyimpangkan mereka. 

Mengapa berat, karena inilah fase terakhir anak-anak menuju aqil baligh atau menuju mukalaf atau kewajiban memikul beban syariah. 

Barangkali anak anak kita saat ini masih balita, namun kita harus memiliki pandangan komprehensif mendidik sampai aqil baligh agar kita tidak lebay dan juga tidak lalai. Mari berdiskusi malam ini dengan rileks ya, jangan ragu jika ingin menyampaikan pengalaman atau pertanyaan ✅ 

1⃣ bunda Wiwik, Klaten

Putra saya 11 th pengen banget jadi arsitek. Langkah langkah apa saja yang saya lakukan sebagai orang tua Pak Harry? Dari  pengamatan saya dia sudah berhasil membuat proyek2 kecil2, misal berhasil membuat beberapa robot kecil yang punya fungsi menggerakan, seperti kipas listrik, mobil kecil, lampu senter, robot dinosaurus, dan lain-lain masih banyak. Dia juga suka gambar-gambar apapun sebelum dibuat projek. 
Tapi saya belum ada gambaran mau saya ikutkan ke maestro siapa....gt Pak Harry. Anak sy kls 5sd. Mohon bimbingannya ustad.

Jawab: 
1⃣bunda Wiwik yang baik di Klaten, 
Saya kira yang bunda lakukan sudah bagus dan relevan. Ananda berarti suka merancang atau membuat prototype utk menuangkan ideanya. Setidaknya 2 bakat yg dibutuhkan peran arsitek sudah punya yaitu suka membuat idea (ideator) dan suka merancang (designer). Ditambah eksekusi prototype nya, ini level engineer, beberapa arsitek biasanya tdk sampai eksekusi.

Mencari Maestro ini urusan rezqi juga, maka banyaklah berdoa agar diberi kemudahan. 

Maestro ini bisa online atau offline. Sebaiknya bunda riset dulu, bidang arsitek spt apa dan lingkup skill n knowledge yg diperlukan bagaimana. 

Untuk yg offline, kalau tdk punya teman yg bisa dijadikan maestro, syaratnya "jangan minder" atau berani demi anak. Toh tidak haram. Di Klaten kan banyak rumah atau gedung bagus lagi dibangun, datangi saja pimpro nya dan minta bertemu arsiteknya. Lalu sampaikan saja maksud bunda untuk magang. 

Nanti akan berkembang diskusi, akan terpetakan skill n knowledge apa yg diperlukan sebelum magang  dsbnya. 
JIka ada waktu dan kelapangan rizqi bisa mengunjungi tempat Maestro yang ada di luar kota ✅ 
catatan: Mulai saja, nanti jalan jalan akan terbuka. Begitu pengalaman saya dengan anak anak.
Mohon doanya dan dukungan agar group HEbAT bisa memfasilitasi database maestro dan pemagangan segera ya.

2⃣ bunda Ratna , Solo. 
Anak sya umur 14 tahun, sekarang sekolah di SMP islam dan tdk dpt mengikuti pelajaran dg baik. Di sekolah dpt gelar trouble maker oleh ustadznya. Apa yang harus sy lakukan? 

Ketika saya tanyakan cita² nya dia ingin punya peternakan sapi dan jd offroader. 
Sdh 2 kali ini ikut even offroad. Anak saya ini bisa nyetir mobil dg belajar sendiri dr mengamati ayahnya..
Mhn pencerahannya...
Terimakasih 

Jawab: 
2⃣bunda Ratna yang baik di Solo,
Ada 2 hal penting di usia 14 tahun,  yang pertama ananda sudah menjelang pemuda atau bahkan sudah pemuda yg wajib memikul beban syariah dan punya peran sosial, dan yang kedua sebagai pemuda maka dia harus eksis atau punya peran atas bakatnya yg didukung dan dihargai. 

Sebagai pemuda, tentu dia sudah menjadi orang dewasa yg tdk mau lagi diatur, krn tdk ada orang dewasa yg suka di atur. Di sisi lain, sebagai pemuda, ananda sudah harus diberi kesempatan menjadi dirinya sendiri dengan mengambil peran di sosialnya. 

Mengapa Trouble Maker? Sesungguhnya, tidak boleh seorang ustadz menyebut atau menstigma seorang anak dengan sebutan yg buruk, tetapi mencari dan menggali akar masalah mengapa ananda nampak trouble maker. 

Saya kira masalahnya adalah : 
1. Ananda masih dianggap anak anak oleh sekolahnya, tdk pernah diakui eksistensinya dan tdk punya peran sosial sbg pemuda
2. Ananda tidak mendapat dukungan untuk mengembangkan bakatnya. Sekolahnya tdk relevan dengan bakatnya sbgmn kebanyakan sekolah.

Saran saya, minta sekolah untuk menghentikan stigma penyebutan trouble maker, nanti bisa jadi konsep diri. Yang kedua beri jalan utk pengembangan bakatnya, dengan offroadnya. Yang ketiga, libatkan dalam peran2 sosial yg sejalan dengan bakatnya, misalnya menjadi relawan bencana di ACT dll✅ 

3⃣ bunda Feby - semarang 
1. Tertarik pada lawan jenis (alhamdulillah lawan jenis, bukan sesama jenis 😂) masuk di fitrah apa ya??
2. Bagaimana membentuk dan mengarahkan fitrah tersebut pada anak umur 10-14?? 

Jawab: 
3⃣bunda Feby yang baik,
1. Ini fitrah seksualitas
2. Di usia 10-14, dekatkan anak perempuan ke ayahnya, dan dekatkan anak lelaki ke ibunya. Agar keduanya memperoleh sosok ideal lawan jenisnya dan agae anak lelaki tahu bagaimana memandang wanita dari kacamata wanita (ibunya), dan anak perempuan tahu bagaimana memandang lelaki dari kacamata lelaki (ayahnya). 

Anak perempuan yg tdk dekat ayahnya pd rentang usia tsb, berpeluang menyerahkan tubuhnya pd lelaki yg dianggap sosok ayahnya ketika dewasa, dan ketika menikah cenderung tdk setia. 

Anak lelaki yg tdk dekat dengan ibunya pd rentang usia tersebut, cenderung suka berpacaran dan melecehkan perempuan, dan ketika menikah cenderung kasar thd istrinya. ✅ 

4⃣ Bunda Tyas , Solo.  
* Ustad minta tolong dijelaskan maksud no 5.Memandu anak-anak untuk membuat Talent based Individual Project. 
* usia anak saya 9th, yg terlihat jelas dia suka ngomong sendiri bgtu. Apakah dari situ bisa digali bakatnya lbh jauh? 
Terima kasih ust harry. 

Jawab: 
4⃣bunda Tyas yang baik di Solo,
1. Talent based individual project ini adalah proyek2 yg berisi kegiatan2 yg relevan dengan bakat anak. Misalnya jika anak suka menulis, maka proyeknya bisa menerbitkan buku, atau magang dengan penulis atau bikin blog dengan 100 artikel dalam setahun dstnya. Atau jika anaknya suka travel, maka proyeknya bisa mendaki Semeru, backpaker Umroh, jelajah hutan bersama mapala UI dll.

Dalam proyek tentu harus dibuat 4 hal, yaitu: scope of works, activity n time schedule, cost, quality atau indikator keberhasilan atau indikator fitrah yg bisa meningkat setelah proyek.

2. Kalau suka bicara sendiri, sepanjang bukan halusinasi atau ada suara2 aneh yang didengar, berarti anak bunda kemungkinan suka mengkhayal atau berimajinasi kuat. 

