Resume Diswhapp Parenting Kedekatan Anak dan Orangtua

by - 5:59:00 PM





Resume Diswhapp Parenting
Judul        : Pentingnya Kedekatan Anak dan Orangtua 
Narsum    : Fini Alfi Farhani
Moderator : Dwi Hastuti

MATERI

“Jangan sering memeluk anak, nanti dia menjajah orang tua nya.”

“Jangan sering mencium anak, nanti manja.”

“Jangan sering menggendong bayi, nanti bau tangan, taruh saja dikasur.”

Kalimat-kalimat diatas sering sekali kita dengar. Sering sekali ditujukan kepada orang tua.
Itulah keyakinan sebagian masyarakat kita. Mereka meyakini kalau perhatian yang lebih atau kasih sayang yang berlebihan akan berdampak negatif pada masa yang akan datang. Sehingga tidak sedikit ibu-ibu yang sedikit ‘menjauh’ dari anaknya.

Kekhawatiran itu wajar saja, karna kalau anak dimanja dan disayang secara berlebihan akan berdampak negatif pada anak tersebut.
Misal, anak jadi penakut, kuper, dan lain sebagainya.
Kedekatan anak dengan orang tua nya sangat penting bagi perkembangan anak. Secara khusus Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan arahan akan pentingnya kasih sayang yang cukup dari orang tua ke anak.

🌷Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Muliakanlah anak-anakmu, dan didiklah mereka dengan akhlak yang baik.”
(HR. Ibnu Majah/Minhajus Salihin)


 Kedekatan orang tua pada anak akan menghasilkan manfaat yang sangat banyak. Diantaranya :

• Menumbuhkan rasa percaya diri
Kedekatan dan kasih sayang yang cukup (stabil)  pada anak akan menumbuhkan keyakinan pada anak kalau dirinya itu berarti bagi orang lain. Sehingga timbullah rasa percaya diri karna sebab perhatian dari orang tua nya tersebut. Dan membuat anak belajar percaya pada orang lain.

• Menumbuhkan kemampuan membina hubungan yang hangat.
Hubungan yang diperoleh anak dari orang tua, akan menjadi sebuah pelajaran baginya untuk diterapkan dikehidupannya kelak. Kasih sayang dan kedekatan orang tua nya menjadi tolak ukur dalam membentuk hubungan nya kelak dengan pasangan atau sesamanya.

Sebaliknya, saat kedekatan atau kasih sayang kurang baik, maka itu akan menjadi pengalaman yang tidak baik baginya, sehingga menghalangi dia untuk membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan orang lain.

• Menumbuhkan semangat berkasih sayang dan kepedulian dengan sesama.
 Anak yang tumbuh dalam kedekatan dan kasih sayang yang baik akan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sekitarnya. Dan juga memiliki jiwa sosial yang tinggi.

• Melatih kedisiplinan.
Kedekatan orang tua terhadap anaknya, akan membuat orang tua lebih memahami anak. Sehingga mudah bagi orang tua untuk memberikan arahan sesuai kebutuhannya, sabar, dan juga pengertian. Dan hal itu akan membangun kesadaran nya untuk menghargai orang tuanya seperti orang tuanya menghargai dia. Anak akan melakukan kewajiban nya karena kesadaran dirinya bukan karena takut kepada orang tuanya.

Dampak Kurang Kasih Sayang

1.  Dalam masalah intelektual

Mempengaruhi kemampuan pikir seperti halnya memahami proses ‘sebab-akibat’.
Ketidakstabilan atau ketidak konsistenan sikap orang tua, mempersulit anak melihat hubungan sebab akibat dari perilakunya dengan sikap orang tua yang diterimanya. Dampaknya akan meluas pada kemampuannya dalam memahami kejadian atau peristiwa-peristiwa lain yang dialami sehari-hari. Akibatnya, anak jadi sulit belajar dari kesalahan yang pernah dibuatnya.

 Kesulitan belajar

Kurangnya kasih sayang dengan orang tua, membuat anak lamban dalam memahami, baik itu instruksi maupun pola-pola yang seharusnya bisa dipelajari dari perlakuan orang tua terhadapnya, atau kebiasaan yang dilihat/dirasakannya.

 Sulit mengendalikan dorongan.

Kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, membuat anak sulit menemukan kepuasan atas situasi/perlakuan yang diterimanya, meski bersifat positif. Ia akan terdorong untuk selalu mencari dan mendapatkan perhatian orang lain. Untuk itu, ia berusaha sekuat tenaga, dengan caranya sendiri untuk mendapatkan jaminan bahwa dirinya bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

2.  Dalam masalah emosional

 Gangguan bicara

Menurut sebuah hasil penelitian, problem kasih sayang yang dialami anak sejak usia dini, dapat mempengaruhi kemampuan bicaranya. Dalam dunia, psikologi, hingga usia 2 tahun dikatakan sebagai masa oral. Pada masa ini anak mendapatkan kepuasan melalui mulut (menghisap-mengunyah makanan dan minuman). Oleh sebab itulah, proses menyusui merupakan proses yang amat penting untuk membangun rasa aman yang didapat dari pelukan dan kehangatan tubuh sang ibu.
Memang, secara psikologis anak yang merasakan ketidaknyamanan akan kurang percaya diri dalam mengungkapkan keinginannya. Atau kurangnya kasih sayang tersebut membuat anak berpikir bahwa orang tua tidak mau memperhatikannya sehingga ia lebih banyak menahan diri. Akibatnya, anak jadi tidak terbiasa mengungkapkan diri, berbicara atau mengekspresikan diri lewat kata-katanya. Perlu diketahui, melalui komunikasi yang hangat seorang ibu terhadap bayinya, lebih memacu perkembangan kemampuan bicara anak karena si anak terpacu untuk merespon kata-kata ibunya.

Gangguan pola makan

Ada banyak orang tua yang kurang responsif/ kurang tanggap terhadap tangisan bayinya. Mereka takut jika terlalu menuruti tangisan bayinya, kelak ia akan jadi anak manja dan menjajah orang tua. Padahal, tangisan seorang bayi adalah suatu cara untuk mengkomunikasikan adanya kebutuhan seperti halnya rasa lapar atau haus.


 Perkembangan konsep diri yang negatif

Ketiadaan perhatian orang tua, sering mendorong anak membangun image bahwa dirinya mandiri dan mampu hidup tanpa bantuan siapa pun, image itu berusaha keras ditampilkan untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya. Padahal, dalam dirinya tersimpan ketakutan, rasa kecewa, marah, sakit hat terhadap orang tua, sementara ia juga menyimpan presepsi yang buruk terhadap diri sendiri. Ia merasa tidak diperhatikan, merasa disingkirkan, merasa tidak berharga sehingga orang tua tidak mau mendekat padanya- dan, memang ia juga merasa tidak ingin didekati. Tanpa sadar semua perasaan itu diekspresikan melalui tingkah laku yang aneh-aneh, yang orang menyebutnya ‘nakal’, ‘liar’, ‘menyimpang’. Mereka juga terlihat suka menuntut secara berlebihan, suka mencari perhatian dengan cara-cara yang negatif.

 Sulit membedakan sesuatu

Anak akan sulit melihat mana yang baik dan tidak, yang boleh dan tidak boleh, yang penting dan kurang penting, dari keberadaan orang tua yang juga tidak bisa menjamin ada tiadanya, yang tidak dapat memberikan patokan moral dan norma karena mereka mengalami kesulitan dengan dirinya sendiri.

Tidak jarang anak-anak tersebut memunculkan sikap dan tindakan seperti: suka berbohong(yang sudah tidak wajar), mencuri(karena ingin mendapatkan keinginannya), suka merusak dan menyakiti(baik diri sendiri maupun orang lain), dan menurut sebuah penelitian, mereka cenderung tertarik pada darah, api dan benda tajam.

Bagaimana Mendekati Anak

Agar anak tidak merasa jauh dari orang tua maka kedekatan antar orang tua dan anak harus senantiasa dibangun. Untuk membangun hal itu, sebagai orang tua anda harus melakukan sesuatu. Faktor orang tua menjadi penentu dalam hal ini.

Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan arahan untuk membangun kedekatan dengan anak:

1. Kesiapan mental untuk menjadi orang tua

Memiliki anak membawa implikasi yang luas, tidak hanya merubah peran dari suami/istri,menjadi seorang ayah/ibu. Ada komitmen dan tanggung jawab yang harus disadari dan dijalankan. Oleh sebab itu, perlu hati dan pikiran yang tenang untuk menjalani proses menjadi orang tua. Selain itu, kesiapan mental juga diperlukan, terutama untuk menghindari konflik dan ketegangan yang bisa muncul di antara suami-istri akibat perubahan yang terjadi.

