KULWHAPP : MENGELOLA KEUANGAN HADAPI RAMADHAN DAN IDUL FITRI

by - 11:37:00 PM

source : freepik



Resume Kulwap Grup IIP Lampung.

🗓 Kamis, 26 Mei 2016
⏰ 20.00 - 21.00 WIB
🎙 Narsum : Teh Patra

📓📕📗📘📙📔

Mengelola keuangan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri

Landasan
“Sebaik-baik harta yang shalih (baik) adalah dikelola oleh orang yang berkepribadian shalih (amanah dan profesional).” 
 “Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan beranjak dari tempat kebangkitannya di hari kiamat sebelum ia ditanya tentang empat hal, di antaranya tentang hartanya; dari mana dia memperoleh dan bagaimana ia membelanjakan.” (HR. Tirmidzi).

Beberapa prinsip :

1. HARTA MILIK ALLAH
 (QS. Al-Hadid:7). 
 (QS. Maryam: 40).

2. Harta harus Diperlakukan sesuai kehendak Allah- Al Baqarah 262
Harta yang dititipkan Allah harus diperoleh dan dikeluarkan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Manusia tidak berhak menentukan aturan halal haram sendiri. 

3.  Pendapatan Keluarga
Penanggung jawab pencari nafkah adalah SUAMI
Harus halal. Rasulullah bersabda: “Barang siapa berusaha dari yang haram kemudian menyedekahkannya, maka ia tidak mempunyai pahala dan dosa tetap di atasnya.”
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menikahkan putrinya, Fatimah dengan Ali radhiyallahu 'anhuma beliau berwasiat kepada menantunya: “Engkau berkewajiban bekerja dan berusaha sedangkan ia berkewajiban mengurus (memenej) rumah tangga.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)
Istri boleh membantu ekonomi keluarga (4:2)
Menjelang ramadhan dan idul fitri biasanya banyak peluang berpendapatan. Banyak pula godaan untuk mendapatkan harta dengan cara yang syubhat dan haram. Oleh karenanya kita perlu memiliki ilmu mengenai transaksi yang diperbolehkan dan dilarang dalam Islam. Di dalam buku yang saya tulis, ada rangkuman berbagai jenis transaksi tersebut. 

4.  Menabung 
Menabung dilakukan di awal sebelum melakukan pengeluaran
Jumlah tabungan disarankan sebesar 6 bulan pengeluaran
Tabungan yang melebihi jumlah yang disarankan bisa digunakan untuk melakukan investasi

5.  Pengeluaran Keluarga
Di bulan Ramadhan dan syawal banyak pengeluaran yang seringkali tidak terkontrol. Oleh karenanya diperlukan suatu upaya pengelolaan yang lebih terstruktur untuk menghidari kemubadziran dan penyesalan.
Mengutamakan kebutuhan primer dari kebutuhan sekunder dan tersier
Tidak boros (QS. Al-Isra’:16) 
Tidak bermewahan (QS. Al-Mu’minun:33). 
Pertengahan (QS. Al-Isra:29) , (QS. Al-Furqan:67)
Upayakan membuat rencana anggaran selama bulan Ramadhan dan Syawal agar pengeluaran tetap terkendali, namun tetap realistis
Pada dasarnya kebutuhan anggaran ramadhan dan syawal seharusnya telah direncakan dalam rencana anggaran tahunan. Sehingga pengeluaran dan pendapatan dapat dikendalikan dengan cermat. 
Standar bulanan yang disarankan para ahli manajemen keuangan
Zakat/shodaqah  : 2% - 10%
Tabungan : 10% - 15%
Hutang/cicilan : 0% - 30%
Kebutuhan rutin : 10% - 20%
Konsumsi : 20% - 30%
Pendidikan : 10% - 20%
Kesehatan : 5 - 10%
Lain-lain : 5 - 10%

📝📝📝📝📝

Tanya jawab. 