Banyak pakar menyarankan anak anak yg punya imajinasi kuat untuk menuangkannya dalam karya tulisan atau karya seni. Jika tidak, dia bisa hanyut dalam dunianya sendiri dan bisa jadi unsocial atau berpotensi menjadi depresi atau bipolar dsbnya. Saran saya untuk meyakinkan coba ajak ke psikolog utk diskusi santai✅

5⃣ bunda Lala , jepara 
Saya blm memahami yg no.4 , mohon penjelasan ttg: 
4. Memperkenalkan anak kepada beberapa learning model yang berkaitan dengan mimpi anak.
Learning model itu  contoh2nya sperti apa ya pak harry? 
Terima kasih

Jawab:  
5⃣bunda Lala yang baik,
Learning model adalah model pembelajaran yang disesuaikan dengan keunikan anak dan juga mimpi anak. Yang disebut mimpi itu adalah vision atau cita2 jangka pendek yg selaras dengan bakat atau keunikan. 

Vision itu bukan desires dan bukan keinginan materi, tetapi aktifitas bermakna yang meoahirkan karya atau memberi manfaat bagi sesama. 

Model pembelajaran itu bisa project based learning, inquiry based learning (dulu problem based learning) atau strength based learning dsbnya ✅ 

6⃣ Bunda Fitri, jogja 
Anak saya perempuan 11th, diceritain sama sepupunya yg SMPnya boarding school, kalo di sekolah boarding menyenangkan, kegiatan banyak, dan teman2nya jg banyak...menyenangkan. 

Sdh saya tanyain nanti disana gimana kalo pagi bangun harus pagi2 sholat tahajjud & hafalin surat? Kuat tidak? Praktek bhs arab juga,  gimana?
Jawabnya: pokoknya seneng semua...

Smntr ayahnya masik mikir2, kalo boarding kan jadinya gak serumah sama anak, gak bisa lihat anaknya tiap hari... 
Anak saya cita2nya pengen jadi guru/dosen. Kebetulan lingkungan banyak yg guru.   
Sebaiknya bagaimana ya ust Harry? 
Terima kasih 

Jawab: 
6⃣bunda Fitri yang baik di Jogja,
Banyak pakar menyarankan agar anak tidak diboarding school sampai aqilbaligh atau usia 14-15 tahun. 
Alasannya adalah terkait dengan fitrah seksualitas yang memerlukan kehadiran ayah ibu secara dekat. Kasus2 LGBT juga banyak terjadi di boarding school jika fitrah seksualitas ini belum utuh. 

Misalnya anak perempuan belum punya gambaran sosok pria ideal dari ayahnya, belum memahami bagaimana lelaki dari cara pandang lelaki, belum terpuaskan kedekatannya pada ayahnya dstnya. 

Beberapa pesantren saya lihat cukup bijak dengan tidak mengasramakan tetapi menghomestaykan santrinya di rumah atau keluarga di sekitar pesantren dengan sosok ayah dan ibu utuh. 

Saran saya sebaiknya dipertimbangkan hal fitrah seksualitas ini, bukan hanya fitrah sosial dan fitrah keimanan ✅ 

🍃7⃣ Bunda Rina , jepara 
Kami ada rencana utk HE/HS, tp msh mengukur kemampuan dan kesiapan diri.  
Anak saya skrg kls 4 SD rencananya nunggu SMP skalian.. 
Sementara kami pengenalan lagi,  sambil cari info tentang tes tallent mapping dulu... 
Maksud hati kalo sdh TM, nanti didiskusikan sama anaknya maunya kemana...baru kita nyusun kurikulum dsb. 
Mohon petunjuknya ustad. Jazakumullah. 

Jawab: 
7⃣bunda Rina yang baik,
HE sesungguhnya tdk mempermasalahkan sekolah atau tidak sepanjang fitrah anak anak kita tumbuh paripurna. Sekolah hanyalah pendukung di sisi skill n knowledge, bukan pendidikan dalam arti yang luas dan bermakna. 

Jika sekolah mengganggu atau tdk membantu tumbuh kembang fitrah maka pertimbangkan utk memenuhi skill n knowledge dari tempat lain, misalnya dunia maya dan klub sains. 

Banyak anak tidak berbakat dalam 1 bidangpun dalam akademis, maka sayang jika mendapat sekolah yg hanya fokus pd wacana prestasi akademis. 
Jika hanya prestasi akademis yg jadi orientasi sekolah, maka anak yg tdk berbakat akademis akan dicap bodoh. Hal ini akan membuat konsep diri dan fitrah bakatnya terancam rusak. Sebagian anak yg tdk berbakat akademis menjadi nakal dan divonis trouble maker atau tdk punya masa depan.

Saran saya, jika harus bersekolah, pilihlah sekolah yg mendukung perkembangan semua fitrah, terutama fitrah bakat  utk anak di atas 10 tahun. 

Jika anak berbakat akademis, pilihlah sekolah yg memang bagus dalam sains, jika tidak ada, maka klub sains lebih bagus dan paket kesetaraan bisa menjadi pertimbangan.  

Jika anak tdk berbakat akademis maka saran saya fokus saja pada akhlak dan bakat. Bisa jalur professional atau jalur entrepreneur.

Personalized curriculum harus dibuat dimana semua potensi fitrah terpetakan dan terencanakan pengembangannya dengan baik✅

9:37:00 AM No komentar

RESUME KULWHAPP IIP KARAWANG
Tema : Kesulitan Belajar Spesifik 

Narasumber : Ega Asnatasia Maharani, M.Psi, Psikolog 
Host : Ummi Haajiroh M 
Notulen : Ummi Haajiroh M 


KESULITAN BELAJAR SPESIFIK
• Latar Belakang
🌼 keluhan 'kesulitan belajar' sangat sering dijumpai ==> 10-20% terjadi di sekolah.
🌼 ortu, guru, psikolog, dokter dan SDM profesional lainnya belum sama persepsinya tentang masalah ini 
🌼 ketidakpahaman menyebabkan sekolah dan ortu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan siswanya 
🌼 timbuk konflik antara guru vs ortu

• Kesulitan Belajar 
🌼 adalah kesulitan belajar pada individu yg memang mengalami gangguan neurologis seperti down syndrome, autis, cerebral palsy, mental retardasi. 
🌼 ciri2: tingkat intelegensi < rata2, sdh dapat diduga / diperkirakan, kebutuhan utk belajar sangat tergantung pada kelainan yg mendasari, prognosis tergantung tk keberatan kelainan. 

• Kesulitan Belajar Spesifik 
🌼 ciri2: tingkat intelegensi : normal atau di atas rata2, dapat dikenali dini, lebih cepat diintervensi hasil akan lebih baik, prognosis baik, jika tidak ditangani akan menyebabkan: stress di sekolah, putus sekolah / tdk naik kelas, harga diri rendah, dll. 
🌼 terdiri dr 3 macam: dyslexia, dysgraphia, dyscalculia. (Ketiganya sering terjadi tumpang tindih: tidak hny mengalami satu, tetapi bisa dua atau ketiganya sekaligus) 