2. Ciptakan komunikasi yang hangat sejak dini

Berkomunikasi dengan anak tidak dimulai sejak anak lahir, melainkan sejak ia dalam kandungan. Sejak itu proses kasih sayang pun dimulai. Berbicaralah kepadanya meski ia masih belum tampak secara lahiriah. Sapalah dia, senyumlah untuknya dan pertahankan kestabilan emosi.
Banyak penelitian yang menyatakan bahwa seorang anak bisa memahami apa yang terjadi dalam diri sang ibu meski ia belum lahir. Hal itu bisa dibuktikan dari munculnya kecenderungan tertentu yang ada pada anak, misalnya pencemas, super sensitif atau pemarah- dihubungkan dengan persoalan yang sedang dihadapi sang ibu pada masa dan pasca kehamilannya.

3. Upayakan program menyusui

Proses menyusui, bukan hanya sekedar memberikan ASI yang berkualitas. Namun menyusui merupakan proses yang melibatkan dua belah pihak, bahkan tiga belah pihak: suami, istri dan anak.
Kegiatan menyusui merupakan momen yang ideal untuk membangun kontak batin yang erat, melalui kelekatan fisik dan kontak mata yang insentif. Proses ini membutuhkan hati yang tenang dan penuh kasih, karena produksi ASI akan terpengaruh oleh factor fisik dan emosional.

4. Tanggapailah tangisan bayi/anak secara positif

Melalui tangisan seorang bayi dapat mengkomunikasikan ketakutannya, kelaparan, kehausan, keinginannya akan kehangatan, keinginannya untuk dibelai, rasa tidak enak, kedinginan, kepanasan, dan rasa tidak enak yang lain. Bayi adalah mahluk paling tidak berdaya dan tidak berdosa, serta tidak punya maksud buruk. Jadi, tangisannya adalah murni muncul dari kebutuhannya. Bayangkan, jika orang tua menunda respon terhadap ketakutannya, maka bayi akan merasa frustasi.

5⃣ Upayakan kebersamaan dalam keluarga inti

Banyak keluarga yang menggunakan jasa baby sitter untuk mengasuh anak. Ironisnya, ada ibu rumah tangga yang tidak bekerja, tidak mempunyai kegiatan apapun kecuali arisan, ke salon atau shopping, mempunyai banyak asisten dan pembantu. Anaknya pun sepenuhnya diurus oleh baby sitter. Tidaklah mengherankan jika kelak antara dia dengan anaknya tidak terlihat suatu kedekatan yang positif, karena anaknya lebih dekat dengan pengasuhnya. Situasi ini tidak mendorong proses perkembangan psikologis dan identitas yang sehat. Anak melihat dirinya diabaikan oleh ibunya, sementara dang ibu memperhatikan anak melalui berbagai barang dan mainan yang dibeli atau uang jajan yang berlebihan.

Kedekatan yang positif, membutuhkan kerja sama setiap anggota keluarga. Perlu disediakan waktu kebersamaan yang konsisten, dipenuhi perasaan tenang, senang dan santai, agar anak bisa merasakan senagnya kebersamaan dengan ‘abi dan ummi’. Tetapi, orang tua juga harus belajar dari anaknya, dan melihat hasil didikannya selama ini melalui sikap dan perilaku anak.

Semoga bermanfaat.

Sumber :

– Majalah Nikah Vol. 2, No. 6, September 2003, hal. 52-54
– Pustaka Aisyah www.safuan.wordpress.com

•• Fini Ummu Ghiyats ••

TANYA JAWAB

1. Nama: Lanny
Group : member
Pertanyaan :
Assalamualaikum ustadzah Fini , Saya punya anak cowok umur 8 thn, dia gak PD klo di suruh maju ngerjain di depan ato di suruh ikut lomba pokok nya yg tampil di depan umum anak nya gak mau, padahal sebenernya dia bisa.Hal ini penyebabnya apa ya ? Bagaimana cara mengatasinya? Maaf pertanyaannya borongan.makasih

Jawab :
Wa'alaykumussalam warahmatullah,
Salam kenal mba Lanny.
Beri kepercayaan bagi dirinya. Jangan malas2 untuk memuji anak. Komunikasikan dg baik. Pelan2 saja tidak perlu tergesa2. 