1. Assalamu'alaikum.. teh patra, bagaimana menyiasati pengeluaran untuk sehari2 di bulan ramadhan yg biasanya bisa membengkak berkali2 lipat?

Jawab :
1. Secara umum sudah disampaikan di materi prolog ya. Sebetulnya sejak jauh hari sebelum Ramadhan kita sudah harus memiliki budaya untuk selalu bisa mengendalikan atau mengelola keuangan. Sehingga saat Ramadhan tiba, kita tidak terlalu terpengaruh dengan euforia pengeluaran yang pada dasarnya tidak terlalu diperlukan.

Coba kita susun rencana anggaran ramadhan sesuai dengan standar pengeluaran yang disampaikan di materi awal tersebut. Dari budget yang tersedia, barulah dibagi menjadi anggaran pekanan atau harian.

Kita juga perlu memperhatikan berdasarkan pengalaman selama ini, dimanakah letak kebocoran anggaran itu. Misalnya kebocoran terjadi di pos pakaian, maka kita bisa membuat rencana yang tepat menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia untuk mencegah terulangnya kebocoran tersebut. 

Jika kebocoran terjadi di pos makanan, mungkin kita perlu mengevaluasi perlu atau tidaknya pengeluaran tersebut dilakukan. Karena pada dasarnya Ramadhan seharusnya menjadi bulan kita berlatih hidup sederhana dan meningkatkan ruhiyah, bukan sebaliknya menjadi saat berpesta dan hidup berlebihan.

Untuk pengeluaran seperti mudik, semestinya sudah dianggarkan dalam anggaran tahunan

2. Tanya narsum

Bila baru terfikir buat perencanaan keuangan mendekati ramdhan😁. Apa yg utama harus dilakukan teh? Pos pos apa saja yg wajib ada diluar kebiasaan dibulan yang lain?

Evi

2. Jawab:

Setiap keluarga punya kebiasaan yang berbeda ya dalam pengeluaran ramadhan. Ada yang perlu mudik jauh, ada yang tidak. Ada yang punya balita, remaja, dll. 

Yang paling mudah dilakukan adalah mengenali dengan tepat kebiasaan yang telah terjadi tahun2 sebelumnya, dan menentukan dimana letak kebocoran anggaran seperti di sampaikan di pertanyaan pertama tadi.

Jika setelah dibuat rencana anggaran ternyata ada pos-pos yang terlalu 'dipaksakan', secara realistis kita perlu melatih diri kita untuk membuat prioritas. 

Misalnya jika ternyata dana untuk mudik itu tidak ada, maka kita perlu membuat upaya untuk bisa menghindari mudik dengan tetap bermain cantik. 
Atau jika anggaran untuk pakaian lebaran itu tidak mencukupi, kita tidak perlu memaksakan diri. Toh itu tidak wajib

Yang wajib hanya zakat fitrah dan fidyah saja :D


3. Assalamualaikum, Mbk Patra saya Naqi, mau nanya, bagaimana mengatur keuangan sedangkan uang banyak dipegang suami? Hanya keuangan sehari2 saja yang dipegang. Lalu, pas Ramadhan soal makanan, anak2 kadang suka pengen ini itu pas berbuka, pengeluaran jadi membengkak.

Jawab.
3.  wah, paling enak kalau pengeluaran dipegang suami, kita jadi ga perlu ribet ngatur..hehehe..tinggal minta aja 😁

Sebetulnya kuncinya kembali ke komunikasi suami istri ya, bagaimana istri bisa menyampaikan kebutuhannya pada suami dan suami merasa nyaman. 
Keuangan sehari-hari juga seringkali berbeda. Ada yang hanya diberi uang makan saja, ada yang diberi lengkap dengan uang pulsa, transport, dll.

Walaupun keuangan dipegang suami, kita bisa merancang anggaran pengeluaran pekanan atau bulanan. Karena yang diberi suami itu kan bagian pendapatan, bukan pengeluarannya. Jadi bisa saja kita buat rencana terpisah antara pengeluaran dan pendapatan. 