• DYSLEXIA n DYSGRAFIA (untuk menyingkat selanjutnya akan disebut dyslexi saja) : gangguan berbahasa. 
🌼 dyslexia merupakan kelainan dengan dasar neurologis yang berhubungan dengan kemampuan penguasaan dan pemrosesan bahasa.
🌼 dyslexia dapat bermanifestasi sbg kesulitan berkomunikasi / berbahasa ekspresif, membaca, menulis, mengeja, dan kdg dlm matematika
🌼 dyslexia tidak disebabkan krn kurangnya motivasi atau akibat instruksi yg tdk tepat atau keterbatasan dlm pengalaman (meskipun bs terjadi bersamaan dg kondisi2 tsb)
🌼 disandang seumur hidup, namun dapat dilakukan intervensi dg tepat shg outcome baik. 
🌼 merupakan gangguan kronis tersering pd masa kanak kanak, dan mereka bentuk tersering (80%) dr kesulitan belajar spesifik. Mengenai 3-17% anak usia sekolah. 
🌼 IQ normal atau di atas normal tp mengalami keluhan belajar, laki2 lbh mgkn terkena dyslexia dibanding perempuan.
🌼 bersifat diturunkan: ortu yg dyslexi, 50% kemungkinan anaknya jg dyslexi ; pny anak dg dyslexi, 50% kemungkinan saudara kaundungnya jg mengalami. 
🌼 kelompok resiko dyslexia: mrk yg mudah lupa, sulit memahami instruksi majemuk, sulit melakukan aktivitas dg urutan yg runtut, sulit mengikuti ritme, sulit memahami preposisi, sulit memahami konsep wkt sederhana, sulit mengenali bunyi suatu huruf, 
🌼 tanda2 scr lisan: kosakata terbatas, disartikulasi (tdk jelas pengucapan), salah menggunakan kata2, cerita tidak runtut, mudah lupa, sulit mengikuti ritme
🌼 tanda2 scr tulisan: sulit membedakan bentuk huruf2, menulis tdk sesuai kaidah (terbalik, tertukar, pakai huruf besar dan kecil salah penempatan) , bentuk tulisan buruk, bicara sendiri ketika menulis
🌼 tanda2 scr sosial: kaku thd aturan yg dipahami, sulit memahami kiri dan kanan, ceroboh / clumsy, nampak tdk sopan, sulit memahami prosedur, sulit paham kata2 abstrak, sulit paham konsep wkt, sulit mengingat nama2

• Contoh kejadian pd kasus dyslexia
🌼 anak kesulitan membedakan kata 'paku' dan 'payung', atau keliru memahami kata2 yg pny bunyi ckp mirip spt 'lima puluh' dengan 'lima belas', atau kesalahan penyebutan scr tdk runtut misalnya 'kulkas dua pintu' disebut dg 'pintu dua kulkas'
🌼 kesulitan mengingat perkataan, instruksi, atau informasi. Anak2 yg dyslexi mgkn akan sulit mengingat nama tmn2 shg jika bercerita akan berkata "temanku laki2 yg itu". Anak jg mgkn salah memahami instruksi tugas yg diberikan, terutama jika instruksi terlalu panjang misal "simpan sepatumu di rak, lalu cuci tangan dan bantu adikmu merapikan tasnya. Setelah itu ganti baju dan segera makan ya.." 
🌼 kesulitan memahami perkiraan thd wkt, misal "wkt utk mengerjakan soal adl 45 menit, skrg pukul 08.00 , nnti 15 menit sblm wkt habis ibu guru akan memberi tanda". Instruksi semacam ini membingungkan anak dyslexi.  Mrk jg mgkn akan bingung tdh urutan bulan dan hari. Jikapun bs menghapal tetapi jika ditanya scr acak misal 'hari apa sebelum hr kamis' maka anak dyslexi akan bingung. 
🌼 Sulit mempelajari tulisan sambung; sering tertukar antar bbrp huruf mirip seperi 'Q' dan 'O' atau 'P' dan 'D' 
🌼 bbrp kata yg membingungkan: tiba2, sungguh2, hak dan kewajiban, kebalikan dari....., keponakan;sepupu;om;paman








• Cara penanganan 
🌼 mulai melatih dg mengenalkan huruf, suku kata, lalu berlanjut dg 2 suku kata, dst..
🌼 menggunakan metode dikte
🌼 ajak anak utk membaca suatu wacana kmd lakukan tanya jawab utk mengetahui pemahamannya thd bacaan 
🌼 buat agar bacaan mjd semenarik mgkn. Gunakan warna2 yg disukai anak. Misal anak suka wrn hijau, maka gunakan spidol hijau utk menggarisbawahi hal2 yg ptf atau gunakan wrn itu utk memberi nilai pd pekerjaan anak. 
🌼 utk latihan menulis perhatikan kebiasaan anak pd tekanan menulis. Anak yg tekanan menulisnya lemah sebaiknya diberi pensil 2b, sebaliknya yg tekanannya kuat diberi pensil hb. 
🌼 ingatkan terus setiap hr ttg nama hari dan tanggal hari itu
🌼 lakukan permainan yg melatih kemampuan mengurutkan misal merangkai kalimat, menyusun bulan, angka, dll
🌼 di waktu luang minta anak menceritakan kembali secara berurutan suatu kejadian yg dialaminya dlm satu hari, atau mnta anak menceritakan film pendek yg baru ditontonnya
🌼 yg terpenting: berikan waktu lebih bagi anak menyelesaikan soal. Krn anak dyslexi bkn terhambat pemahamannya tetapi terhambat dlm prosedur (melakukan). 

• DYSCALCULIA : gangguan matematika / angka
🌼 merupakan kesulitan dalam hal sense of number
🌼 ciri2: sulit mengenal lambang angka, sulit menamakan bilangan, sulit konsep nilai "lebih banyak lebih sedikit" atau "lebih besar lebih kecil", bingung konsep 'paling' atau 'ter', sulit konsep pengelompokkan, masih menggunakan jari utk menghitung sst yg seharusnya sdh terjadi dlm operasi mental matematika, sulit hapal rumus. 
🌼 contoh kejadian: anak menghitung 68 + 8= 166 , karena 8+8= 16, kemudian menulis 6 dan menyimpan 10. Lalu angka 10 itu ditambahkan dg 6 shg hasilnya 16 akhirnya anak menulis hasilnya adl 166 pdhl jawaban yg benar 76z 
🌼penanganan:
- latihan mengklasifikasi namun bertahap dr satu kriteria dl baru berlanjut. Misalnya mengelompokkan bendaf berdasar warn, stlh lancar baru ditambah berdasar warna dan ukuran. 
- latihan mengurutkan. Misalnya mengurutkan pola x-o-x-o dst...
- ketika latihan penjumlahan gunakan objek yg berbeda, misalnya 2 pulpen ditambah 2 penghapus
- latihan konservasi, misal menuang air dg jumlah yg sama pd wadah2 yg berbeda.


Tanya Jawab : 
T : Ini ada hubungannya dengan otak kanan dan otak kiri ga mba ega..karena mungkin ada kecenderungan dr keduanya? 
J: sebelumnya perlu diluruskan dl ya bu bahwa otak kanan kiri itu sebetulnya bekerja secara simultan, jadi tidak terpisah pisah... tetapi memang pd bagian tertentu memiliki fungsi masing2. Utk kasus dyslexi ini gangguan neurologisnya memang didominasi di bagian otak kiri...tetapi bukan berarti otak kanan si anak bekerja lebih baik, krn itu tadi,, sebetuknya kanan kiri bekerja secara simultan...

cara penanganannya ya bu.. spt sdh sy sebutkan.. sebetulnya masalahnya bukan karena mereka tdk memahami, tetapi jalur pemrosesannya yg lama... shg anak2 dyslexi ini sbntulnya butuh waktu lebih utk menyelesaikan...

sangat disarankan utk sekolah2, jika ada anak dyslexi ketika ujian waktu yg diberi utk penyelesaian hrs lebih lama... misalnya anak lain 1 jam, anak dyslexi bisa 1 jam 20 mnt.