2. Nama : meti
Group : member
Pertanyaan :
Assalamualaikum.. Mba,, saya mau bertanya ya..
Anak saya yg pertama, laki2 sekarang usia 5 th belum bisa membedakan mana sikap yang baik yang harus diambil dalam situasi tertentu. Contohnya, ketika dia ke toilet bersama teman2nya, dia disuruh mematikan lampu oleh teman yg lain. Dan anak saya mematikan lampu sehingga teman yg di dalam toilet kegelapan. Selama ini saya sudah memberi tahu kalau dia ada di posisi orang tersebut bagaimana.  Tapi kadang anak saya masih saja menuruti.. Bagaimana cara memberi tahu anak saya supaya ia bisa berpikir dl sebelum dia disuruh/melakukan suatu tindakan?

Jawab :
Wa'alaykumussalam warahmtullah mba Meti,
Terus diberi tau mba, butuh waktu dan sabar.
Terkadang memang nasihat kita tersebut harus berulang2. Atau mungkin saat kita memberi nasihat kurang tepat, dan dengan bahasa yg tidak difahami.


3. Nama : Miftah
Group : Member
Pertanyaan : bagaimana bila seorg suami yg tdk bisa sejalan dg qta, terutama dlm pola piker, ibadah dan tujuan keluarga ini mau kemana, bgmn caranya umi ??

Jawab :
Salam kenal mba Miftah,
Bangun komunikasi yg baik. Pilih waktu yg pas, aplikasikan bahasa2 cinta. Mungkin bisa jd suami 'kurang mendengarkan' karna cara kita menyampaikan kurang tepat.
Perbanyak doa kepada Pemilik hatinya, agar dilembutkan. Bersabar dan terus bersabar.
Dan selalu berusaha bertakwa pada Allah, karna janji Allah "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan menjadikan jalan keluar baginya." (Ath Tholaq : 2)


4. Nama : nonny
Pertanyaan :
1. Bagaimana menurut pandangan ustdzh ketika ada yg bilang, anak mah pas kecil lengket bgt. Ntr gede nya mah bakal jauh. Kira2 kenapa anak bisa sangat berubah drastis ketika makin dewasa? Bagaimana agar wlpn anak sudah dewasa tp tetap dekat dgn ortu?

2. Umur berapa anak mulai tidak ditemani tidur oleh ibu atau ayah nya?
Kok saya kepikiran, kapan lagi bisa nemenin anak mumpung masih kecil

Jawab :
 Salam kenal mba Nonny,
1.  Kalau saya sih ingin nya ketika anak kecil dekat dengan kita sampai kapan pun
Kenapa kok banyak ya ketika anak masih kecil bisa dekat dg ortunya ketika dewasa malah menjauh. Bisa jadi orang tua kurang tepat ketika membersamai anak saat menjelang dia dewasa. Nah, ini PR buat kita. 

 2⃣ Kita lihat sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

مروا أبناءكم بالصلاة لسبع واضربوهم عليها لعشر وفرقوا بينهم في المضاجع

“Perintahkanlah anak-anak kalian mengerjakan shalat, saat umur 7 tahun dan pukullah mereka jika enggan mengerjakannya ketika berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”

Karena saat umur 10 tahun anak laki-laki mulai condong (menyukai) anak perempuan. Demikian pula anak perempuan mulai condong kepada anak laki-laki, sementara akal mereka masih pendek.
Kondisi ini menjadi celah bagi setan untuk menjerumuskan mereka berdua kepada perkara haram.

Nah, dari hadits di atas kita bisa ambil kesimpulan, ajari anak untuk tidur sendiri atau dg saudaranya (yg sejenis)  sebelum usia 10th.


5. Nama :  Rizka
Group : Foundi 2
Pertanyaan :
Assalamu'alaikum wr wb...
Bunda saya mau bertanya,

1. apakah ketika anak melakukan kesalahan tidak boleh dimarahi sama sekali? Misal, mainan air di lantai yang menurut orang tua hal tersebut sangat membahayakan karena bisa menyebabkan anak terpeleset dan jatuh atau mendekati ke area2 bahaya seperti colokan listrik dsb...

2. Apakah dengan memarahi anak bisa menyebabkan jiwa si anak kerdil dan minder kelak ketika dia dewasa?
Kadang saya bingung juga bagaimana melarang anak dengan tidak marah atau teriak, biasanya setelah si anak sudah mulai duduk anteng baru saya kasih pengertian ngobrol dengan dia. Anak saya baru usia 3 th..
Terimakasih banyak atas jawabannya 

Jawaban :
Wa'alaykumussalam warahmatullah, salam kenal mba Rizka.
Saya coba jawab pertanyaan nya,

1. Lebih tepat nya bukan dimarahi mba, tapi difahamkan, difahamkan jika hal tersebut berbahaya. Pun dengan cara yg tepat. Kalau marah saya yakin pesan si ibu tidak akan sampai pada anak.