Nantinya kasus seperti ini akan sangat bermanfaat bagi keluarga dengan penghasilan yang tidak tetap. 

Rancangan pengeluaran diusahakan dibuat tetap dan terprogram walaupun pendapatan mungkin tidak tetap.

Kalau rajin, kita bisa gunakan rekening yang berbeda untuk pendapatan dan pengeluaran. Jadi uang dari suami setiap hari masuk ke dalam rekening pendapatan, lalu kita pindahkan ke rekening pengeluaran sesuai kebutuhan harian. Mirip seperti penampungan air di atap (toren) ya. Jadi air masuk banyak sekaligus atau lagi seret sedikit demi sedikit, pengeluaran tetap seperlunya saja. 

Mungkin di akhir bulan kita bisa melihat ada sisa yang bisa dimanfaatkan untuk anggara bulan berikutnya.

4. Teh saya ratna, 
Bagaimana menyatukan pandangan dengan suami bahwa menu ramadhan tidak perlu berlebihan, karena kadang dirumah saya inginnya sederhana saja tapi suami pengin ini pengin itu apalagi selama ini kami bermasalah soal selera makanan teh, dan sampai 7 tahun menikah belum cocok juga hehe.

Jawab.
4. Waah..kalau saya sih ikut suami ajaa..kata suami makan enak ya makan enak 😁😁

Kan istri harus taat suami 😊
Jangan sampai sudahlah makan ga enak, berdosa karena durhaka..na'udzubillah.

Tinggal kita membuat catatan anggaran setiap bulan, untuk bisa makan enak itu kita butuh berapa setiap bulan. Agar suami juga paham dimana kedudukan pendapatannya atas pengeluaran yang dikehendaki itu. Asalkan jangan sampai istri jadi harus menafkahi kebiasaan makan suami seperti itu ☺

Saya biasa membuat anggaran makan setiap bulan. Misalnya dalam 1 bulan 30 hari itu berapa kali makan ayam, daging, telur, tahu, tempe, ikan, dll. Berapa kebutuhan setiap hari untuk masakan tersebut. Dengan begitu kita tidak perlu mengeluarkan dana yang sama setiap hari.

Bisa juga kita siasati untuk membeli makanan yang dikehendaki suami saat suami makan bersama saja. Kalau suami di luar, kita bisa makan sesuai dengan yang kita kehendaki.

Misalnya kita sukanya makan nasi anget dengan taburan terasi saja waktu makan siang, ya tidak apa-apa. Tidak usah juga bilang sama suami. 

Nanti malam kalau suami pulang kita makan ayam bersamanya. Jadi kan pengelurannya juga bisa diatur.

Terkadang saya juga mensiasati dengan membuat masakan campuran. Misalnya campuran tahu, udang dan sayuran. Kalau kita lebih suka makan sayur, suami bisa makan udangnya. Atau membuat sup ayam, kita makan lebih banyak, suami makan dengan ayamnya lebih banyak. Jadi tidak perlu sampai pusing 😄

5. Assalamu'alaikum Teh Patra, mau minta bocoran dong Teh (garis besarnya) ttg ilmu mengenai transaksi yg diperbolehkan dan dilarang dalam islam. Nuhun Teh🙏

By Umminya Al Fatih

Jawab.
5. Pada dasarnya hukum asal muamalah itu mubah (boleh) kecuali ada dalil yang melarangnya.

Di dalam Islam, transaksi yang terlarang dikelompokkan menjadi tiga bagian besar, yaitu maisir (judi), gharar (ketidakjelasan) dan riba.

Gharar bisa terjadi dalam hal kualitas, kuantitas, harga, kepemilikan, kondisi barang, motif transaksi.
Selama ghararnya tidak terjadi, maka transaksi dropship itu tidak terlarang.