T:  seorang siswa laki2, skrg usia 11 thn kelas 4. Br bs bicara usia 7thn. Tulisan sering terbalik, mudah lupa, artikulasi tdk jelas, sering ngobrol sendiri. Kami sdh menduga dyslexi. Bagaimana meyakinkan orang tua agar anak ini mau diperiksa apakah dyslexi atau tdk, shg penanganannya tepat? Krn ortu sering menjawab kami tak berharap banyak dr anak ini, asal dia sholeh sdh cukup
J: dideteksi sejak dini lbh baik. sebetulnya usia 3th sdh terlihat... dari penggunaan kosakata misalnya,,,, tp biasanya ortu dan guru br akan lbh ngeh ketika anak sdh usia SD Karena mereka sudah belajar menulis dan membaca

perlu disampaikan ke ortu yg anaknya suspect dyslexi bhw mrk ini sebetulnya kecerdasannya normal, dan bahkan di atas rata2. sehingga prognosis nya baik. sangat mgkn mrk akan berprestasi ke depan... jadi jangan dianggap anak dyslexi tdk punya masa depan shg cukup ditarget mjd anak soleh. Perlu juga ditekankan ke ortu tsb krn dyslexi ini sifatnya diturunkan... jd kl anak dideteksi sejak dini, pencegahan untuk keturunan selanjutnya bisa lbh baik...

dyslexi juga bukan termasuk gangguan mental, sehingga ortu tdk perlu takut akan "label' yang mgkn akan disandang anak.

T : mba afwan mau nanya bgm ya mengajarkan anak yg tdk bs diam dikelas sm anak yg lemah dlm berhitung nya. Usia 5,5 thn. ini anak kls 1 tp kalau sy perhatikan dia tdk fokus dipelajaran selalu mondar mandir dikls dan sering buat mslh.. dn tdk mau belajar jd sbg guru jd kerepotan bgm mengajarkan anak seperti ini ya..
J : bisa jadi kl tdk fokus dan tdk bisa diam indikasi ADHD ya bu... nah ADHD ini bisa disertai dg dyslexia memang.... jd bbrp gangguan mmg bisa mjd penyerta. contohnya kalau kita pilek, itu bisa disertai batuk...tp kalau kasus ADHD yg hrs ditangani utamanya ADHD nya ya bu.... itu harus intensif dg dokter juga, ahli gizi, terapis...  bbrp hal yg bs dilakuka. ADHD itu singkatan attention deficit hyperactivity disorder. jadi gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas bu.... ciri2nya utk yg gangguan pemusatan perhatian: mudah teralihkan perhatiannya, tidak dpt menyelesaikan tugas, sering terlihat tidak mendengarkan. utk yg hiperaktif: produksi gerak berlebih, tidak kenal lelah, tidak bisa diam, usil


T : Kalau anak2 saya dr tulisan sdh rapi tapi dr bicara bln bisa menyusun dgn baik ini bisa termasuk dyslexsi
J : tulisan tdk bagus saja blm tentu indikasi dyslexi... skrg banyak  jg anak yg tulisannya buruk krn sebetulnya blm siap menulis tp sdh "dipaksa" menulis. Untuk mengecek anak tersebut dislexi, bisa dicek dengan permainan sederhana. Misalnya dg mengurutkan dan menyebutkan nama hewan. Jadi ibu menyebutkan dan menunjukkan satu2 miniatur hewan sambil dijejer. kemudian minta anak untuk mengulangi lagi sendiri tanpa dibantu. biasanya kalau anak dyslexi kesulitan melakukannya sendiri

T : Kemana memeriksakan anak yg diduga dyslexi? Sy dengar di bandung ada SLB khusus dyslexi.
Jc: monggo bu kalau ke bandung ke RS Melinda saja utk periksa... disana sdh ada pusat pelayanan anak dyslexia. RS melinda jg kerjasama dg klinik Inidgrow yg juga melayani kebutuhan anak dyslexia

T:  Klo anak susah membedakan huruf ' b' dan 'd' itu trmsuk dyslexi kah?
J: betul ibu dyah, itu salah satu cirinya... hanya utk kepastian diagnosis ttp harus lewat observasi dan tes ya bu...


T:  Bu bagaimana ya mengajarkan berhitung tiap berhitung 1sampe 10 angka 6 dan 9 selalu hilang....usia anak 2,5 tahun. 
J:  oh iya bu, utk berhitung: awalnya selalu gunakan benda benda konkrit utk mencontohkan. misalnya utk pengurangan atau penambahan bisa memakai batang lidi. lalu jangan lgsng mengajarkan konsep matematika dlm bentuk cerita krn anak akan bingung antara fokus pada cerita atau pd hitungannya. ibu bisa gunakan kertas kotak kotak untuk lebih membantu anak melihat perbedaan antara satuan, puluhan, dan simbol2 matematika. anak usia 2,5th tidak perlu dulu bu berhitung 1 sampai 10, berhitung itu termasuk operasi mental tingkat tinggi.... shg kalau anak belum siap memang tidak boleh diajarkan meskipunn "hanya" hitung 1-10, usia ini fokuskan pd bermain sensorik saja....

T‬: Bner mb ega ..dulu aq jg belajar brhitung dgn lidi ...tapi sy amati ank2 kl 1 skrg klo bljar pake lidi ato yg lain dianggap kuno dan lama mb ega ...bgmn ya biar bisa mnjelaskan k ortu agar mngerti? Pngennya anaknya cpt bisa ngitung aja
J : ibu dyah: tentu perlu komunikasi dg ortu ya bu. bahwa cara pikir anak berbeda dg org dewasa. mrk hrs belajar dr hal sangat sederhana dan konkret, tidak boleh sekedar menghapal tetapi hrs paham konsep di balik itu, sehingga jika dibantu benda2 sederhana spt lidi akan sangat membantu malahan...

T : Kalau misalnya ada anak-anak yang belum mampu berhitung pengurangan dengan teknik meminjam apa kita perlu turunkan utk memperbaiki perhitungan dasarnya dulu?
J; kurangi dulu ke pemaham dasarnya. mulai dari penambahan dl ya bu....perhatikan jgn sampai beranjak ke puluhan kalau satuan belum amhir betul

T: Mba ega, salam kenal.. saya Utami. Saya dyslexia, sempat therapy ke psikolog dan diarahkan mendalami tari, melukis, drama, dll (kegiatan fisik). 
Nah, yg saya mau tanyakan.. klo saya sedang marah / menahan emosi, mulai kambuh dyslex nya. Akhir2 ini anak pertama saya, Ibrahim sering spt saya, jika sedang marah..bahasanya kebalik2, apa saya perlu bawa ke psikolog mba? Bgmn penanganan nya utk anak saya?
J : ibu utami: dyslexi mmg sifatnya familial ya jd besar  kemungkinan diturunkan. lbh baik anaknya diperiksa sejak dini utk mendeteksi spy jgn sampai terganggu secara sosial. nanti biasanya akan ketahuan derajat berat / tidaknya shg penanganan pasti berbeda-beda ya... sbg awalan lakukan hal2 sederhana yg sy contohkan di materi atas, spt mnta menceritakan pengalamannya, biasakan mengulang-ulang nama orang sampai ingat, dan berikan instruksi2 pendek


T : Mba ega afwan ini anak ny umur 11 thn krena wktu pertama ny kls 1 SD ny yg mengajarkn guru ny tdk bs mengajar Mtk terbawa smpe skr kls 6 dia jd tdk suka belajar MTk.. bgm ini y mba solusinya..mks
J : ibu rafazaidan: krn sdh kelas 6 mau tidak mau hrs berhadapan dg matematika ya bu... yg terpenting maksimalkan saja potensi anak lwt hal2 yg dia sukai. misalnya menggunakan tema tokoh kartun yg dia sukai utk menjelaskan operasi matematika, gunakan pensil2 warna yg menarik, dan beri pujian2 kecil utk pencapaian anak. Ibu juga bisa memakai permainan sederhana misal menempelkan kertas post in warna warni di pintu kulkas yg berisi rumus2 matematika...tp ibu hrs perhatikan setiap anak punya potensi kecerdasannya masing2. paling tidak ada 9 jenis kecerdasan: verbal, matematika, spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, naturalis, spiritual, musik

jadi anak menguasai 1-2 kecerdasan secara expert itu sudah sangat baik, dibanding kita memaksa anak utk cerdas di semua bidang tp tidak maksimal

ada pepatah mengatakan, kalau kita meminta ikan untuk memanjat pohon, seumur hidup ikan itu kita akan menganggapnya bodoh.artinya, setiap individu itu pny potensi kecerdasannya masing2. tidak hanya ipa dan ips, tidak hanya bahasa, fisik, matematika.... jadi kalau kita berharap indonesia akan pny generasi yg ahli di berbagai bidang, hrsnya sejak dini kita mebhargai setiap jenis kecerdasan anak