2. Betul sekali, sering memarahi anak akan berdampak tidak baik.
Kadang nasihat dan marah itu beda tipis ya berasanya kita nasehatin padahal kita marah2.
Berusaha untuk menahan lisan, bedakan antara tegas dan marah.
Saat kita marah apa yg ingin kita sampaikan pada anak itu tidak akan sampai. Komunikasi yang baik sangat diperlukan disini. 


6. Nama : Army Nur Ramadhani
Group : f2
Pertanyaan : dampak saat anak sudah besar jika kurang dekat dgn ortunya apa?

Jawab :
Salam kenal mba Army,
Banyak sekali dampaknya mba, diantaranya kurangnya percaya diri, dan hubungan sosialnya dengan sekitar pun kurang baik. Kurang kepercayaannya pada orang tua. Dan mungkin tidak ada sosok yg dia kagumkan atau dia contoh dr orang tuanya.
Apalagi anak menjelang aqil baligh, dia sedang mencari jati dirinya. Butuh banyak bimbingan dari ortu nya, saat dia tidak dekat dia akan merasa tidak dihargai.
Dan ortu pun akan sulit kontrol pergaulannya.
Dan masih banyak lagi dampaknya.


7. Nama:Fida
Group : f2
pertanyaan:
bagaimana komunikasi yg produktif u /anak yg pemalu di luar,tpi di rumah bgitu aktif&agresif..kdg ktika sy ngajar d rumah suka usil dg anak2 maupun dg adikny padahal klo d luar ktika ditanya diam saja.. #mksudnya ketika ditanya orang,kdg klo ditanya sayapun jawabny suka pelan&krg antusias..

Jawab :
Sebelum keluar rumah, atau sebelum mba Fida ngajar dikomunikasikan dulu, apa yg tidak boleh dia lakukan. Dan konsekuensi nya apa. Kalau dia nurut jangan sungkan2 untuk memujinya atau memberi nya hadiah.
Nah, misal saat sedang ngajar di rumah tiba2 dia usil, coba panggil si anak komunikasi kan dg baik, jangan langsung kita berteriak/larang, karna biasanya ga akan mempan. Coba ajak dl ke belakang, jelaskan sambil disentuh tangan atau pundaknya, liat matanya saat kita berbicara, sambil dipuji.


8. Nama : Irawati
Group : Foundation 2
Pertanyaan :
Saya punya anak usia 4 tahun & 2 tahun, namun kakaknya cenderung lebih manja dibanding adiknya mungkin karena dia masih kecil tapi sudah punya adik, saya lebih cenderung menjaga perasaan dia karena emosinya yang lebih labil, dia lebih emosi, apa2 marah, dia berani mukul adik dan mamahnya, saya bingung harus bersikap seperti apa, akhir2 ini kalo ditanya mau masuk TK apa mondok dia pengen mondok, apakah baik jika anak usia 5 tahunan dimasukkan untuk mondok?
Mohon penjelasannya
Terima kasih

Jawab :
Salam kenal mba Irawati,
Wah si kakak seperti butuh diperhatikan lebih.
Saya pun anak pertama lebih cenderung manja.
Coba buat Qtime bareng kakak, ajak ngobrol yg asyik.
Kalau untuk mondok jangan dl mba..
Usia 5 th masih butuh sekali dekat dengan ortu. Justru itu masa2 yg jangan sampai terlewat untuk menguatkan aqidah dan jg akhlak pada anak.
Kalau saya sndiri lebih setuju anak mondok setelah usia baligh atau mendekati.

9. Nama : suci
Pertanyaan :
Kapan sebaiknya anak mulai dilibatkan utk membantu perekonomian keluarga?sedangkan rasulullah saja sudah sejak umur 12 tahun(cmiiw) ikut pamannya berniaga?
Jazakillah

Jawab :
Salam kenal mba Suci,
Tidak ada batasan usia untuk hal tersebut. Yg terpenting kita sebagai orang tua selalu mensupport bakat anak. Beri tanggapan positif, dan beri masukan yg baik terhadap bakat anak td.
Dan jangan sampai kita memaksa atau mengharuskan anak membantu perekonomian rumah tangga.

Wa anti fajazaakillahu khoiron

You May Also Like

0 komentar