Nah disini kita perlu mempelajari lebih detail, tidak cukup hanya dengan selingan pertanyaan. 

Di dalam pelatihan yang saya sampaikan secara offline, pembahasan ini biasanya diringkas menjadi satu pertemuan sendiri untuk menerangkan masing-masing bentuk dan contohnya di kehidupan modern.

Lalu diringkas lagi di dalam buku yang saya tulis. Tapi untuk gambaran umum kiranya cukup, in syaa Allah 

6.Assalamualaikum..teh patra, tlg dishare transaksi yg dilarang n diperbolehkan dlm islam..jazakillah. penanya: lia afida

Jawaban seperti no 5. ✅

7.Teh patra, pengeluaran seperti apa yang bisa dikategorikan berlebihan? Karena biasanya kan klo di bulan ramadhan kita selalu ingin menyajikan makanan yg lebih baik dibanding hari biasa, dengan alasan memberi semangat untuk yg sedang berpuasa. Baik menu sahur maupun berbuka. Nah yg demikian itu yg kadang bikin pengeluaran juga membengkak. Apa itu termasuk dalam bermewah-mewahan dan berlebihan?

Jawab. 
7. Kalau ikut sunnah Rasul sih, berbukanya dengan kurma dan air saja ya..hehe

Mungkin bisa disiasati dengan mengalihkan porsi dan biaya makan. Misalnya biasanya makan 3x dengan menu sederhana, diubah menjadi 2x dengan biaya yang sama dan tambahan menu.

Untuk beberapa jenis makanan, kita bisa membuat variasi dengan menyimpan bahan yang sama agar tidak berlebihan. 
Misalnya, kita menyimpan stok gula merah cair untuk dibuat berbagai kolak dengan jumlah secukupnya. Jangan karena kita membeli kacang hijau setengah kilo lalu kita masak semuanya, sehingga tidak termakan. 
Kita bisa rebus kacang lalu menyimpannya di kulkas, juga gula. Dan kita campur untuk membuat bubur beberapa sendok saja sesuai porsi tajil yang wajar.

Demikian juga dengan bahan masakan. teknik menyimpan bahan yang baik efektif sekali untuk menghemat anggaran memasak. Terkadang sisa bahan makanan yang dicampur bisa menjadi hidangan yang mengasyikkan dan unik. 

Misalnya sisa beberapa lembar selada dan buncis beberapa ruas saja sudah cukup untuk membuat beberapa potong gorengan yang unik.

Saya sering sengaja menyisakan sedikit bahan untuk membuat masakan campuran itu. Misalnya ayam, daging, disisakan sepotong, telur disisakan sebutir. Lalu dibuat nasi goreng dan mie goreng special. Seolah itu makanan mewah, padahal sebetulnya hanya sisa bahan makanan

Pahamkan pada anak2 bahwa bulan ramadhan ini adalah bulan suci, bulan ruhiyah dan bulan sosial. Menarik minat anak2 untuk shaum tidak mesti dengan membuat makanan berlebihan. Justru kita ingin mengajari mereka agar lebih mendekati tujuan shaum seperti di dalam al Qur'an : la'allakum tattaquun ✅

alhamdulillah..segala puji milik Allah yang sudah memberi kita rizqi untuk bersilaturahim saat ini. Semoga Allah juga memberi kita rizqi untuk bisa menyambut dan memaknai Ramadhan kali ini dengan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

Mengelola keuangan hanya salah satu bentuk ikhtiar kita, agar kita tidak terjerumus pada hal-hal yang justru dilarang dalam Islam. 

Semoga Allah memberkahi segala ikhtiar kita, memudahkan segala urusan kita dan memberi kelimpahan dan keberkahan rizqi pada kita semua.

Wallahu a'lam. Mohon maaf atas segala yang kurang berkenan. Saya mohon pamit ya.. Wassalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu

You May Also Like

0 komentar