T: Mb ega mo tanya... gmn cara meningkatkan kepercayaan diri pd anak... pengalaman anak sendiri ini kakaknya sering dibikin nangis sama adiknya dan selalu berulang sepertinya kurang percaya diri kakaknya jadi seperti terbalik posisinya kakak seperti adik dan adik berperilaku seperti kakak😊
J : biasanya spt ini terjadi krn anak diperlakukan sesuai urutan kelahiran ya bu.... tp tidak apa memang mrk akan berkembang sesuai karakternya masing2. sehingga, penanganan setiap anak akan berbeda meskipun berasal dr darah yg sama ya bu... anak yg kurang PD hrs diberi lbh banyak keleluasaan utk mengeksplor dirinya dan lingkungan. jangan terlalu banyak dibatasi. ajak anak untuk melihat dan menghargai kelebihan dirinya dibanding orang lain bu... jd mrk tahu ada hal2 dlm dirinya yg patut dibanggakan. biasakan juga sblm anak tidur, ibu katakan hal2 apa yg ibu banggakan dr dia hr ini... misal nya ibu senang krn kakak sdh ingat menutup pintu kamar mandi, tadi memberi makan kucing, dll.... ini dpt membantu self esteem anak. hargai dia krn keunikannya, bkn krn dibandingkan dg anak2 atau saudara yg lain

T ‬: Penjumlahan dasarnya kita kuatin dulu ya bu Ega? Nah, ciri anak-anak yang penjumlahan dasarnya sdh kuat itu bagaimana? Krn rata2 anak-anak kelas 2 mereka penjumlahan dasar 1-10 itu mash gunakan jari. Jari termasuk benda konkrit, kan?!
J : kelas 2 masih pakai jari itu wajar bu...krn idelanya anak memang baru mengenal hitungan di usia 7thn atau kelas 1 SD. kalau penjumlahan sdh lancar sampai puluhan atau ratusan, sdh bs dikatakan kuat.... artinya dia paham perbedaan satuan, puluhan

T :  Mb ega ...bgmn ya jika kurikulumnya udah msuk ke perkalian , sedangkan anak untuk pngurangan nya blm kuat ,,,, lnjut ataukah pnguatan dl? Problema murir sy, anak kl 2 sd
J : berikan bimbingan personal bu.... minta ortu juga lebih fokus mendampingi dalam hal ini spy anak dapat pendampingan juga di rumah. tetap harus dikuatkan dl, tetapi jgn sampai anak minder krn tertinggal dg teman2 nya... jd misal ketika latihan soal, berikan soal yg lebih mudah tetapi tetap materi diberikan bersamaan dg teman2nya..... hindari mengkompetisikan anak dgn teman2 lain ya bu krn ini akan menambah tekanan ke anak

T : Kl saya menerapkan yg utama hafalan quran..walaupun dia minim di hafalan tapi saya tahu potensi anak itu lebih ke praktis...bgm ni ba ega
J : hafalan al qur'an boleh saja bu.... asalkan dg cara menyenangkan dan tidak ditarget, kecepatan anak berbeda2, ada yg kuat secara hafalan ada yg tidak... jadi ibu ikuti saja ritme nya anak. kalau anak dyslexi mlah justru hrs memberi latihan hafalan....

harus sabar memang ya bu... tetapi caranya sdh benar utk mengambalikan dl ke kemampuan dasarnya krn itu jg berefek ke psikologis anak. mereka ini tidak terbelakang kok bu, hanya terlambat saja. dan harus dipahami seringkali yg membuat terlambat itu kita2 ini termasuk pemerintah. dengan mentarget terlalu dini, terlalu banyak, akhirnya bnyk anak tidak bs mengejar. 


-admin-

10:45:00 PM No komentar
Resume : Find Your Passion

1 September 2015

"Find ur passion"
Oleh : Lala Mira Julia
www.rumahinspirasi.com


Karena judulnya "Find ur passion", maka yang ditekankan adalah menemukan passion diri sendiri dulu, baru mencoba menggali passion anak.

Kata kuncinya
"Bertanya pada diri sendiri, kalau aku punya anak seperti aku ... Aku maunya diperlakukan bagaimana"

Caranya? Coba gali apa yg jadi passion kita, dan apa yg kira2 akan kita lakukan pada diri kita kalau kita jadi orangtua kita?

Apa yang diajarkan bunda Septi tentang 4E (Enjoy, Easy, Excelent & Earn) itu sudah cukup sederhana tapi powerful

Gak perlu banyak teori! yg penting praktek. Belajar itu mengeluarkan bukan (hanya) memasukkan.

Seringkali kita terjebak dengan lingkungan & keadaan. Hal2 di luar kita terkadang secara tidak sadar mengubur jati diri kita. Alih2 menggalinya, kita kadang malah semakin menimbunnya dengan banyak hal lain.

Akhirnya kita merasa butuh alat bantu (bahkan) untuk mengenali diri kita sendiri.

Dan kemudian menyodorkan anaknya untuk ditanya ke orang lain apa passion anak itu. Padahal 24 jam kitalah yang bersama mereka. Harusnya kita lebih tahu dari ahli apapun di dunia ini.

Kita bersedia membayar mahal untuk bisa menggali anak kita. Padahal Allah sudah membekali diri kita dengan alatnya.. Yaitu "sense" yang ada dalam diri kita. Masalahnya....

Ada satu buku bagus, Judulnya  the life changing magic of tidying up. Buku itu kan sebenarnya mengajarkan "keajaiban dari menyederhanakan kehidupan". Menyederhanakan kebutuhan kita akan benda dan keinginan. Mencari esensi dari diri sendiri.

Jadi ... Dalam banyak hal sebenarnya kita nggak butuh jawaban dari orang lain. Yg perlu kita lakukan adalah menggali ke dalam diri kita sendiri.. Kalau terlalu banyak melihat keluar biasanya efeknya jadi galau..

Buku the life changing magic of tidying up, itu membahas tentang metode konmari (banyak beredar di internet) dan resumenya bisa dilihayt di 
http://www.jujusprinkles.com/2015-05-18-10-illustrations-that-perfectly-sum-up-the-konmari-method/

Selamat menggali diri sendiri, berdiskusi dengan diri sendiri, dan menemukan alat yang dititipkan Allah pada diri kita untuk berkarya 😍
----------
Passion (Gairah) 

Passion = something essential in my life, 
Passion itu aktifitas yang terus kita lakukan walaupun kita sudah tidak harus cari uang  
Hal yg paling mudah u/ kita kenali adl saat kita melakukan sesuatu itu terasa menyenangkan, mudah, dan kita mahir melakukannya 
Membuat mata kita berbinar-binar, tahan melakukanny walo berjam jam lamanya dan ada faktor E yang terakhir (earn) dapet, menghasilkan. 

Contoh beberapa Passion : 
Dalam bidang kecantikan : 
Bisa ngubah mainstream akhwat muslimah, bahwa cantik itu bukan pakai make up tapi dgn merawat diri pake bahan alami. Putih itu bukan karena pemutih berbahaya, tapi..masalah rules of beauty management. Pengeeen bisa berbagi terus bahwa, wanita itu bisa cantik dari dapur..palm sugar, kopi, susu, oat meal, kunyit, jahe, sereh, sampe asem jawa bisa kita pake utk merawat kulit. Nah.. it means, cantik gak perlu cream pemutih dan suntik putih kan.. 

Dalam mommypreneur : 
Dan passion itu nular ke kakak echa, sulung saya😊 sejak kelas 1 SD suka jualan..
Awalnya kaget saat nganter bekal makan siang, kaka echa bilang "bunda..echa jualan lho"
"Jualan? Jualan apa? (Karena saya merasa hari itu tidak membekali uang lebih atau menitipkan barang untuk dijual)
"Echa td motocopy buku mewarnai trus echa jual k tmn2"😄
Olala...keren banget kamu dear, bisa kepikiran yaak😊 
Jualan potocopyan pun berlanjut..kaka echa rajin bgt cari buku2 mewarnai dan menyisihkan uang jajannya utk tambahan modal.
Labanya ditabung atau diserahkan ke sy..utk umroh katanya..aamiin

Saat kelas 2 SD, dia membeli kwitansi..setiap transaksi pembelian dia catat hehe..padahal cuma beberapa ribu 😅 
Dia sering melihat sy 'berinteraksi' dgn kwitansi..shg byk bertanya dan mempraktekkan

Kelas 3 SD, dia sudah mendiversifikasi usaha..tdk hanya fotocopyan mewarnai..tp juga "persewaan buku"😄😄
Sy benar2 tdk tahu kl dia sampai kepikiran itu..
Berangkat sekolah bawaannya segambreng..pas ditanya itu apa? Dijawab "echa mau sewain buku2 echa k tmn2"
1 buku dsewakan 1000 utk 2 hari😊 
Buku2 yg dia sewakan mulai dari KKPK, serial nabi, serial detektif dll
Saat ini sdh kelas 4..masih seneng 'berbisnis'😊 tambahannya..skrg jualan coklat jg

Passion adalah gairah, sedangkan bakat adalah "gift dari Alloh", yang terkadang oleh-Nya, anak kita diberikan bakat yang sama dengan kita. 
Berkaitan dengan contoh di atas, selain berjualan, Anak2 juga harus diajarkan "makna uang" sejak dini, agar tdk boros, tidak berlebih2an, dan tidak mengukuhinya sendiri😊 

Seorang Ibu perlu menemukan passionnya, hal itu bertujuan untuk mengukur bagaimana kita mengukur passion anak-anak kita. 

---------------------------------------------------
Tanya : 
Sbetulnya mgkn bunda2 punya sesuatu yg membuat hepi, excited, semangat dan betul2 disukai utk dilakukan walau tnp dpt reward apapun, asal hati hepi aja 😊
Thats what we call as passion.
Tapi mgkn, ada hambatan2 utk menjalaninya sampe bs berjalan sesuai keinginan dan angan2 , jd blm bs menikmati passion nya itu seutuhnya 😊Kadang kita tll tersibukkan oleh kerjaan sehari2. Ngurus anak,bpknya, cucian , sapuan dll sampe ngorbanin keinginan diri sendiri yaa kyknya
Nah, bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang adan Bunda? 

Jawab : 
Kerja cerdas, tdk sama dgn kerja keras. Saat menemukan passion, kita merasa enjoy. Tanpa sadar, pola kerja cerdas terbentuk.

kalau sdg dlm fase dunno what to do, butuh setruman mba, spy kembali semangat menatap hidup 😊


Tanya: 
Yang pertama qta hrs mengutamakan keluarga (suami n anak2) tp d lain pihak qta ingin terus berkreasi itu bagaimana yach tanpa meninggalkan (acuh) karena yg d kerjakan ma aq ternyata menyita wkt


Jawab: 
It's oke, menurutku selama dia bisa mengatur skala prioritas nya aja

Apalagi klo statusny dah abg sorg ibu & istri jelas prioritaz kita akan berbeda dr saat kita masih single

Contohnya adalah kisah Mba Tami, waktu banting tulang bangun usaha salon muslimah Mba Tami  full ada diluar rumah. Pergi jam9 pagi pulang kerumah bisa jam 9-10 malem. Hasilnya wow, tapi saya kehilangan precious moment dgn anak2 dan suami. Sampai Allah tegur saya. Saya mulai mengkaji diri, knp ya? Pdhal dunia kecantikan ini passion saya. Kemudian saya mulai berfikir utk menenangkan diri. Pulang ke bandung, titip anak2 ke nenek-kakeknya dan pergi keluar rumah hanya utk BERFIKIR. Apa yg harus saya lakukan selanjutnya?? Di saat "me time" itu, saya mulai merancang Arrayu Muslimah Training Center. Saya hanya investasikan 1 hari dalam 1 minggu saya utk bershodaqoh ilmu dan earn extra money. Alhamdulillah, penghasilan mendekati saat dulu usaha salon muslimah dan saya tdk kehilangan precious moment bersama suami&anak2 lagi ☺
Itulah kerja CERDAS utk PASSION dan EARN



Dikomunikasikan dgn suami, kmdn kerjasama, dan manage it together, lalu evaluasi lg dr waktu ke waktu Stlh komunikasi, minta pengertian dan kerjasama beliau Jd kalau sy misalnya, sdg sibuk belajar, suamiku yg baik rela nyuapi anaknya , mandiin anaknya sampe ngejemurin cucian ☺
Alhamdulillah.mba

Tanya :  
Mba lina, sy bole tny, kira2 kpn ya kita bs identifikasi passion anak kite bhw mmg bnr itu.
Krn anak kecil kan kdg msh berubah2 ya?


Jawab:

Di eksplore aja dulu mb ..., jika memang terlihat sangat menguat

Krn ada anak yg mudah u/ ditemukan minatnya, ada pula anak yg masih berubah-ubah
5:15:00 AM No komentar
source : freepik
Ada sedikit catatan yang saya rangkum ketika belajar berbisnis dari satu coach bisnis ke coach bisnis yang lain.
Ada satu hal yang selalu kita jaga, yaitu "semangat". Seterpuruk apapun hidup kita, hal satu itu tdk boleh sampai hilang.

"Semangat" melahirkan seorang nabi Muhammad muda menjadi enterpreneur dan orang kepercayaan Khadijah. Tanpa modal sepeserpun! MasyaAllah. Jadi knp kita harus berkelit harus punya modal banyak utk membangun sebuah bisnis?!

Tips berbisnis :
- 100% yakin akan kuasa Allah (IMAN) bahwa rezeki sejatinya datang dari-Nya
- tetapkan IMPIAN
- pelajari ilmu muamalah dgn baik

- cari mentor bisnis
- tetap fokus
- jadilah marketing handal
- pelajari teknik soft selling
- perbanyak membaca
- tekan ego anda saat berbicara
- selalu mendengar sebelum berbicara
- pahamilah kebutuhan konsumen
Bisnis bukan hanya "seberapa banyak anda mendapat cash", tapi "seberapa berkah harta anda"

"Semangat" pula yang membuat nabi Ayub tetap bersabar ketika diuji Allah dgn penyakitnya.
Kondisi fisik (sehat/sakit) bukanlah alasan utk tidak melakukan ikhtiar.

Tips menghadapi kendala dalam berbisnis :
- tetap fokus
- perbanyak istighfar dan tingkatkan kualitas ibadah
- tetap konsisten melakukan ibadah
- lakukan sedekah rahasia setiap hari walaupun hanya Rp 1.000,-
- review impian
- carilah mentor bisnis yg handal
- berdamailah dengan keadaan (ikhlas)
- akuilah dan terima bahwa kita sedang "diuji"
- berhenti menyalahkan orang lain
- hadapilah dengan tenang
- tetap optimis
- rancang kembali bisnis anda
- open minded
- refreshing (mengajak pasangan atau anak ke alam terbuka)
- yakinlah, Allah memberikan cobaan, karena anda akan SEGERA mendapat NIKMAT dari-Nya.

Stay positive, be optimist ☺

Wassalamu'alaikum warrahmatullah...

Salam hangat,
Utami Dewi
10:46:00 PM No komentar
Resume Kulwapp Grup Koord. IIP
Kamis, 12 Februari 2015 
Pkl. 20.00-21.00 WIB
Narasumber : Septi Peni Wulandani

Host       : Merry - IIP Padang
Co-Host : Dyas. - IIP Depok
Admin.   : Putri   - IIP Depok

HOW TO BE A PROFESSIONAL MOTHER

Anakmu bukan milikmu,ia adalah milik jamannya, boleh kau berikan rumah untuk raganya tapi tidak untuk jiwanya, karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi walaupun dalam impian…… (Kahlil Gibran-Anak)

Penggalan puisi di atas mengingatkan kepada kita bahwa tugas orangtua adalah menghantarkan anak-anak untuk siap menemui masa depannya. Meskipun anak-anak adalah homo ludens (makhluk yang suka bermain) tetapi mendidik mereka tidak bisa “Main-main”. Butuh keseriusan para orangtua untuk mempersiapkan anak tersebut mencapai gerbang mimpinya. Butuh sikap profesional dalam mendidik mereka.

Salah satu definisi kata “Profesional” adalah memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya (sumber : kbbi).Sehingga bukan suatu hal yang mustahil apabila ada seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai ibu, menjalankan aktivitas mendidik anak dan mengelola keluarganya dengan berlandaskan sebuah ilmu. Ada satu kalimat dahsyat “jangan biarkan sesuatu berjalan tanpa ilmu, apabila itu terjadi maka tunggulah titik kehancurannya”.

Bagaimana langkah menjadi Ibu Profesional.

1. Menguatkan value ( nilai ) yang akan kita gunakan selama menjalankan peran sebagai Ibu.

Value ( Nilai) dari Ibu Profesional adalah :

a. Never stopped running, THE MISSION ALIVE ( Ibu Professional tidak akan pernah berhenti menjalankan misi dan tugas hidupnya, dengan sukacita. Teruslah bergerak, misi tak pernah mati)

b. Don't Teach Me,I LOVE TO LEARN (Ibu Professional adalah ibu yang senang belajar,tak pernah berhenti hingga mati, proaktif mencari ilmu untuk kemaslahatan diri,suami dan anak-anaknya)

c. I Know, I can be BETTER (Ibu Professional bertekad untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, karena orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari yang kemarin)

d. Always ON TIME (Ibu Profesional adalah ibu yang menghargai waktu, dan selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah disepakati)

e.SHARING is CARING (Ibu Profesional sayang sesama, tak segan-segan untuk berbagi pengalaman, dan hanya membagikan pengalaman apa yang sudah dijalankannya)

2. Menetapkan COMMON INTEREST (ketertarikan bersama) yaitu ANAK Melawan COMMON ENEMY (musuh bersama) yaitu PERASAAN tertindas di rumah sendiri:)

3.Mempelajari dan menjalankan Tahapan Ilmu di Ibu Profesional yaitu :

a. BUNDA SAYANG (ilmu tentang mendidik anak)

b. BUNDA CEKATAN (ilmu tentang mengelola diri dan rumah tangga)

c. BUNDA PRODUKTIF (Ilmu tentang memahami passion diri sehingga muncul 4 E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn) aktivitas dalam hidupnya

d. BUNDA SHALEHA (ilmu tentang bagaimana kehadiran kita bisa bermanfaat untuk diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya)

Salam Ibu Profesional,

Septi Peni Wulandani 
twitter : @septipw 
FB : Septi Peni Wulandani 
www.ibuprofesional.com

Sesi Tanya Jawab

T: 
1⃣Pada point, never stopped running... 

Bagaimana cara menjaga konsistensi agar tidak pernah berhenti menjalani misi hidup? 
Dan bagaimana cara meningkatkan motivasi  saat kita drop atau berhenti ditempat bahkan mundur ke belakang?

Dyas, IIP depok

J:
1⃣ melatih konsistensi itu perlu porsi kecil tapi sering. Mulailah dari komitmen satu persatu dg durasi yg kita tentukan sendiri. Misal bulan ini kita komit untuk one book one week, ya jalankan dulu selama 1 bln, kemudian baru tambah yg lain.
Prinsip saat motivasi turun, adalah kalimat " apakah ini hari terakhirku di dunia? Apakah misi sdh selesai? Dan segera "switch"
There is no failure, only wrong result, we must change our strategy ✅

T :
2⃣ Saya terkadang terkendala...dgn "bad day"...jd seolah2 hari itu saya 'mogok' menyempurnakan hari. Hanya melakukan hal2 dasar di rumah yg rutin...tp tanpa sesuatu yg istimewa atau sesuatu yg baru..atau bahkan lebih buruk..padahal harusnya lebih baik ya bu septi..

Nah bagaimana ya Bu..mengelola mental yg masih tergantung dgn suasana hati /kesensitifan diri kita sebagai istri/ibu...

Ditambah suami saya..tipe yg 180derajat berbeda. Saya talkative..sedangkan suami..silence is gold 😁

Desti, IIP Depok

J: 
2⃣ mb desti, kl musuh itu ada pada diri kita sendiri maka segera ucapkan mantera "switch", apabila godaan itu datang dr pihak luar maka gunakan "cancel, cancel, go away"

For things to change, I must change first. Berubahlah.

Kl suami beda tipe itu normal, selama moral characternya sama, justru perbedaan akan saling melengkapi✅

T: 
3⃣ Bagaimana ya bu mengatur waktu libur utk ibu? Seringkali merasa ga ada libur, bahkan di hari sabtu dan minggu ketika yg lain libur (leyeh2, santai2) tapi ibu msh tetap harus mengerjakan semuanya, terutama pekerjaan rmh. kalau ibu liburan dan rumah berantakan, suami kelihatan keberatan

Rieka - IIP Depok

J:
3⃣ mbak rika, tugas ibu adalah menjadi fasilitator, membuat seluruh anggota keluarga bisa mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, sedangkan pekerjaan rumah secara umum jadikan "project keluarga"  bisa dikerjakan bareng dan jadi bahan pembelajaran yg menarik.

Gunakan me time menjadi salah satu hal wajib di manajemen waktu kita✅

T: 
4⃣ Menjadi ibu rumah tangga terkadang muncul rasa badmood, suntuk,dan bosan hingga pekerjaan rumah terbengkalai, malas belajar bersama anak2,dll.Bagaimana mengatasi masalah tersebut?

Fida, IIP Mesir

J: 
4⃣ mb fida, memang hal tsb akan terjadi kl kita menganggap pekerjaan kita sbg IRT masih dlm batas, asal kerja, yg ada bosen, jenuh. Maka kita harus memaknainya bahwa tugas ini adalah bagian kita sbg "khalifah" yg kita kerjakan karena "Allah". Maka anggaplah kita sedang kuliah dr semester 1, dan harus lulus cumlaude. Saat malas, harus makin fokus dan lalui dg kecepatan tinggi ✅

T:
5⃣ Asslm Wr Wb Bunda Septi, bagaimana caranya konsisten berkomunikasi yg baik pada anak , tanpa menggurui tapi mereka paham maksud kita

Endah.IIP Semarang

J:
5⃣ mb endah, belajarlah untuk "mendengarkan" dan berilah respon dg "the power of question"
Contoh : " mama hari ini aku bisa makan sendiri" 
Ibu : "wow keren, bagaimana kamu bisa melakukannya dengan baik? "✅

T:
6⃣ Sharing is Caring, hanya menyampaikan yang sudah kita jalankan...sangat tertampar dgn kalimat ini. Karena seringkali banyak yg curhat ttg masalahnya yg sebenarnya hampir mirip dgn yang kita rasakan. Kita tahu teorinya namum begitu sulit menjalankannya.

Lantas saya suka jawab, di saat begini harusnya kita begini2...dan saya juga masih harus belajar untuk itu.

Bisa ga bu, klo seperti itu?

Nia, IIP Bandung

J:
6⃣ teh nia, tidak semua pertanyaan harus dijawab. Berpeganglah pada moral character kita, sharing is caring, hanya menyampaikan apa yg kita lakukan. Contoh saat saya ditanya "baby led weaning", maka saya jawab, saya tidak bisa, karena syaratnya berat, anak saya tidak lagi saya suapin saat mereka usia 1 th ke atas. Kl BLW kan 6 bln, maka saya perlu hamil lagi unt menjelaskannya 😃✅

T:
7⃣ bu bagai mana mengatasi perasaan minder yg kadang nyelip saat kumpul dg kawan2 yg bekerja. Sementara saya hanya IRT.. adakah "magic word" penyemangat bunda?
 bagaimana agar tawadu' dg penghasilan suami yg tidak basar banget?

Mary, IIP Padang

J:
7⃣ uni Merry, itu yg saya sebut sbg common enemy kita sbg IRT, yaitu PERASAAN ditindas di rumah sendiri. Minder itu wujud sikap dr "kaum yg MERASA dirinya tertindas" harus kita lawan. Hilangkan perasaan itu, dan buktikan bahwa kita bisa professional.

Contoh elan ketika saya tanya " dik, kamu nggak pengin kayak teman2 mu yg sekolah itu?"

Apa jawab dia, ibu salah tanya, harusnya ibu tanya mereka, pasti mereka pengin banget seperti aku 😃

Bisa dianalogkan dg kondisi IRT ya.

Syukuri yg sudah ada, pasti Allah menambah nikmat kita✅

T:
8⃣ Gini Bu, agar menjadi ibu yg profesional, tentu kita harus punya visi misi dalam berkeluarga. Visi misi membuat kita lebih fokus. 
Kira kira apa aja ya bu penjabaran visi misi sebagai ibu profesional.. Makasih sblmnya bu septi..

Silvia, IIP Batu Sangkar

J:
8⃣ bunda silvia, visi misi itu dibuat sederhana saja, manusia adalah pengemban "amanah" terbesar di muka bumi ini, maka jalankan amanah itu dg sungguh2.
10:34:00 PM No komentar
Pada hari Minggu 9 Agustus 2015 lalu, IIP Karawang mengadakan kopdar yang bertepatan dengan arisan ke-2. Acaranya berjalan sukses dan menyenangkan. 

Acara kemarin dilaksanakan di Aisyah Daycare, yang merupakan milik dari Ibu LIna, koordinator IIP Karawang. Acara ini di hadiri sekitar lebih dari 20 ibu-ibu yang sangat antusias dan aktif. 

Acara kopdar kali ini, diisi dengan arisan rutin anggota IIP, sharing ide kegiatan IIP Karawang yang akan datang, tausiyah singkat dari Ibu Fini, anggota IIP yang juga merupakan pengajar di salah satu pondok di Karawang. Yang terakhir, ada juga sharing bisnis dari Ibu Utami Dewi, salah satu anggota IIP yang juga mempunyai bisnis kecantikan. 

Beberapa hal yang di sampaikan Ibu Fini diantaranya adalah : 

" Kita baru saja melewati bulan Ramadhan, yang hanya datang sekali dalam setahun. Bulan yang penuh berkah, baru saja berlalu. Saat kita ada di bulan tersebut, kita sangat semangat sekali melakukan ibadah dan berbagai amalan. Namun, begitu bulan Ramadhan berlalu, konsistensi dalam beribadah juga ikutan menurun. Padahal harusnya, setelah bulan Ramadhan, ibadah kita semakin meningkat. 

Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah, sebaiknya kita juga memiliki target untuk urusan akhirat kita, seperti kita memiliki target untuk bisnis kita. misalnya, dalam 3 bulan pertama, bisa menghafal 1 juz . Target ini penting, untuk membantu kita fokus dalam beribadah. " 

bu Tami sedang bercerita
Sementara itu, Ibu Tami dalam sharing bisnisnya menyampaikan beberapa tips dalam berbisnis, diantaranya adalah : 
1. Tulis impian kita 
2. Pilih dan pilah impian kita, bedakan antara needs dan wants
3. Bicarakan dengan pasangan 
4. Be Realistis, ukur dengan SMART 
   S  : Specific 
   M : Measurable 
   A : Achievable 
   R : Reasonable 
   T : Timely 
5. Visualisasikan dengan gambar dan letakan pada tempat yang mudah terlihat 
6. Action 

Seru, kan? Selama kopdar, ketika ibu- ibu asyik menimba ilmu, bapak-bapak juga mengambil peran, dengan mengawasi anak-anak bermain. 
Anak-anak sibuk bermain di Aisyah daycare

Bapak-bapak mengawasi anak-anak bermain





 Nah, jangan sampai ketinggalan kopdar selanjutnya ya, biar bisa berkumpul dengan ibu-ibu profesional Karawang, juga mendapatkan ilmu yang berlimpah. 
sebagian ibu-ibu IIP Karawang yang hadir saat kopdar


Di tunggu kehadirannya ya... 

Resume by : Ibu Lina 

-admin- 
9:55:00 PM 1 komentar
Newer Posts
Older Posts

Follow Us

Kita

Kita

Banyak Dibaca Bulan Ini

  • Kulwhapp : Tanya Jawab Seputar ASI
    Peresume : Neneng  Kuliah dan Diskusi Whatsapp (Rabu, 16 Agustus 2017) Oleh: dr. Hany Handayany (Konselor Menyusui)  SELUK B...
  • KOPDAR AKBAR -26 FEBRUARI 2017
    "Membangun peradaban itu dimulai dari ibunya, kalau perempuan tidak bangga menjadi Ibu, maka tidak akan lahir generasi hebat dari ...
  • KULWHAPP BISNIS : DIAN PERWITASARI (FREEZY BROWNIEZZ)
    Hari / tanggal : Jum'at, 21 Oktober 2016  Pukul : 20.00-21.30  Narasumber : Dian Perwitasari  Peresume : Ummi Haajiroh Must...
  • Tutorial Upload File ke Google Docs
    Temen-temen peserta perkuliahan Matrikulasi IIP Batch#2, Metode belajar kita adalah dengan menyimak materi yang diposting setiap senin p...
  • Pengumuman Kelas Matrikulasi Batch 4
  • Misi Hidup Keluarga (Minat-Bakat)
    29 Juli 2018 Narasumber : Nisa Nurarifah  Moderator : Sugih Assalamu'alaikum wr wb.. Salam kenal pada semua Ibu Pr...
  • KULWHAPP : HARI PERTAMA SEKOLAH
    Resume kuliah whatsapp IIP Karawang Jumat, 14 Juli 2017  Pukul 20.00-21.30 " Hari pertama ku Sekolah!"  Narasumber : Pra...

Labels

Anak Ayah Bisnis Bullying Craft Dapur Diswhapp FBE Home Education Hukum Jahit Kebudayaan Kecantikan Keluarga Kesehatan Kopdar Kulwhapp Mancanegara Mastermind Matrikulasi Menulis Psikologi Review Rumbel Storytelling Tutorial

Blog Archive

  • ▼  2018 (31)
    • ▼  Desember (1)
      • Berbahasa Cinta dengan Pasangan dalam Mahligai Rum...
    • ►  Agustus (17)
    • ►  Maret (13)
  • ►  2017 (26)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (21)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Mei (8)
  • ►  2015 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates